Kesan Pertama Liburan ke Taipei, Taiwan
ALAMSYAH ALAMSYAH - detikTravel
Sabtu, 13 Agu 2016 15:22 WIB
Jakarta - Seperti apa pengalaman pertama liburan ke Taipei? Ternyata kesannya begitu seru dan menarik. Banyak hal yang bisa dijelajah dan coba. Awal Bulan Juli lalu menjadi Bulan yang mengembirakan sekaligus menyedihkan. Mengembirakan Karena saya terpilih mewakili Indonesia dan harus berangkat ke Taipei Taiwan untuk mengikuti training of trainers and consultants of green productivity Dari tanggal 3-23 Juli 2016 yang diselenggarakan oleh Asian Productivity Organization (APO) bekerjasama dengan China productivity center (CPC). Menyedihkan karena saya tidak bisa berlebaran dengan keluarga, tapi karena sudah tugas, dengan berat hati saya berangkat ke Taipei.Minggu 3 Juli lalu saya dengan seorang rekan Dari Semarang (mba silvy) terbang ke Taipei Dari Bandara Soekarno hatta dengan pesawat Eva air. Jakarta-Taipei ditempuh kurang lebih 5,5 jam. Tulisan ini tidak menceritakan tentang detail pelatihan yang saya ikuti, tetapi saya ingin bercerita pengalaman dan opini saya selama di Taipei Karena ini pengalaman pertama saya menginjakkan kaki di Taiwan.Setelah terbang 5,5 jam, akhirnya jam 9 malam kami mendarat di Taoyuan International Airport. Bandaranya tidak terlalu besar tapi rapi dan bersih. Setelah melewati bagian imigrasi dengan lancar, kamipun keluar bandara dan mencari taksi. Terlihat di luar bandara, orang mengantre dengan tertib menunggu giliran taksi. Tiba giliran kami, kami kesulitan berkomunikasi dengan supir taksinya karena tidak bisa Bahasa Inggris, untungnya dari pihak panitia telah menyediakan alamat khusus untuk supir dalam Bahasa Mandarin, akhirnya dia paham ke mana tujuan kami.Walaupun di tengah kesibukan mengikuti jadwal training yang padat, kami masih punya waktu untuk jalan-jalan. Terutama malam hari, apalagi hari Sabtu dan Minggu kami libur. Kesempatan ini kami gunakan untuk menjelajah kota. Ternyata Kota Taipei kota yang modern, indah, maju, tertata rapi dan bersih sekali. Masyarakatnya terlihat santai menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Misalnya walaupun matahari sudah cukup tinggi (sekitar jam 7 pagi), jalanan utama masih terlihat lengang dan lancar, tidak ada hiruk pikuk apalagi kemacetan parah yang biasa kita temui di kota metropolis seperti Jakarta, Bangkok, dan lainnya. Transportasi di Taipei sangat baik. Umumnya masyakat mengandalkan MRT yang jalurnya menjangkau hampir semua bagian kota Taipei dengan 5 jalur. Selain itu juga, menggunakan sepeda juga sangat umum. Mungkin hampir semua orang mempunyai sepeda. Bahkan terdapat jalur khusus sepeda di setiap trotoar. Trotoarnya sangat nyaman untuk pejalan kaki. Selain itu juga sepeda motor juga banyak, walaupun tidak sebanyak di Jakarta. Yang membuat saya kagum, transportasi bus umumnya bagus sekali. Busnya besar dan bagus dengan tempat duduk yang nyaman, ongkosnya murah dan penuh kepastian karena di setiap halte bus sudah ada papan informasi jalur bus dan papan elektronik berbasis GPS yang menunjukan berapa menit lagi bus akan tiba di halte tempat kita menunggu, luar biasa! Pada malam hari, Kota Taipei sangat ramai. Kota ini terkenal dengan fashion dan kuliner. Masyarakatnya terutama kaum mudanya terlihat stylish dan branded dengan gadget terbaru, seperti iPhone dan Samsung. kita juga akan mudah menemukan toko yang menjual busana yang fasionable dan branded seperti Nike, Adidas, Timberland, dan lainnya. Kota ini juga sangat terkenal dengan kuliner yang terdapat hampir di setiap sudut kota terdapat restoran yang menjual makanan dan minuman, apalagi street food (jajanan kaki lima) tertata rapi dan bersih di pinggir jalan dan bersaing dengan restoran/cafe. Street food menawarkan makanan yang beragam dengan harga terjangkau. Tidak heran di beberapa penjual makanan terlihat antrean orang mengular untuk membeli makanan. Catatan khusus untuk muslim, berhati-hatilah dalam membeli makanan, apalagi di street food karena banyak mengandung babi. Malam hari kota Taipei bertambah hidup lagi dengan keberadaan pasar malam yang jumlahnya mencapai puluhan tempat! Night market ini sangat popular di kalangan masyarakat Taipei dan menjadi tujuan wisata favorit buat wisatawan. Bagaimana serunya cerita night market di Taipei, ikuti tulisan saya selanjutnya.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru