Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis

Hendika Risman - detikTravel
Selasa, 18 Feb 2014 17:30 WIB
loading...
Hendika Risman
Dermaga menuju Pulau Kemaro
Kelenteng di Pulau Kemaro
Kelenteng di Pulau kemaro
Patung dewa
Senja di tengah Sungai Musi
Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis
Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis
Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis
Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis
Pulau Kemaro, Saksi Kisah Cinta Tragis
Jakarta - Pulau Kemaro di Palembang merupakan saksi bisu dari sebuah kisah cinta tragis nan melegenda. Selain kisah cinta tragis, ada juga pohon cinta yang dipercaya banyak pasangan. Datang kesana dan nikmatilah kisahnya.Kota Palembang memang layak menjadi salah satu destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi. Kota ini merupakan saksi atas berjayanya Kerajaan Sriwijaya. Kemashuran kerajaan ini mengundang para pedagang dari Arab dan China untuk melakukan transaksi perdagangan dengan Kerajaan Sriwijaya. Tidak heran memang, kebudayaan lokal Palembang sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan China.Palembang merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumatera. Kota ini patut dimasukkan dalam daftar kota yang harus untuk dikunjungi. Bagitu banyak pesona yang ditawarkan oleh kota ini kepada wisatawan yang datang.Β Berwisata ke Palembang, tidak lepas dari wisata kulinernya yang mampu memanjakan lidah dengan berbagai jenis kuliner. Karena memang di kota ini, tersedia beragam jenis kuliner lokal yang hanya bisa ditemui di Palembang. Sebut saja pempek. Siapa yang tidak tahu dengan kuliner satu ini?Β Selain pempek, ada juga model, tekwan, laksa, burgo, celimpungan, nasi minyak, pindang tulang, pindang patin, berengkes tempoyak, kue delapan jam, kue srikaya. Tidak akan ada habisnya bila kita berbicara mengenai kuliner di kota yang terkenal dengan Jembatan Ampera-nya.Tidak hanya memanjakan lidah dengan kulinernya, berwisata ke Palembang erat kaitannya dengan wisata budaya. Berbagai pilihan objek wisata bisa wisatawan kunjungi di kota ini, salah satunya adalah Pulau Kemaro.Pulau Kemaro adalah sebuah dataran yang terletak di tengah Sungai Musi. Akses menuju ke sana tidaklah sulit. Di dermaga yang berada di bawah Jembatan Ampera (Benteng Kuto Besak), banyak perahu yang disewakan untuk melayani wisatawan yang ingin berkunjung kesana.Β Pulau Kemaro merupakan salah satu objek wisata yang wajib untuk disinggahi. Akan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung, karena untuk menuju ke sana, wisatawan harus naik perahu dan membelah Sungai Musi. Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi dengan rumah-rumah terapung dan kehidupan masyarakat Palembang yang tinggal di sepanjang Sungai Musi.Sesampai di Pulau Kemaro, nuansa pecinaan terlihat jelas dari bangunan yang ada. Di pulau ini memang terdapat kelenteng yang masih digunakan, khususnya ketika Cap Go Meh. Sebagian besar warga Palembang keturunan Tionghoa akan sembahyang di kelenteng ini. Kelenteng yang terletak di tengah pulau dan berdiri gagah merupakan bukti bahwa budaya Tionghoa tumbuh dan berkembang di Palembang.Pulau Kemaro juga identik dengan legenda yang berkembang dan sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat. Alkisah, dahulu kala terdapat puteri raja bernama Siti Fatimah yang disunting oleh bangsawan Tionghoa bernama Tan Bun An. Suatu ketika, Siti Fatimah diajak ke negeri Tiongkok oleh Tan Bun An untuk bertemu dengan keluarganya yang berada disana. Sepulangnya ke Palembang, mereka dihadiahi tujuh buah guci oleh orangtua Tan Bun An.Ketika kapal yang mereka tumpangi sampai di perairan Sungai Musi, Tan Bun An membuka hadiah yang diberikan oleh orang tuanya. Dia sangat kaget karena mengetahui bahwa di guci tersebut hanya berisi sayur-sayuran yang sudah membusuk. Tanpa berpikir panjang lagi, Tan Bun An membuang satu persatu guci tersebut ke Sungai musi.Β Sampai pada guci yang ketujuh, ternyata pecah, dan terdapat emas yang berada di dalamnya. Emas sengaja ditutupi dengan sayuran untuk menghindari ancaman bajak laut. Mengetahui bahwa hadiah dari orang tuanya adalah emas, Tan Bun An langsung menceburkan dirinya ke sungai untuk mengambil guci-guci tersebut.Melihat suaminya yang tidak muncul ke permukaan, Siti Fatimah lalu ikut menceburkan dirinya ke sungai. Namun naas, Keduanya tidak muncul ke permukaan. Oleh karena itu, masyarakat sekitar masih sering datang ke Pulau Kemaro untuk mengenang suami istri tersebut.Selain adanya kelenteng yang berdiri di tengah pulau, di pulau tersebut juga terdapat pohon cinta. Konon katanya, kalau sepasang muda mudi menuliskan namanya di sana, akan berakhir di pelaminan. Selain itu, di dekat kelenteng juga terdapat patung dewa yang sedang memegang emas batangan. Saya tidak tahu dewa apa itu. Beberapa bangunan bernuansa Tionghoa juga ada di sekitar kelenteng.Tidak memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa mengelilingi Pulau Kemaro. Pulau yang merupakan salah satu destinasi wisata andalan kota Palembang ini bisa dikunjungi setiap saat.Saran saya, baiknya ketika kembali dari Pulau Kemaro menuju dermaga lebih baik pada sore hari. Agar bisa melihat pemandangan indah kehidupan masyarakat di sepanjang sungai di kala sore.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads