Cantik! Pantai Pasir Putih di Nusa Dua Bali
Minggu, 15 Feb 2015 12:30 WIB
Darwance Law
Jakarta - Nama Nusa Dua di selatan Pulau Bali ini sangat familiar. Selain menyajikan pemandangan pantai pasir putih cantik, Nusa Dua juga terkenal oleh beragam bangunan berstandar internasional.Acara resmi kenegaraan, partai politik, seni, dan beragam jenis acara lain, kerap dihelat di sini. Saat berada di Pulau Bali dulu, saya pun ingin sekali menginjakkan kaki di kawasan ini. Alhamdulillah, keinginan itu tercapai juga.Penasaran? Ini cerita singkat saya dan seorang kawan saat bertandang sejenak di Nusa Dua. Hari itu, adalah hari ketujuh kami dalam agenda 'petualangan satu minggu Bali-Lombok, sebelum akhirnya kami pulang ke Yogyakarta keesokan harinya.Saya, Adam, Hendry, dan Ridho, sepakat untuk mengisi hari penghujung itu untuk mengitari objek wisata yang letaknya tak jauh dari Pantai Kuta, tempat dimana kami menginap.Sesuai rencana, tempat yang akan kami datangai adalah Pantai Sanur, Pantai Tanjung Benoa, dan Pantai Nusa Dua.Β Bagaimana tidak, kami ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri, serupa apa daerah yang sering dijadikan sebagai tempat perhelatan berupa-rupa acara berkelas dunia ituMatahari sangat menggigit kulit siang itu. Sementara Hendry dan Ridho kembali ke arah Pantai Kuta, saya dan Adam malah berbelok memasuki jalan Tol Laut Mandara. Sekilas, jalan tol unik ini sangat kecil.Tapi, cukup jauh juga sebelum akhirnya sepeda motor yang membawa kami keluar dari area tol, memasuki jalan biasa menuju Pantai Nusa Dua. Melihat suasana Pulau Bali di bagian ini, saya jadi ingat cerita Putu Dian Pratiwi, seorang teman yang memang asli orang Bali.Ceritanya, Pulau Bali itu hanya memusatkan pembangunan di bagian selatan, sementara di bagian lain, terutama bagian utara, seolah tak dihiraukan. Dian ada benarnya.Sepanjang jalan, yang saya lihat adalah kemegahan Pulau Bali dengan rupa banguan aneka jenis dan bentuk. Mulai dari ruko, hotel, resort, dan jenis bangunan lain. Semakin mendekati lokasi yang hendak kami tuju, semakin agresif rasanya pembangunan di Pulau Dewata.Sebelum sampai di Nusa Dua, terlebih dahulu kami singgah di Pantai Tanjung Benoa. Alasannya, sepertinya pantai ini jauh lebih dekat untuk dijangkau. Setelahnya, barulah kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Nusa Dua, sebelum akhirnya pulang ke penginapan kami di Pantai Kuta.Mulanya, kami sedikit agak ragu saat hendak memasuki area Nusa Dua. Bagaimana tidak, kesan pertama yang kami dapati di depan area ini adalah eksklusifnya kawasan. Pintu gerbang khas Pulau Dewata yang menjulang, menyambut kedatangan kami.Pelan-pelan, Adam menginjak pedal gas sepeda motor, mengikuti rambu-rambu jalan yang tersedia lengkap di area ini. Semakin dalam, semakin mewah rasanya tempat ini. Isinya hotel kelas dunia semua.Setiap pintu utama hotel dijaga oleh satuan pengamanan lebih dari satu orang, hingga beberapa orang polisi. Untungnya, mereka bersikap santai, tak ada kesan intimidasi pada pengunjung yang datang.Setelah mengitari kawasan Nusa Dua, tiba-tiba kami saling bertanya, Mana pantainya ini? Bukankah Nusa Dua itu ada pantainya? Seraya terus membawa sepeda motor dengan pelan, belok sana belok sini, sampailah kami di sebuah ujung jalan.Orang-orang cukup ramai di situ. Dugaan kami, mungkin inilah kawasan berupa pantai di Nusa Dua. Dugaan kami diperkuat dengan warung-warung setengah sederhana yang menjajakan makanan seperti warung-warung di tempat wisata Indonesia lain pada umumnya.Dugaan kami benar, dan inilah Pantai Nusa Dua yang kami cari-cari. Sepeda motor sewaan seharga Rp 50.000/hari itu segera kami letakkan ditempat parkir, lalu bergegas menuju area pantai.Di pantai, sejumlah wisatawan terlihat ada yang sedang berjalan-jalan menelusuri bibir pantai, mandi, bahkan ada yang hanya duduk-duduk saja menikmati keelokan Nusa Dua.Di sebelah barat yang berbatasan langsung dengan Pantai Tanjung Benoa, matahari sore tampak mulai redup. Dari kejauhan, tampak hotel-hotel dan resort yang berdiri gagah di sepanjang Pantai Tanjung Benoa.Sepeti biasa, saya dan Adam langsung mengeluarkan kamera, mengambil posisi yang tepat, sebelum akhirnya mengabadikan diri kami dengan latar belakang panaroma Nusa Dua yang khas. Setidaknya Pantai Nusa Dua ada dua bagian.Bagian Barat yang berhadapan dengan Pantai Tanjung Benoa, dabn bagian Timur yang kalau tidak salah berujung pada sebuah padang golf. Di tengah-tengah kedua bagian itu, ada semacam pulau kecil yang ditumbuhi pohon-pohon yang hijau.Itulah cerita liburan singkat kami di Pantai Nusa Dua, sebelum akhirnya kembali hendak menyaksikan sunset di Pantai Kuta. Oh iya, sebelumnya sempat pula kami menikmati senja di Pantai Jimbaran. Salam selalu untuk Pulau Bali!Β












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru