Mendaki Batur & Melihat Sunrise Terindah di Bali
Sabtu, 30 Jul 2016 13:14 WIB
I Gede Leo Agustina
Jakarta - Jangan hanya puas melihat sunrise dari kaki Gunung Batur. Sekali-kali cobalah mendaki dan mulai hari yang luar biasa dari puncaknya.Sesudah mendaki atap Pulau Bali, saya dan teman saya (@elfriday_) tak puas sampai di situ saja. Setelah mendaki Gunung Agung, kami pun langsung menuju daerah Kintamani. Kami melanjutkan rencana yang sudah kami susun sebelumnya sewaktu di Surabaya, yaitu mendaki Gunung Batur. oh ya, kami ke Kintamani meminta bantuan dari bli Ketut, guide yang sudah menemani kami mendaki Gunung Agung. Dia bersedia mengantarkan kami dari Karangasem menuju Kintamani, dengan mobil pick upnya tentunya dengan membayar jasa antar ya. Nggak gratis hehehe.Kami sampai di Kintamani sore hari, bli Ketut hanya mengantar kami sampai pintu gerbang masuk kawasan wisata Kintamani. Setelah turun dari mobilnya, kami berencana untuk mencari hotel/ penginapan yang dekat dengan pendakian gunung Batur. Setelah bertanya-tanya ke penduduk setempat, kamipun diantar menuju sebuah hotel yang dekat dengan pos pendakian. Namannya hotel Surya, kami menyewa kamar untuk satu malam, harga kamar Rp 150 ribu/ malam. Lumayan buat istirahat setelah dari Gunung Agung.Kami berencana mendaki Gunung Batur besok paginya, karena tidak berniat untuk bermalam di Gunung Batur alias tektok saja. Pagipun tiba, jam 3 kami sudah bersiap berangkat dari hotel. Kami jalan kaki menuju pos pendakian. Jalan masih gelap, kami menyalakan senter kami dan terus mengikuti jalan, di tengah gelapnya pagi itu tak jarang kami disambut meriah oleh gonggongan anjing penduduk, ya lumayanlah bikin ramai suasana. Tak disangka ternyata lumayan jauh juga pos dari hotel, haduuhhh belum sampai pos sudah capek gini. Tak jarang beberapa mobil mendahului kami sepertinya mereka rombongan turis yg akan mendaki Batur juga, karena yang kami lihat di dalam mobil banyak bule-bule, yahh coba bisa numpang pikirku hahaha.Akhirnya setelah beberapa lama berjalan, kami sampai di pos pendakian. Kamipun langsung mendaftar dan membeli tiket masuk. Harga tiket Rp 10.000/ orang. Tak jarang bapak-bapak mecoba menawari kami jasa guide untuk pendakian, tapi karena di sini tidak wajib seperti Gunung Agung jadi kami tidak menyewa jasa guide. Maklum mau ngirit juga hehehe. Tak mau lama-lama kami langsung mulai pendakian, kami gak mau nanti kelewatan momen sunrise di puncak Batur.Pagi itu jalur pendakian cukup ramai, saya lihat kebanyakan turis mancanegara. Suasana masih gelap, jalur pendakiannya juga berbatu dan debunya lumayan banyak. Belum lagi treknya yg menanjak bikin kami terengah-engah. Lampu-lampu senter terlihat menghiasi jalur pendakian pagi itu. Perlahan-lahan kami berjalan, tak jarang juga kami berhenti sejenak untuk sekedar minum atau istirahat. Harus semangat, pikiranku jangan lama-lama istirahatnya, nanti sunrisenya kelewat. Kan sayang. Kamipun memacu langkah kami.Dan akhirnya kamipun sampai di puncak, kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Kami sudah siap menyambut mentari pagi dari puncak Batur. Dan wow, indahnya suasana, cahaya keemasan dan semilirnya angin pagi itu benar-benar luar biasa, damai sekali terasa. Salah satu sunrise terindah yang pernah saya lihat, yaa,,dari gunung Batur.Danau Batur yang berwarna keemasan, terlihat pula siluet dari Gunung Agung, dan Gunung Rinjani pun menyapa di ufuk timur. Pagi yang luar biasa.Matahari sudah mulai tinggi, kamipun lanjut berjalan menelusuri indahnya kaldera Gunung Batur. Ternyata di puncak Batur ramai warung yang menjual minuman hangat dan makanan. Saya dan teman saya (@elfriday_) memutuskan untuk istirahat sebentar di puncak sekedar membuka cemilan kami untuk mengisi tenaga. @elfriday_ pun berinisiatif untuk membuat latte, seperti biasa saat mendaki dia selalu membawa peralatan coffee/lattenya.Setelah selesai istirahat dan menikmati latte, kami lanjutkan perjalanan menyisir kaldera. Oiya denger-denger di sini kita bisa mencoba merebus telur dengan uap panas kawah Batur. Kamipun mencobanya, tak mau melewatkan kesempatan dan pengalaman unik ini. Kamipun langsung mencobanya, tapi mungkin lebih tepat menyetim telur bukan merebus. Karena yang kami lakukan adalah memasukan telur ke lubang-lubang yg keluar uap panas dan menutupnya dengan rumput. Dan setelah beberapa menit, telurnya pun matang dan bisa dimakan. Hmm, nyam-nyam, lumayan mengisi perut yang sudah kelaparan.Setelah puas dari menikmati sunrise, membuat latte, menyetim telur dan foto-foto kamipun bersiap turun. Tidak disangka ternyata suasana sudah sepi, tidak ada lagi pendaki, turis-turispun biasanya hanya menikmati sunrise lalu langsung turun.Ya, sebagai informasi, Gunung Batur ini merupakan sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Kaldera Gunung Batur telah ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark Network, dan salah satu kaldera terluas di dunia. Juga terdapat Danau Batur yang berbentuk bulan sabit terbentuk dari letusan Gunung Batur. Puncak Gunung Batur mempunyai ketinggian 1.717 mdpl.Bagi sahabat traveler yang ingin menikmati sunrise yg indah, gunung Batur menjadi pilihan yang tepat saat jalan-jalan di Bali. Enjoy the paradise ya guys and keep safety first.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun