Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara

Clarancs - detikTravel
Minggu, 05 Apr 2015 14:35 WIB
Disemprot oleh Gajah
Memandikan gajah
Wujud rasa terimakasih gajah
Usai memandikan gajah
Memandikan gajah di Langkat
Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Serunya Memandikan Gajah di Langkat, Sumatera Utara
Jakarta - Saat berkunjung ke Sumatera Utara, mampirlah ke kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat. Anda bisa bertemu hewan raksasa ini di pusat konservasi gajah Sumatera, sekaligus berinteraksi dan memandikan mereka. Seru!Gajah-gajah Sumatera yang ada di Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, dirawat di CRU (Conservative Response Unit). Selain sebagai Pusat Konservasi Gajah, di sini traveler juga bisa melakukan aktivitas unik yaitu memandikan gajah.Gajah merupakan hewan mamalia darat terbesar yang masih hidup sampai saat ini. Gajah memiliki volume otak cukup besar serta memiliki daya ingat yang cukup kuat. Namun sayang, populasi mamalia cerdas ini sudah semakin sedikit bahkan mendekati titik punah. Itu semua karena ulah manusia yang memburu gajah untuk mengambil kulit, gading, bahkan jantungnya untuk dijual.Namun, hal itu berbeda dengan gajah-gajah Sumatera yang ada di Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-Gajah disini dirawat di pusat konservasi yakni CRU (Conservative Response Unit). Ada sekitar 8 gajah yang dirawat CRU terdiri dari 7 gajah betina dan 1 gajah jantan. Tiga ekor gajah berasal dari hutan liar, dan 4 lainnya berasal dari Aceh.Di pusat konservasi ini, traveler bisa melakukan aktivitas yang cukup unik yaitu memandikan gajah di Sungai Batangserangan. Awalnya, gajah-gajah digiring menuju ke pinggir sungai oleh para Mahout (sebutan untuk para perawat gajah di CRU). Mereka saling mengaitkan belalai ke ekor gajah yang ada di depannya.Sampai di pinggir sungai, para Mahout memasukkan tangan mereka ke dalam anus gajah. Bukan bermaksud menyakiti, melainkan untuk mengambil kotoran gajah untuk dibuang di darat. Jika hal tersebut tidak dilakukan, gajah akan mengeluarkan kotorannya di sungai yang justru akan mencemarkan air sungai tersebut. Cara ini dinamakan 'Toilet Time'.Setelah sesi 'Toilet Time', gajah digiring ke sungai untuk mulai dimandikan. Setelah menyentuh air, para gajah akan dibiarkan untuk beradaptasi dengai air sungai sekitar 10–15 menit. Selesai beradaptasi, gajah tersebut menghampiri saya dan teman-teman yang sudah siap dengan sikat di tangan. Sisi kanan tubuhnya siap untuk mulai disikat.Awalnya saya masih ragu untuk mendekati gajahnya, namun Mahout yang mengawasi kami mengatakan, "Jangan takut, karena gajah disini sudah biasa berdekatan dengan manusia. Justru mereka malah diam kalau disikat.”Kenyataannya memang demikian. Gajah-gajahnya diam dan menurut sewaktu kami sikat badannya. Semua bagian tubuh gajah boleh disikat kecuali mata. Di sela-sela kami menyikat gajah, para Mahout juga memotong kuku gajah dengan pisau. Setelah sisi kanan selesai disikat dan dibersihkan, gajah akan bangkit dan kembali menghempaskan tubuhnya tapi kali ini berganti dengan sisi yang sebelah kiri.Selesai sesi memandikan gajah, para Mahout punya pertunjukkan yang tidak kalah menarik yaitu saya dan teman-teman bergantian untuk dimandikan oleh gajah. Sensasi disemprot air sungai oleh gajah melalui belalainya menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan oleh saya dan teman-teman. Hal itu menjadi salah satu wujud terimakasih karena kami sudah memandikan gajah-gajah di sini.Selesai dimandikan oleh gajah, kami bisa memberi makan gajah. Makanan yang disediakan berupa pisang, rebung, dan tebu. Sebagai tanda terimakasih karena memberi makan, gajah-gajah disini mencium saya melalui belalainya. Rasa geli akibat hembusan angin dari belalai gajah membalut sekujur tubuh saya.Peralatan memandikan dan memberikan makan gajah sudah disiapkan oleh pihak CRU. Akhir dari sesi memandikan gajah ini adalah kami melihat semua gajah berbaris dan menekuk belalai dan kakinya. Menurut Mahout, hal tersebut adalah wujud rasa terimakasih para gajah dan Mahout kepada wisatawan karena sudah memandikan dan memberi makan gajah di CRU. Berfoto bersama para gajah dan Mahout adalah akhir dari rangkaian aktivitas kami di CRU.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads