Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Sep 2015 15:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Ziarah ke Makam Bunda Teresa di Kolkata, India

Makam Bunda Teresa
Makam Bunda Teresa
Di depan Rumah Bunda Teresa
Di depan Rumah Bunda Teresa
Kegiatan para biarawati
Kegiatan para biarawati
Tanda selamat datang
Tanda selamat datang
detikTravel Community - Kisah pengabdian Bunda Teresa kepada kaum sakit dan miskin telah menjadi teladan hidup banyak orang. Jika liburan ke Kolkata di India, traveler bisa wisata ziarah ke makam Bunda Teresa di rumahnya.Kolkata, tepatnya suatu tempat yang bernama Mother Teresa’s House, merupakan rumah di mana Bunda Teresa menghabiskan waktunya sejak tahun 1953 di India. Kolkata (dahulu Calcutta atau Kalkuta) merupakan salah satu kota pelabuhan penting di India yang merupakan ibu kota Benggala.Didirikan Inggris tahun 1690, ditaklukkan kepala daerah Benggala pada 1756, dan direbut kembali oleh Clive pada 1757. Di kota inilah nama Bunda Teresa sangat terkenal dan tidak akan pernah terpisahkan. Bunda Teresa seorang wanita berkewarganegaraan Yugoslavia yang mempunyai nama Baptist Gonxha Agnes Bojaxhiu. Di usianya yang ke delapan belas tahun, ia sudah memulai hidupnya sebagai seorang misionaris dan melamar untuk ikut dalam misi tarekat di Bengala, India. Banyak buku dan majalah, baik yang ditulis oleh penulis Indonesia dan internasional yang menceritakan tentang kehidupan seorang Bunda Teresa dan pelayanannya. Saya masih ingat bagaimana luar biasa pemberitaan di media TV/News saat beliau wafat dan berita tersebut tersiar ke seluruh dunia. Kekaguman terhadap Bunda Teresa membuat saya merencanakan perjalanan ke Kalkuta bersama seorang teman yang juga belum pernah dan rindu untuk melakukan perjalanan backpacking ke Kolkata dan beberapa tempat di India. Perjalanan saya ke India tidak hanya pergi ke Kolkata, namun juga ke beberapa tempat suci yang juga terkenal bagi umat Hindu, Buddha dan Islam. Contohnya yakni Bodhgaya (tempat suci dimana Raja Sidharta Gautama menemukan pencerahan), Sungai Gangga yang juga dikenal sebagai ibu dunia di ajaran kaum Hindu, dan Taj Mahal yang diapit oleh bangunan masjid yang cukup terkenal.Perjalanan menuju Kolkata merupakan suatu pengalaman yang luar biasa, saat itu saya mendapatkan tiket promo PP Jakarta – Kolkata hanya Rp 1,5 juta. Harga yang cukup murah untuk ukuran penerbangan keluar negeri menggunakan pesawat Air Asia. Bagi warga Negara Indonesia yang melakukan visit sebagai turis ke India tidak perlu report mengurus VISA India ke kedutaan Jakarta, karena saat itu sudah berlaku VISA on arrival. Cukup dengan mengisi form data, foto, booking hotel, tiket dan membayar sejumlah uang. Tiba di Bandara Kolkata, Anda akan sedikit terkejut dengan kondisi bandara di sana, di mana begitu keluar bandara traveler akan diserbu oleh para sopir bajaj dan taxi yang menawarkan jasa angkutan buat ke penginapan. Penginapan yang dipilih selama berada di kota Kolkata berada di pusat kota, di mana tidak begitu jauh dari lokasi menuju Mother House yang tepatnya berada di 54 A, AJC Bose Road. Kota Kolkata saat ini merupakan salah satu destinasi yang banyak dikunjungi oleh turis mancanegara, khususnya oleh turis eropa. Tiba di tempat penginapan dengan menggunakan sharing taxi bersama teman, saya mulai mempersiapkan rencana yang akan dilakukan keesokan harinya menuju rumah Bunda Teresa dengan mempelajari peta dan petunjuk yang ada di buku Lonely Planet.Keesokan harinya saya memutuskan untuk berangkat ke rumah Bunda Teresa menggunakan bajaj dengan mencoba menawar biaya bajaj dan menunjukkan secarik kertas ke tempat yang dituju. Akan tetapi tidak ada satu pun yang mau dengan tawaran harga yang saya minta. Saya pun memutuskan untuk mencari rumah tersebut dengan jalan kaki, berbekal peta yang ada. Suasana jalan di kota Kolkata ini cukup ramai dengan bajaj, sepeda motor, mobil, dan bus dengan suara klakson yang luar biasa. Tidak mudah untuk mulai beradaptasi menyusuri jalan di kota Kolkata. Kurang lebih hampir satu jam berjalan kaki, kami pun berhasil menemukan rumah Bunda Teresa. Akhirnya impian saya pun tercapai.Mother House, demikianlah nama dari rumah Bunda Teresa. Sekarang ini adalah rumah bagi para suster yang tergabung dalam tarekat 'Missionaries of Charity.' Di sini juga traveler bisa menemukan kuburan dari Bunda Teresa. Ketika masuk ke dalam bangunan rumah ini dan menyusuri setiap ruangan yang diizinkan, air mata pun tak terasa berlinang. Di sini Anda bisa membaca kisah kehidupan Bunda Teresa beserta foto dan tulisan tangannya dengan kalimat yang luar biasa. Pantaslah kalau dia disebut orang suci.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA