Chiang Rai, Yang Wajib Dikunjungi Selain Bangkok
Senin, 02 Feb 2015 14:33 WIB
Kata Waktu
Jakarta - Seringnya, wisatawan datang ke Bangkok dan sekitarnya saja saat liburan ke Thailand. Padahal ada banyak kota cantik yang bisa didatangi. Salah satunya Chiang Rai. Salah satu kunjungan resmi yang tidak boleh terlewatkan ketika berada di Thailand adalah Golden Clock Tower di pusat Kota Chiang Rai, sebelah utara Thailand.Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari hotel kami yang bersih, Baan Mai, ke Golden clock Tower. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 19.50 dan 10 menit lagi kami akan menikmati pertunjukkan gratis di Kota Chiang Rai yang mulai senyap di malam hari.Ketika jarum jam menunjukkan pukul 20.00 tepat, kami pun melihat Golden Clock Tower di pusat kota dengan ketinggian sekitar 15 m yang dihiasi oleh pernak-pernik serpihan cermin yang cukup rumit dan didominasi warna emas khas Thailand.Musik khas Thailand mengiringi tarian boneka cantik yang menari keluar dari dalam jam tersebut. Beragam lampu hias turut mempercantik Golden Clock Tower dan menghiasi malam di pusat kota. Tidak banyak wisatawan yang menonton malam itu, ya hanya kami berlima saja.Dalam hitungan menit, hiburan gratis tersebut selesai. Boneka cantik khas Thailand kembali masuk kedalam jam emas tersebut. Jadi ingat sebuah jam yang ada di dalam sebuah mal di daerah Jakarta Selatan.Setelah selesai menikmati Golden Clock Tower, kami bergegas menuju ke pasar malam yang masih di kawasan pusat kota. Beragam makanan unik dijual di pasar malam ini, mulai dari kalajengking goreng, jangkring goreng, ulat goreng, belalang goreng, kodok mentah, dan lain-lain.Masyarakat Thailand memang menggemari cemilan unik tersebut dan kami bebas mengabadikan melalui lensa kamera kami. Di tengah pasar malam juga ada sebuah panggung hiburan dengan penari dan penyanyi yang membawakan beberapa lagu dalam bahasa Thailand.Di sini pengunjung bebas menari bersama beberapa penari yang memang disediakan oleh pemerintah kota sebagai penarik pengunjung. Kalau di Indonesia, mungkin bisa disamakan seperti pertunjukan tari ronggeng atau tayub dimana penonton boleh menari bersama para penari tersebut.Di ujung pasar malam, ada sebuah kedai makanan muslim yang halal. Semangkuk tom yam dan nasi putih dihargai 200 Baht (Rp 77.000). Rasa lapar pun hilang dan kami kembali ke hotel.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan