Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 10 Apr 2015 15:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menaklukkan Alam Liar di Tangkahan, Sumatera Utara

Elda Nurmalinda
d'Traveler
Alam yang masih asri
Alam yang masih asri
Serunya memandikan gajah di sungai
Serunya memandikan gajah di sungai
Foto bersama ranger dan gajahnya
Foto bersama ranger dan gajahnya
Foto bersama di penginapan
Foto bersama di penginapan
Sungai Batang Serangan
Sungai Batang Serangan
detikTravel Community - Menjelajahi alam liar yang masih sangat terjaga menjadi pilihan sebagian traveler untuk liburan. Satu yang bisa Anda coba untuk taklukkan ada di kawasan ekowisata Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser. Berani? Destinasi pariwisata terbaru yang lokasinya tidak jauh dari kota Medan ini, lagi banyak diperbincangkan oleh masyarakat luas. Ya, tempat wisata yang dimaksud adalah Kawasan Ekowisata Tangkahan. Tangkahan adalah sebuah kawasan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tangkahan diapit oleh Desa Namo Sialang dan Desa Sei Serdang. Tangkahan menawarkan pemandangan yang spektakuler dan udara segar yang menyejukkan, kombinasi dari vegetasi hutan hujan tropis dan topografi yang berbukit. Hal ini menjadikan Tangkahan sebagai tempat yang ideal untuk berwisata. Hutan Tangkahan berada di lahan seluas 792.675 hektar, di ketinggian 3.404 meter di atas permukaan laut dengan temperatur udara 23-32 derajat Celcius. Hutan Tangkahan sangat lebat, berkhas hutan pantai dan hutan hujan tropika yang di dalamnya terdapat beberapa sungai, sumber air panas, lembah, dan air terjun. Ekosistem alamnya sangat indah dan beragam yang meliputi dataran rendah (pantai) hingga pengunungan. Serta terdapat beragam satwa langka yang dilindungi, seperti kucing hutan, harimau Sumatera, rangkong, orang utan, siamang, ular, kupu-kupu, burung, gajah Sumatera, kambing hutan, dan rusa sambar. Selain itu, terdapat tumbuhan pencekik (ara) dan tumbuhan langka lainnya, seperti bunga raksasa 'Rhizanthes zippelnii' yang berdiameter 1,5 meter, bunga rafflesia, dan daun payung raksasa. Untuk dapat berkunjung ke tempat wisata ini para wisatawan diharuskan untuk menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Bandara Internasional Kuala Namu dengan menggunakan Bus Damri sampai Terminal Pinang Baris. Lalu, dilanjutkan dengan Bus Pembangunan Semesta dengan membayar Rp 25.000 untuk sampai di Tangkahan. Sebelum melakukan tour di Tangkahan, wisatawan diharuskan untuk registrasi di Visitor Centre. Setelah itu, barulah anda dapat melakukan check in untuk akomodasi. Di Tangkahan terdapat beberapa penginapan yang ditawarkan kepada pengunjung seperti Tangkahan Inn, Bamboo River Lodge, Jungle Lodge, dan Green Lodge. Untuk harga penginapan berkisar antara Rp. 100.000-170.000. Dengan harga yang sangat terjangkau, namun fasilitas yang ditawarkan tidak mengecewakan, seperti kamar yang dilengkapi kamar mandi dalam, serta full board meal dan juga pelayanan terbaik yang diberikan oleh karyawan yang bekerja di penginapan tersebut. Untuk tour di Tangkahan para wisatawan dapat melakukan aktivitas seperti Tracking Hutan Taman Nasional Gunung Leuser, Memandikan Gajah, Tubing, atau Menunggangi Gajah dengan membeli paket yang ditawarkan mulai dari harga Rp. 1.108.000-10.374.000/3 pax. Karena harga paket tour yang ditawarkan lumayan tinggi, dapat dipastikan kepuasan pelanggan adalah nomer satu. Ranger atau pemandu wisata selama melakukan tour pasti memberikan pelayanan terbaik beserta informasi yang jelas mengenai Tangkahan. Biasanya, para wisatawan mengawali aktivitas tour di tempat ini mulai dari Tracking Hutan TNGL. Tracking ini dilakukan dalam waktu 8 jam sehingga biasa disebut Full Day Track untuk rombongan wisatawan ataupun track yang mudah untuk Family Tracking. Menjelajahi kawasan TNGL dengan luas total area 1.094.692 ha yang merupakan 80% menempati provinsi Aceh dan 20% menempati provinsi Sumatra Utara. Namun, tarcking hanya dilakukan kurang dari 10% dari Bukit Barisan. Selama melakukan tracking wisatawan dapat menemukan berbagai flora dan fauna yang unik di dalam hutan, seperti Pohon Kayu Raja yang konon merupakan pohon yang didewakan oleh masyarakat setempat, karena apabila masyarakat di desa tersebut ada yang ingin meninggal, sehari sebelum arwahnya diangkat, biasanya orang yang ingin meninggal tersebut akan menempati pohon Kayu Raja tersebut. Selain itu flora lain yang dapat ditemukan di hutan ini adalah daun tandalangkup yang dapat digunakan sebagai piring untuk makan, karena daunnya tidak dapat busuk dan mengering. Ada juga pohon Tikus Meranti, pohon Kompas dan masih banyak lainnya. Untuk fauna selama trekking di temukan primata yang bernama Thomas Peak Monkey yang memiliki ciri khas berambut mohak, orang utan, berbagai jenis burung yang saling berkicauan, dan tidak lupa dengan salah satu hewan yang terkadang membuat geli dan takut wisatawan yaitu pacet, oleh karena itu sangat disarankan selama melakukan tracking gunakanlah pakaian yang nyaman agar terlindung dari semak-semak berduri dan juga hewan yang menganggu serta kenakanlah sepatu yang nyaman untuk tracking. Sebelum dijadikan daya tarik wisata, dulunya TNGL ini merupakan tempat terjadinya illegal logging. Namun, karena kerja keras masyarakat lokal untuk terus mengembangkan pariwisata di Tangkahan, berangsur-angsur hilanglah kegiatan illegal logging di hutan tersebut. Kegiatan lainnya yang mengundang rasa ingin tahu wisatawan adalah memandikan gajah serta menunggangi gajah, aktivitas ini biasa dilakukan pada pagi hari sebelumnya wisatawan diharuskan untuk berjalanan menuju CRU (Conservative Response Unit) untuk registrasi program sosialisasi tentang gajah, setelah itu barulah wisatawan dapat memandikan gajah. Memandikan gajah di Tangkahan merupakan salah satu pengalaman yang tidak boleh terlewatkan, karena gajah merupakan icon dari Tangkahan ini. Para wisatawan juga tidak hanya memandikan gajah tetapi wisatawan juga dapat di mandikan oleh gajah dengan cara menyemburkan air dari belalainya yang panjang. Setelah selesai memandikan gajah, para wisatawan dapat memberikan makanan kepada salah satu jenis mamalia yang memiliki badan berukuran jumbo ini, seperti memberikan makanan dengan pisang & tebu. Wisatawan juga dapat menunggangi gajah dengan membayar Rp. 30.000/pax, setelah asyik dengan program sosialisasi terhadap gajah, wisatawan dapat melanjutkan dengan tubing mengarungi sungai Buluh dan Sei Batang Serangan yang terdapat di Tangkahan. Mengarungi sungai dengan menggunakan ban merupakan pengalaman yang mengasyikan, karena para wisatawan merasa tertantang dan juga memacu adrenalin saat melewati arus yang deras dan berbatu pada saat itulah wisatawan diharuskan untuk teriak “BOOMS UP” agar menghindari terbenturnya bagian belakang tubuh kita terhadap bebatuan. Kegiatan tubing ini biasa dilakukan dengan waktu cukup lama sehingga disediakan waktu beristirahat untuk menyantap makanan yang disediakan di tepi sungai, makanan yang akan disantap di design sedemikian rupa dengan berbagai jenis bunga serta dedaunan untuk pelengkapnya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Setelah selesai makan siang, tubing pun dilanjutkan ke zona jumping cliff. Tempat ini dikhususkan bagi wisatawan yang memiliki keberanian lebih untuk melompati tebing yang memiliki ketinggian sekitar 7 m dan kedalaman sungai sedalam 10 m. Namun, tidak perlu khawatir bagi wisatawan yang tidak berani untuk melompati tebing wisatawan dapat menunggu atau hanya sekedar duduk–duduk di pinggiran tebing tersebut. Selain tubing hal yang dapat dilakukan selama kegiatan ini adalah mencoba air panas yang terletak diantara bebatuan besar, merasakan nikmatnya mandi atau sekedar bercanda gurau di bawah percikan air terjun, bahkan wisatawan pun dapat memotret bentang alam selama kegiatan tubing berlangsung tetapi harus dipastikan sediakan waterproof case untuk melindungi gadget anda dari cipratan air. Setelah puas melakukan berbagai macam tour di Tangkahan untuk hari terakhir para wisatawan dapat melakukan kegiatan joining football community dimana para wisatawan diharuskan untuk bermain bola bersama masyarakat lokal. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dapat membentuk jalinan kekeluargaan antara wisatawan dengan masyarakat lokal sehingga para wisatawan dapat belajar tentang kearifan lokal serta budaya masyarakat sekitar bahkan mengenal satu sama lain dari kalangan masyarakat di Tangkahan. Satu hal yang tidak boleh Anda lupakan setelah kunjungan wisata anda selesai adalah Tangkahan merupakan surga tersembunyi yang terletak di Provinsi Sumatra Utara, tempat ini perlu di kembangkan sehingga makin banyak wisatawan yang datang untuk mengunjungi tempat ini dan tetaplah jaga flora & fauna yang terdapat di dalamnya karena suatu saat nanti kita pasti membutuhkan mereka untuk kelestarian alam ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA