Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India

Saskia Rajayani - detikTravel
Senin, 18 Jan 2016 10:23 WIB
loading...
Saskia Rajayani
Halaman Depan Taj Mahal
Memakai ini untuk masuk ke Taj Mahal
Deretan pengunjung yang lagi bersantai sejenak di Taj Mahal
kaligrafi di Dinding luar Taj Mahal
Pose Yoga di depan salah satu keajaiban dunia
Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India
Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India
Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India
Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India
Mengagumi Indahnya Kaligrafi & Taj Mahal di India
Jakarta - Taj Mahal di Agra merupakan ikon dari India. Di sana traveler bisa melihat kaligrafi cantik sekaligus mengagumi indahnya Taj Mahal.Ke Paris liat Eiffel, ke Makkah liat Kabah dan ke India liat Taj Mahal. Tidak ada yang tidak kenal Taj Mahal. Dari bangku SD sudah diajari tentang keajaiban dunia.Pasti sebagian besar pelancong yang sudah manapakkan kaki ke India sudah ke tempat ini.Taj Mahal merupakan salah satu tempat yang saya masukkan dalam bucket list saya. Bermimpi untuk menyentuh dinding bangunan ini akhirnya terbayarkan. Keinginan untuk berkunjung ke sini lebih besar daripada menyentuh rangka besinya Eiffel. Bangunan megah yang terletak di Agra ini konon katanya dibangun karena cinta. Tapi di sini, saya tidak akan membahas sejarah bangunan ini, detail bangunan, cinta siapa dan siapa, dan kenapa dimasukkan sebagai salah satu keajaiban dunia. Akan tetapi bagaimana saya akhirnya bisa ke tempat ini. Agra adalah kota yang cukup bagus dan sedikit lebih adem dari Delhi. Untuk mendapatkan kereta ke Agra dari tempat saya harus naik bajaj, lanjut naik metro dan mengitari stasiun yang luas. Untungnya ada teman yang mau membantu mengantar. Mencari tiket ke Agra mirip latihan militer, bangun pagi, tanpa sarapan, naik turun tangga tembus masuk ke gate 3 keluar gate 1. Luar biasa melelahkan.Akhirnya dapat general tiket, harganya 270 Rupee/ 3 orang. Saya menyempatkan untuk membeli air mineral karena sudah terlalu letih naik turun tangga. Kereta berangkat pukul 08:20 pagi dan tiba pukul 14.00 siang. Gerbong yang saya tempati tidak ada tirai jendelanya, lalat eksis, bau ditambah penjual asongan yang datang bergantian. Maklum tiketnya juga tiket general. Tapi nggak masalah yang penting sudah jalan menujuΒ  Agra.Tiba di Stasiun Agra, kami langsung mencari tahu tentang bagaimana cara menuju Taj Mahal. Banyak agen travel, supir taxi, super bajaj yang menawarkan kami untuk ke sana. Setelah mutar-mutar, ada satu supir bajaj yang menawarkan harga miring untuk menuju ke Taj Mahal. Supir bajaj ini sudah tua, tapi bahasa Inggrisnya bagus dan jelas. Deal Rp 10 ribu rupiah saja bertiga!Sekitar 15 menit kami naik bajaj, tibalah di satu jalan yang sempit. Jalan itu menuju pintu masuk Taj Mahal. Jalan tersebut ramai dengan kios-kios yang menjual cendramata dan makanan. Rumah-rumah warga sangat berdempet dan padat. Terlihat anak-anak kecil yang lari ke sana ke mari menawarkan jasa untuk menjadi guide.Kami ke konter tiket. Sebelum kami ke tempat ini, saya bilang ke teman saya kalau besok saya akan mengenakan Sudhitar (baju India) biar keliatan seperti cewek lokal. Modus biar bisa beli tiket yang untuk lokal saja.Bayangkan saja, tiket untuk turis seharga 750 Rupee (Rp 150.000) sementara yang lokal Cuma 20 Rupee alias Eempat ribu saja.Tibalah saya di depan loket berharap si penjual dan memberi tiket yang 20 Rupee itu. Eh tanpa sekata apaun dari saya, dia langsung bertanya dari mana. Langsung saja jawab Indonesia, sambil dia sodorkan tiket 750 Rupee. Misi menyamar pun gagal.Setelah dapat tiketnya, kami disuruh untuk ke ruangan lain buat dikasih alas kaki dan sebotol air mineral. Maklum, untuk masuk ke Taj Mahal nanti alas kaki harus di lepas. Tiba di tempat security check, semua bawaan makanan, spidol, permen, sampai tongsis pun diamankan. Terpaksa harus simpan barang di cloack room plus biaya.Perasaan saya waktu itu sangat exicted, takjub, terpaku tapi nggak sampai harus sujud syukur di depan bangunan. Bangunannya berdiri megah di tengah-tengah taman. Cuaca terik yang membuat saya langsung ikut mengantre masuk ke dalam bangunan. Alas kaki pun dilepas dan diganti dengan alas kaki yang dikasih tadi. Seketika cuaca langsung adem, sejuk saat masuk ke dalam bangunan. Saya mulai berjalan ke sana ke mari, melihat dinding, atap, ubin, dan dua makam yang ada di dalamnya. Jadi, ada dua makam yang dipugar dalam bangunan tersebut. Satu yang berukuran besar, dan satu yang berukuran lebih kecil. Orang-orang mengelilingi makam tersebut, ada beberapa peziarah yang terlihat melempar koin. Entah untuk apa koin-koin tersebut. Setelah saya mendekat berdiri tepat di depan makam, memang terlihat banyak koin yang bertebaran di lantai. Tidak lama kemudian saya keluar melalui pintu belakang. Ternyata ada sungai di sana. Samping kanan Taj Mahal ada masjid yang besar dengan bangunan yang merah.Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba rintik. Waduh, barusan cuacanya terik, pas keluar rintik. Sudah berada di luar bangunan dekat taman, terpaksa saya dan teman saya berteduh di bawah pohon. Semakin lama semakin deras. Kami pun memutuskan untuk berlari menuju bangunan tempat jalan masuk tadi. Berlari-lari pakai sari, hujan-hujanan, basah-basahan, di bawah pohon, di pekarangan Taj Mahal. Mirip adegan di film-film India kan.Pengalaman yang tidak bakal saya lupakan seumur hidup. Mimpi untuk melihat permata seni Islam ini menjadi kenyataan. Mahakarya yang begitu megah dan agung. Tercapai sudah menyambangi Taj Mahal di bucket list saya.Β Tapi saya akan kembali membuat satu wish list yaitu, berkunjung kembali di tempat itu dengan my future husband. Doakan ya, amin!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads