Syahdunya Perayaan Idul Adha di Jepang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Syahdunya Perayaan Idul Adha di Jepang

Benny Baijumi Baykard - detikTravel
Kamis, 15 Sep 2016 10:50 WIB
Jakarta - Traveling ke negara lain, tidak menghalangi kewajiban untuk sholat dan merayakan hari kebesaran. Inilah suasana perayaan Idul Adha di Jepang kemarin.Usai salat idul adha, muslim di tanah air biasanya menyaksikan suasana pemotongan hewan kurban, namun tidak demikian di Jepang. Walaupun tak ada pemandangan tersebut, namun tak mengurangi makna dan keindahan suasana. Usai salat hari raya Idul Adha biasanya dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban, bagaimana di Jepang? Meski jauh berbeda namun serasa di kampung halaman.Β  Populasi muslim di Jepang diperkirakan sekitar 120 ribu orang atau kurang dari 1 persen. Mayoritasnya merupakan pelajar maupun pekerja dari Indonesia, Pakistan, Mesir, Turki, Bangladesh, Srilanka, Afghanistan, Malaysia, Guinea dan tentu saja Jepang.Perbedaan latar belakang dan budaya tersebut sangat terasa tatkala Idul Adha. Masing-masing tampil dengan pakaian asal negaranya. Tatkala bertemu dari negara yang sama, bahasa 'ibu' mereka pun digunakan. Namun bila bertemu jamaah yang berbeda negara, maka bahasa Jepang menjadi pilihan.Satu di antara lokasi yang menyelenggarakan ibadah salat Idul Adha 1437 H (2016) ada di Masjid Mie yang ada di Prefektur Mie, Jepang. Bila pelaksanaan salat Idul Adha di Indonesia dimulai pukul 07.00 atau 08.00 pagi. Berbeda dengan waktu pelaksanaan di Masjid Mie yang baru digelar pukul 09.00 waktu Jepang. Hal ini dimaksudkan agar jamaah yang bermukim cukup jauh dari masjid bisa ikut salat bersama.Bahkan, panitia sempat menambahkan waktu 15 menit dari jadwal semula atau pukul 09.15 demi mengakomodir kedatangan jamaah hingga sekitar 150 orang. Meski tanpa pemotongan hewan kurban usai salat, tak mengurangi makna dan keindahan suasana. Setiap jamaah salat dijamu hidangan berupa nasi basmati plus daging kare. Tidak ketinggalan buah, kue, minuman kaleng, jus dan bubur. Bedanya, jamaah laki-laki dijamu di luar ruangan, sedangkan jamaah perempuan dalam ruangan di lantai dua.Tak lama, satu persatu jamaah mulai meninggalkan masjid untuk beraktivitas seperti hari biasanya. Mengingat momentum Idul Adha belum diakomodir sebagai hari libur nasional di negeri matahari terbit. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads