Jakarta - Candi Borobudur di Magelang merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Tak ayal, candi ini selalu ramai wisatawan baik dalam dan luar negeri kapan saja. Sejarah, arsitektur dan pesonanya tak pernah pudar ditelan zaman.Borobudur adalah candi bagi umat Budha yang berada di Magelang, Jawa Tengah. Walaupun, masih banyak yang mengira bahwa candi ini berada di Yogyakarta. Pernah menjadi salah satu 7 keajaiban dunia, Borobudur masih menunjukkan pesonanya dengan tetap menarik banyak wisatawan untuk berkunjung setiap tahunnya.Borobudur terdiri dari persegi-persegi besar yang disusun menumpuk menyerupai piramida di Mesir. Tangga berada di tiap sisi persegi, dengan pengaturan jalur naik dan turun yang dipisah. Hal ini diharapkan tidak terjadinya tumbukan arus pengunjung naik dan turun candi.Anda tidak perlu khawatir mengalami kebosanan, karena terdapat ukiran yang bercerita tentang Dewa dan kehidupan masyarakat di masa lalu, tentang hewan peliharaan mereka serta uniknya tumbuhan yang ada di masa itu. Ukiran tersebut dipahat di batu berbentuk balok seperti bata, dan disusun membentuk dinding.Tidak jarang satu objek ukiran disusun dari beberapa balok batu layaknya puzzle. Sayangnya tidak ditemukan guide di area Borobudur yang dapat memberikan penjelasan lebih jauh pada pengunjung tentang objek candi ini.Selain itu terdapat stupa dan patung dewa yang disusun secara rapi di pinggir tiap tingkatan candi. Beberapa dari patung tersebut sudah rusak dimakan usia. Tentu pengunjung diharapkan untuk tidak memanjat atau merusak stupa atau patung tersebut, agar kekayaan masa lalu ini tetap terjaga.Cobalah menaiki candi menggunakan tangga hingga tingkatan paling atas, maka Anda akan dapat menikmati keindahan Kota Magelang dari sudut pandang yang berbeda.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan











































Komentar Terbanyak
Ketika Ijazah Wakil Presiden Indonesia Dipajang Abadi di Kampus Top Belanda
Viral, Turis Indonesia Diduga Beri Makan Plastik ke Rusa di Nara Park
Liburan di Bali, Turis China Kehilangan Perhiasan Senilai Rp 178 Jutaan