Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang

Widiarini - detikTravel
Rabu, 24 Feb 2016 15:35 WIB
Pemandangan daun Nipah sepanjang sungai Pute
Dermaga rammang - rammang
Wah, ternyata ada rambu - rambu di sungai !
Selamat datang di Kampung Wisata Berua
Dermaga Kampung Berua
Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Barisan Bukit Kapur Mempesona di Rammang-rammang
Jakarta - Kawasan Karst Rammang-rammang di Makassar membuat para wsatawan penasaran. Berkunjung ke sini Anda akan disuguhkan pemandangan bukit kapur yang mengagumkan.Objek Wisata Batu Karst Rammang – rammang atau yang dalam bahasa Makassar berarti awan atau kabut ini berada di gugusan pengunungan kapur di daerah Pangkep, Maros, Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk menuju kemari butuh waktu 2 jam dari pusat Kota Makassar. Tergolong sebagai wisata alam, Rammang – rammang menawarkan banyak objek wisata sebagai pilihan yang dapat dikunjungi wisatawan. Seperti Taman Hutan Batu Kapur, Telaga Bidadari, Gua Bulu Karaka, Gua Telapat tangan, Gua Pasaung, Susur Sungai Pute dan Kampung Berua. Bagi traveler yang mempunyai waktu sempit, paling tidak berkunjunglah ke Kampung Berua dengan cara naek perahu motor kecil menyusuri aliran sungai Pute. Perjalanan dimulai dari Dermaga Rammang – rammang yang ada di hulu sungai Pute.Biasa pengunjung sebelumnya sudah booking perahu dari travel atau jika belum pengunjung dapat langsung nego di tempat. Buat pengunjung yang booking on the spot jangan khawatir. karena kalian bisa nego langsung ke nelayannya dengan kisaran harga Rp 200.000 – Rp 250.000 per perahu PP yang bisa muat maksimal 5 orang.Ternyata Desa Berua ini tergolong desa yang terisolir sebelum menjadi daerah wisata. Karena jalan masuk satu – satunya ke desa ini ya melalui Sungai Pute ini. Sekitar 20 menit untuk mencapai ke Desa Berua naik perahu di tengah terik menyengatnya matahari.Tapi untungnya kita semua diberi caping untuk menghalau sengatan matahari yang menerpa. Sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan epic yang jarang dilihat, yakni gugusan bukit karst dan hutan daun nipah serta tanaman bakau air payau yang berderet menyambut. Uniknya di Sungai Pute ini juga ada rambu – rambu yang mengatur lalu lintas di sungai. Mirip dengan rambu – rambu di darat. Bedanya tidak ada jalanan menanjak dan dilarang parkir saja.Tidak berapa lama kita diberitahu oleh bapak nelayan kalau akan melewati terowongan yang terbuat dari batu karst dan Desa Berua ada dibaliknya. Melewati terowongan kita sampai juga di Dermaga Desa Berua dan disambut dengan angin sepoi – sepoi khas pegunungan. Takjub apabila kita lihat desa yang hanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga saja ini. Nyataanya mampu menjadi magnet bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Inilah desa yang digadang - gadang sebagai desa dengan bukit karst terbesar kedua dunia setelah Guangzhou, Cina.Segar, asri dan hijau menjadi landscape utama Desa Berua ini. Tempat yang tenang, teduh serta deretan bukit kapur yang gagah menantang inilah yang menjadi daya Tarik utamanya. Tapi sayang, menurut informasi perbukitan kapur ini akan segera menjadi bahan utama pembuatan semen dan bahan material lainnya. Sekarang sedang diusahakan agar tetap dipertahankan karena ini merupakan komoditas pariwisata. Entah berhasil atau tidak, kita doakan saja.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads