Beda dan Harus Coba, Wisata Sejarah di Singapura
Selasa, 05 Apr 2016 10:20 WIB
Novi Kusumayanti
Jakarta - Singapura selama ini identik dengan wisata belanja dengan kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan. Ada yang tak kalah seru, yaitu wisata sejarah!Kunjungan saya ke Singapura kali ini memang sengaja hanya untuk menikmati Singapura dan tentunya mencicipi kuliner di sana. Saya memilih penginapan di sekitar Kampong Glam di daerah Bugis dengan pertimbangan banyak pilihan penginapan dengan harga terjangkau, strategis karena tidak jauh dari stasiun MRT dan tersedia aneka makanan halal.Bangunan yang menjadi penanda adalah Mesjid Sultan yang berdiri megah yang dibangun sekitar tahun 1819. Tidak disangka Kampong Glam adalah salah satu tempat bersejarah di Singapura. Di mana terjadi pembauran suku bangsa Melayu dari Malaysia dan beberapa suku dari Indonesia seperti Bugis, Jawa dan lain-lain. Dulunya Kampong Glam adalah desa nelayan di tepian Sungai Rochor.Di Kampong Glam juga terdapat Malay Heritage Center. Ini berisi informasi sejarah dan budaya orang-orang dari Malaysia yang pindah ke Singapura dan Istana Kampong Glam.Sedikit menjauh dari Kampong Glam, wisata sejarah menuju Chinatown. Bagi saya Chinatown adalah contoh pembauran warga dan toleransi beragama. Di lokasi yang berdekatan saya menjumpai Mesjid Chulia, Kuil Sri Mariamman dan Vihara dan Museum Buddha Tooth Relic.Selain tempat ibadah, di Chinatown terdapat Chinatown Heritage Center dan museum yang berisi sejarah dan budaya orang-orang China yang berpindah ke Singapura.Ternyata masih ada tempat bersejarah yang harus saya kunjungi! Saat kembali ke penginapan saya melihat tempat-tempat wisata di Siapura yang dipajang di dinding. Salah satunya adalah Vihara tertua di singapura: Thian Hock Keng di Telok Ayer.Keluar dari stasiun MRT Telok Ayer, saya melihat bangunan unik bergaya Tiongkok di antara bangunan modern. Selintas saya mengira bangunan tersebut adalah restoran terlihat beberapa orang keluar masuk bangunan tersebut dengan berpakaian rapi. Ternyata bangunan tersebut adalah bagian belakang dari Amoy Hotel yang dulunya adalah vihara Fuk Tak Chi. Sekarang bangunan tersebut dijadikan museum dan terbuka untuk umum. Saya berkesempatan masuk ke dalam museum Fuk Tak Chi ini.Dengan berjalan kaki saya menyusuri Jalan Telok Ayer dan sampai di Vihara Thian Hock Keng. Ini adalah Vihara tertua di Singapura. Kalau sekarang terihat Vihara tersebut berlokasi yang padat dan seperti di tengah kota dulunya ternyata lokasi tersebut adalah pantai!Jadi, berkunjung ke Singapura tak sekedar untuk berbelanja. Wisata sejarah pun bisa!












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama