Pilihan Pantai Keren Buat Liburan di Desa Sawarna, Banten
Kamis, 26 Nov 2015 14:10 WIB
Zanna Simarmata
Jakarta - Jajaran pantai yang indah tak hanya ada di Bali. Di Banten, tepatnya di Desa Sawarna, terdapat banyak pantai yang mudah dijangkau wisatawan. Keindahannya pun tak kalah dengan Bali.Desa Sawarna terletak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jika memulai perjalanan dari Jakarta bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 7jam. Desa Sawarna memiliki wisata alam pantai, bukit dan gua.Dalam perjalanan ini, kami mengunjungi 5 pantai. Ada Pantai Ciantir, Tanjung Layar, Karang Beureum, Legon Pari dan Karang Taraje. Yang pertama adalah Pantai Tanjung Layar.Disebut Tanjung Layar karena di pantai ini ada 2 batu karang yang menjulang tinggi di tengah laut, dengan bentukmenyerupai layar perahu. Dari pantai ini, jika naik menuju Bukit Senyum kami bisa melihat pemandangan Pantai Ciantir. Pantai Karang Beureum, Legon Pari dan Karang Taraje sebenarnya berada dalam 1 garis pantai. Tapi karakter setiap pantai berbeda-beda. Pantai Legon Pari berada di antara Pantai Karang Beureum dan Karang Taraje.Dari ketiga pantai ini, Legon Pari merupakan yang paling aman untuk dinikmati sebagai tempat pemandian. Jika berjalan ke arah timur dari pantai ini, maka akan tiba di Karang Taraje. Kalau cuaca sedang mendukung, di pantai ini akan terlihat matahari terbit yang sungguh indah.Dari balik dinding karang paling besar di pantai itu, matahari akan naik perlahan. Ombak besar akan menerpa karang besar dan ombaknya turun seperti air terjun.Jika berjalan ke arah barat Pantai Legon Pari, maka akan sampai di Pantai Karang Beureum. Dalam bahasa Sunda, Beureum berarti merah dan memang di pantai ini kami bisa melihat ada batu karang berwarna merah yang berada di tengah-tengah laut yang memecah ombak yang datang. Selain pantai, kami juga mengunjungi sebuah gua, yaitu Gua Lalay. Nama Lalay diambil dari bahasa Sunda yang artinya kelelawar. Dulu di dalam gua banyak kelelawar yang hidup.Suku Baduy sering datang ke gua ini untuk mengambil kelelawar. Gua Lalay sendiri bukan seperti gua biasa yang kering. Gua ini terendam air mulai dari sebetis hingga sepaha, jadi disarankan untuk memakai alas kaki yang nyaman supaya tidak terpeleset saat melintasi gua.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru