Menikmati Curug Citambur Langsung dari Mata Airnya
Rabu, 18 Nov 2015 14:30 WIB
Dadank Hasan
Jakarta - Curug Citambur di daerah Cianjur menawarkan kesegaran untuk traveler raih. Namun jangan puas sampai situ saja, telusuri juga sumber mata airnya dan rasakan kesegaran alaminya.Curug Citambur adalah sebuah air terjun yang memiliki ketinggian lebih dari 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pasir Kuda, Cianjur Selatan. Ini kali ketiga saya mengunjungi air terjun ini, tapi kunjungan kali ini bukan untuk menikmati keindahan air terjunnya, tapi rasa penasaraan akan sumber mata air di atas air terjun ini.Menyusuri jalan setapak mendaki gunung yang sangat terjal, dan saat musim hujan kondisi jalan ini tidak bisa dilalui. Sampai di puncak kami mencari sumber air, membelah semak-semak, menyusuri aliran sungai, melewati batu-batuan, serta karang. Sungai yang sangat jernih ini tampak tidak pernah tersentuh manusia, ikan nampak berenang di dasar sungai, capung, dan kupu-kupu beraneka warna juga nampak terbang bebas, menikmati alam yang tidak terjamah manusia.Kemarau panjang sangat membantu petualangan kali ini, debit air yg tidak begitu besar, memudahkan perjalanan menyusuri sungai menuju ujung tebing tempat jatuhnya air yang dikenal sebagai Curug Citambur.Berada di ujung tebing dan melihat ke bawah dari celah-celah akar pohon yang bergantungan di ujung tebing membuat saya takjub akan ciptaan Allah. Hanya di temani suara riak air, suara gumuruh curug dan kicauan burung membuat saya betah berlama-lama menikmati ciptaan Allah.Perjalanan yang cukup menantang ini, memberi kepuasan tersendiri dan sangat menegangkan. Apalagi setelah melihat dari bawah, yang ternyata celah akar yang saya foto hanya tergantung di ujung tebing, dan salah pijakan saja traveler akan langsung jatuh ke bawah.Mari kita menjaga kelestarian alam ini!












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun