Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung

Renky Liniaryadi - detikTravel
Rabu, 01 Jun 2016 14:35 WIB
loading...
Renky Liniaryadi
Bersandar
Foto dulu
Menatap puncak
Mengeksplorasi Krakatau
Indahnya
Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung
Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung
Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung
Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung
Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten & Lampung
Jakarta - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi saksi bersatunya traveler pehobi instagram dari Banten dan Lampung. Sekitar 200-an orang berkumpul dan mengeksplorasi kawasan itu.Bermain dan berinteraksi di sosial media memang mengasyikkan, dari situ kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi, teman baru, komunitas baru, bahkan jodoh. Tapi kurang lengkap rasanya jika tidak bertatap muka langsung dengan teman-teman dari dunia maya.Ada keseruan tersendiri bila baru pertama kali bertemu dengan teman-teman di instagram yang sebelumnya kita pasti sudah menebak-nebak bagaimana suara asli, dan karakternya ketika mengobrol langsung.Instagram sebagai salah satu jejaring sosial secara rutin mengadakan World Wide Insta Meet 13 (WWIM13), yaitu sebuah acara yang mempertemukan pengguna instagram di dunia nyata untuk berinteraksi, bertatap muka secara langsung, atau bisa dibilang kopi darat. Acara ini merupakan yang ke 13, dan dilaksanakan tanggal 24 April 2016 lalu secara serentak di seluruh dunia.Untuk WWIM13 ini temanya adalah #LifeOnEarth yaitu mengajak seluruh instagramer agar lebih sadar dan lebih peduli akan lingkungan dan kelangsungan kehidupan di bumi yang semakin rusak ini dengan melakukan hal yang positif.Untuk konsep dari regional Banten sendiri adalah #KrakatoaConnect yaitu mempertemukan antara instagramer dari Banten sekitar 118 orang dengan Lampung 150 orang di Anak Gunung Krakatau. Dipilihnya gunung tersebut karena posisinya berada di tengah-tengah Selat Sunda, dan konon letusan gunung Krakataulah yang menyebabkan terpisahnya Pulau Jawa dengan Sumatera.Acara WWIM 13 dimulai siang hari dan dilaksanakan di Villa ex Green Garden Anyer. Peserta yang hadir tidak hanya dari Provinsi Banten saja, tapi ada yang dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Komunitas instagram yang hadir antara lain Explore Banten, BantenVidgram, MiniwalkBanten, BantenBanget, Instameet Indonesia, Dagelan, dan MountainParody.Selain sharing antar komunitas, acara ini juga mengadakan Instagram Challenge, seperti memotret dengan mata tertutup menggunakan ponsel, memotret produk, dan juga selfie dengan para peserta. Saat malam hari sekitar pukul 01.00 WIB, semua peserta menaiki kapal yang telah disediakan untuk menyeberang ke Krakatau. Saat itu cuaca mendung disertai dengan kilatan-kilatan petir yang menambah suasana semakin mencekam, untung saja gelombang laut masih bersahabat. Pada pukul 05.00 WIB, semua kapal tiba di Anak Gunung Krakatau. Sayangnya di pulau ini tidak memiliki dermaga, jadi agak sulit untuk berlabuh bagi kapal-kapal yang besar. Para kru kapal pun berjibaku dengan pasang surutnya air laut agar semua penumpang bisa menepi ke daratan.Di Pulau ini terdapat Pos Jaga, jadi para pengunjung harus melapor kepada petugas terlebih dahulu bila memasuki kawasan ini, mengingat Anak Gunung Krakatau adalah Cagar Alam yang dilindungi.Jalur pendakian Anak Gunung Krakatau sangat cocok bagi pemula, karena jarak tempuhnya yang singkat dan medan yang sangat ramah. Untuk menuju ke punggungan gunung, dari pantai dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit melewati hutan pinus lalu menanjak dengan medan pasir hitam dan batuan vulkanik.Jika diperhatikan dari jauh, jalur dan kontur Anak Gunung Krakatau mirip dengan Puncak Gunung Semeru yang berpasir. Maka dari itu disarankan untuk menggunakan sepatu, karena saat siang hari pasirnya terasa panas sekali, dan juga terdapat banyak batuan vulkanik yang cukup tajam.Setelah berjalan kaki 30 menit akan sampai di punggungan Anak Gunung Krakatau. Di sinilah batas aman pengunjung, karena untuk mendaki sampai puncak sangat berbahaya, dengan trek yang miring dan juga ada bahaya gas beracun yang keluar dari kawah.Salah satu tempat terbaik untuk berfoto adalah di sini, karena di sini bisa terlihat jelas puncak Anak Krakatau, Pulau Rakata yang merupakan pecahan induk Gunung Krakatau masa lampau, Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Sabesi di kejauhan. Untuk jalur alternatif turunnya, dari punggungan bisa mengambil arah selatan lalu belok ke kiri. Di jalur ini terlihat bebatuan warna merah yang dimuntahkan dari kawah dan meleleh menjalar ke pantai.Sesampainya di pantai, sebenarnya ada jadwal untuk snorkling Legon Cabe, namun sayang sekali, kami datang terlalu siang sehingga gelombangnya menjadi tinggi, dan dapat membahayakan semuanya. Maka dari itu kami putuskan untuk kembali ke Anyer. Sungguh seru dan layak untuk dikenang!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads