Begini Serunya Rafting di Sungai Pekalen, Jatim
Kamis, 28 Apr 2016 13:30 WIB
Pradikta Kusuma
Jakarta - Sungai dengan arus kencang tak jarang dikelola menjadi spot rafting. Salah satu tempat asyik buat rafting adalah di Sungai Pekalen, Jawa Timur.Sungai Pekalen, terletak 25 km dari Probolinggo, tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan berturut-turut yaitu Kecamatan Tiris, Kecamatan Maron, dan Kecamatan Gading.Bantaran sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Dan kebanyakan grup rafting membagi menjadi 3 bagian, yaitu Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km.Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, panorama alam yang indah, puluhan jeram (grade 2 sampai 3) yang exotic dan menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, tupai dan lain-lain, menjadi daya tarik tersendiri yang dapat kita nikmati. Lokasi sungai pekalen ini sangatlah mudah untuk dijangkau dari kota Surabaya atau kota lainnya. Dari pusat Kota Probolinggo kita bisa meneruskan perjalanan ke arah timur menuju Bondosowoso dan papan reklame tempat rafting ini telah banyak terpasang.Ada beberapa operator rafting di sungai ini dan yang paling terkenal adalah Songa dan Noars. Untuk cerita kali ini bisa saya akan membahas Songa Adventure.Tiba di basecamp, peserta akan dipersilahkan dulu beristirahat sejenak sambil disuguhi makanan kecil berupa pisang rebus dan minuman yang dinamakan Poka, yang terbuat dari teh dicampur jahe, keningar dan kayu manis. Diberi kesempatan juga untuk berganti pakaian dengan pakaian yang memang siap untuk basah karena pasti akan terciprat derasnya air sungai.Kita diwajibkan memakai helm pelindung, jaket pelampung dan membawa dayung yang telah disediakan. Sebelum berangkat kita akan dibagi menjadi tim kecil berisi 5 orang personil, tiap perahu dengan pemandu professional serta diberikan sedikit petunjuk teknis saat kita di atas perahu nanti. Setelah semua siap, mobil pick up telah siap mengantar kita ke tempat start dengan kapasitas 12 orang dengan posisi berdiri. Jalur berkelok kelok di lembah Gunung Lamongan ini sungguh indah. 30 menit kita sampai di pos pemberhentian, mulai dari sini kita diwajibkan berjalan kaki kurang lebih 30 menit melalui jalan berbatu dan menurun terjalWajib berhati-hati saat melintas apalagi jika kita berwisata keluarga dengan ayah, ibu, dan lain-lain seperti saya ini. Tiba di bibir sungai perahu perahu bertumpuk-tumpuk, siap untuk mengantar kita berpetualang menyusuri jeram.Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman, karena berisi udara yang dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram. Sebelum berangkat peserta akan diberi penjelasan singkat tentang cara berarung jeram. Di sini peserta akan dikenalkan dengan beberapa istilah yang dipakai. Seperti "Maju" yang berarti mendayung maju, βMundurβ yang berarti mendayung mundur, βStopβ berarti berhenti mendayung, βKiri Mundurβ yang berarti pendayung kiri mendayung mundur dan pendayung kanan tetap mendayung maju, βKanan Mundurβ berarti pendayung kanan mendayung mundur dan pendayung kiri tetap mendayung maju.Ada pula βPindah Kiri, Kanan, Belakangβ yang berarti peserta harus pindah duduk ke arah yang diperintahkan dan yang paling penting yaitu βBoomβ yang berarti peserta harus duduk di lantai dalam perahu dan mengangkat dayungnya menghadap ke atas. Ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit.Perahu telah siap dan kita mulai perjalanan. Batu besar dan jeram di depan mata telah menghadang, belum ada 10 meter kita sudah mendapat teriakan pemandu βBoomβ, kita langsung bergerak sesuai perintah agar perahu tetap aman.Perasaan deg-degan muncul saat melintasi jeram yang berbahaya ini, batu-batu tajam siap menerpa kepala kita. βAaarrrghhhβ, teriakan saat kita terjun dr jeram ini. Rintangan pertama terlewati, tapi 10 meter kembali kita mendapat βBoomβ kembali, spot jantung pun kembali tersaji. Inilah serunya saat kita bermain rafting. Jeram demi jeram telah sukses kami lewati, dan akhirnya kita melewati celah sempit dengan air terjun serta banyak kelelawar, sungguh indah tempat ini. Biawak sebesar komodo pun melintas seakan menyapa kedatangan kami.Selama perjalanan peserta akan disuguhi indahnya 7 air terjun, di antaranya bernama Air Terjun Angin-angin, gua kelelawar dan struktur batuan alami. Sungguh menakjubkan air terjun yang ada di sana. Masih begitu alami dan airnya jernih dan segar.Apalagi oleh pemandu, peserta sengaja diberhentikan tepat di bawah derasnya guyuran air terjun. Dijamin semua peserta akan langsung dapat merasakan segar dan derasnya guyuran air terjunnya.Melewati air terjun terakhir yang paling besar, perahu kami tepat melintas di bawahnya. Alhasil kepala kami langsung tersiram air dingin bagai sekeras batu.Memang cukup sakit tapi itu kami anggap hanya sebuah terapi pijat. Perahu kami pun langsung di balik oleh pemandu dan kami berenang di tengah sungai. Tetapi untung di lokasi ini air cukup tenang sehingga kami bisa bermain-main air sambil mengabadikan momen indah. Setelah melewati tujuh air terjun, bukan berarti pengarungan sudah selesai. Masih ada jeram yang harus dilewati. Oleh karena itu, kami harus pintar-pintar agar tidak kehabisan tenaga saat di tengah perjalanan. Sesekali akan melewati sungai dengan aliran yang tenang. Di sini, kami bisa menarik napas sambil menikmati pemandangan yang alami. Akan tetapi, kami harus waspada karena instruktur terkadang akan membalikkan perahu karet sehingga awaknya akan tercebur di sungai.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru