Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh

Dhiana Puspitasari - detikTravel
Senin, 19 Jan 2015 14:41 WIB
loading...
Dhiana Puspitasari
Hamparan karpet hijau alam di punggung Bukit Menoreh
Menikmati seteguk teh khas Bukit Menoreh
Mencoba memetik teh di kebun teh Menoreh
Kebun Teh Menoreh milik Bapak Purwanto
Sejuknya hamparan kebun teh di sudut barat Kota Yogyakarta
Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh
Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh
Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh
Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh
Sensasi Seteguk Teh Putih di Kebun Teh Menoreh
Jakarta - Melihat kebun teh sudah biasa, namun apa rasanya jika Anda diberi kesempatan mereguk segelas teh hangat hasil memetik sendiri? Pasti rasanya luar biasa sedapnya.Kerinduan memanjakan mata di hamparan hijau kebun teh membawa langkahku menuju sebuah tujuan yang belum pernah ku kunjungi walau berada di kota yang sama. Kebun Teh Menoreh belum sepopuler kebun teh lainnya seperti kebun teh Pagilaran di Pekalongan, Kebun Teh Kemuning di Karanganyar atau kebun teh di Wonosobo.Menuju ke lokasi kebun teh ini, tidaklah sulit. Jaraknya sekitar 42 km dari jantung kota Jogja, melalui jalur barat di Godean (Sleman) menuju Kalibawang (Kulonprogo) selanjutnya masuk ke jalur utama Samigaluh. Sampai di Pasar Plono, Desa Pagerharjo, ambil arah kanan menuju Dusun Tritis. Jalur ini merupakan jalur alternatif menuju puncak Suroloyo.Sesampainya di atas sebuah pemandangan menyegarkan mata menyambut kami. Hamparan hijau di sekeliling pegunungan seperti hamparan karpet yang di gelar. Tiupan angin pegunungan menyejukkan badan mengurangi gerahnya panas terik matahari.Dari satu punggung bukit kami beranjak menuju sebuah sudut yang lain. Jalan lumayan menanjak. Sampai pada ebuah tikungan kami membaca papan penunjuk jalan "Kebun Teh". Kami membelokkan roda mobil menuju pekarangan sebuah rumah mungil yang bersih yang selanjutnya kami tahu itu milik Bapak Purwanto.Ibu Purwanto keluar menyambut kami, bersalaman dengan keramahan khas masyarakat pedesaan Jogja. Kemudian ibu menyuguhkan segelas teh oloong hasil olahan sendiri bersama dengan sepiring gorengan tahu isi. Setelah dipersilakan, kami segera mencicipi teh yang disuguhkan ibu Purwanto.Kecapan pertama kami merasakan sensasi rasa yang berbeda dengan teh yang biasa kami minum. Ada rasa pahit, sepat dan sedikit berasa gosong (orang jawa bilang "sangit). Setelah kami tanyakan kepada ibu ternyata rasa sangit ini karena dalam pengolahannya teh ini digoreng sangan yaitu goreng tanpa minyak di atas bara panas dan tidak dijemur.Kami hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil menikmati teh itu di teras rumah dan di antara hmprn kebun teh yang mengelilingi rumah. Bagi yang ingin merasakan wisata yang berbeda di kota Yogyakarta, destinasi ini wajib Anda coba.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads