Menelusuri Sisi Mistis Gunung Lawu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Menelusuri Sisi Mistis Gunung Lawu

Rusyadi Azhar Harahap - detikTravel
Jumat, 02 Jan 2015 11:13 WIB
loading...
Rusyadi Azhar Harahap
Pemandangan dari atas Gunung Lawu
Suasana pendakian Gunung Lawu
Perjalanan mendaki Gunung Lawu
Menelusuri Sisi Mistis Gunung Lawu
Menelusuri Sisi Mistis Gunung Lawu
Menelusuri Sisi Mistis Gunung Lawu
Jakarta - Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur punya lanskap alam yang menawan. Di balik itu, gunung ini terkenal mistis karena banyaknya 'sesajen' yang bisa Anda temui saat mendaki.Kebosanan mulai melanda pikiran saya beberapa hari ini. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kebetulan saja seorang teman menawarkan perjalanan yang menurut saya sangat menyenangkan. kebetulan sekali saya sudah hampir dua bulan tidak naik gunung.Perjalanan ini saya mulai dari Kota Yogyakarta mengendarai sepeda motor kami menuju Magetan, Jawa Timur. Kami berangkat pukul 22.00 WIB. Sampai di Klaten ban motor kami bocor, terpaksa harus menambal dan istirahat sejenak.Tepat pada pukul 23.00 WIB kami meneruskan perjalanan dan akhirnya pukul 01.00 WIB kami sampai di daerah wisata Tawangmangu. Setelah sedikit menikmati kopi di warung dan merasakan dinginnya udara kami meneruskan perjalanan menuju pos pendakian.Disini semuanya dimulai. Tepat pukul 02.15 WIB kami memulai perjalanan menuju puncak Gunung Lawu yang terkenal dengan dinginnya yang super hebat. Saya sendiri tidak membawa sleeping bag dikarenakan saya lupa menaruhnya.Perjalanan dimulai, kami mulai membelah hutan belantara melewati pohon-pohon yang rindang. Senjata saya pada dini hari itu adalah sarung. Sarung memang senjata ampuh melawan dingin.Setelah berjalan kurang lebih dua jam kami sampai di pos 2. Kami akhirnya memutuskan untuk berhenti dan mendirikan tenda karena lapar dan ngantuk sudah menyerang.Kebetulan kami tidak terlalu mengejar matahari terbit. Jadi ini memang perjalanan santai untuk melihat keindahan Sang Pencipta. Tepat pukul 04.30 WIB kami semua sudah terlelap setelah memasak beberapa makanan pengganjal perut.Pagi itu terlihat cerah sekali, banyak suara pendaki yang lewat. Saya terbangun dan segera membangunkan rekan saya. Kami kesiangan! Jam telah menunjukkan pukul 10.00 WIB.Kami segera bersiap merapihkan segalanya dan tak lupa menyeduh kopi. Tiada nikmat yang paling indah selain menyeduh kopi di pagi hari apalagi sambil melihat keindahan alam.Pukul 11.00 WIB kami meneruskan perjalanan menuju puncak, cuaca yang terik tidak terlalu mengangggu kami. Maklum kami sudah biasa berpanas-panasan. Lagipula panasnya tidak terasa karena udaranya yang dingin.Kabut tebal menyelimuti perjalanan kami. Sungguh indah dan luar biasa ketenangan yang diberikan gunung lawu. Sepanjang perjalanan saya melihat lokasi-lokasi yang biasa kita sebut sebagai lokasi 'persembahan' sesajen yang banyak bertebaran dimana-mana.Tak salah memang Gunung Lawu disebut sebagai gunung yang angker dan merupakan tempat berkumpulnya makhluk-makhluk lainnya. Dupa bertebaran dimana-mana membuat saya sedikit aneh melihatnya.Akhirnya kami sampai di pos 5, sedikit lagi menuju puncak. Kami istirahat 5 menit. Perjalanan kami lanjutkan. Sepanjang jalan menuju puncak saya melihat sebuah ketenangan yang sangat nyaman membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan ketenangan jiwa.Alhamdulillah puncak idaman tercapai sujud syukur langsung dilakukan sembari mulut terus menyebut nama-Nya. Saat turun dari puncak saya tidak sengaja melihat jejak kaki yang mirip dengan anjing, kucing atau sebagainya.Saya berpikir di sini tidak mungkin ada kucing, di sini dingin sekali. Lalu anjing, tidak ada, saya tidak menemukan anjing selama saya di sini. Lalu saya berpikir apakah itu harimau?Saya diam dan tak banyak bicara apalagi berpikir yang aneh-aneh. Kemudian perjalanan turun saya lanjutkan. Terima kasih Gunung Lawu, kau begitu baik dalam memberikan ketenangan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads