Ke Semarang, Jangan Lupa ke Klenteng Sam Poo Kong
Selasa, 08 Des 2015 14:54 WIB
Viktor Stepanus
Jakarta - Salah satu destinasi yang tak bisa dilewatkan saat liburan ke Semarang adalah datang ke Klenteng Sam Poo Kong. Bangunannya unik, sejarahnya keren!Kalau datang dan berwisata ke Kota Semarang, jangan lupa mampir di Klenteng Sam Poo Kong. Mata kita akan tertuju pada sebuah bangunan unik berwarna serba merah layaknya klenteng-klenteng yang diperuntukkan sembahyang. Tapi keunikan desain bangunannya membuat para pengunjungnya merasa seperti berada di negara China.Siapa sangka bangunan unik tersebut ada di Indonesia. Mungkin sebagian orang Indonesia tidak terlalu mengetahui akan keberadaan bangunan ini. Dan sekilas kalau kita foto-foto di depan bangunan ini pasti akan dikira kalau kita sedang ada di luar negeri.Klenteng Sam Poo Kong dulunya adalah tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He/Cheng Ho yang berlokasi di Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang. Di tempat ini hampir keseluruhan bangunan bernuansa merah khas bangunan China.Ketika saya datang ke Sam Poo Kong, ramai sekaliΒ dikunjugi oleh wisatawan lokal dan yang bikin saya heran adalah banyak juga turis mancanegara yang datang ke tempat ini seperti dari Amerika, BrazilΒ dan Negara lainnya. Untuk Harga tiket masuk Kelenteng Sam Po Kong (Cheng ho) sekitar Rp 3.000 untuk wisatawanΒ lokal, dan Rp 15.000 untuk wisatawan mancanegara, belum termasuk biaya parkir kendaraan. Karena tempatnya yang memiliki sedikit pepohonan, lebih baik menyiapkan topi agar tidak kepanasan jika mengunjungi tempat ini di siang hari.Di depan Klenteng terdapat sejumlah patung, termasuk patung Laksamana Cheng Ho yang cukup menarik untuk dinikmati. Di area sekitaran kuil yang cukup luas ada sebagian bangunan ada yang dipagari dan hanya untuk orang-orang yang ingin sembahyang sehingga para wisatawan lokal maupun asing tidak diperkenankan masuk ke dalam kuil.Dan yang perlu kita ketahui adalah Laksamana Cheng Ho merupakan keturunan Persia dan beragama Islam. Tak heran tempat ini ramai dikunjungi oleh mereka yang beragama Islam termasuk para wisatawan yang datang dari China.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru