Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat

Muhammad Catur Nugraha - detikTravel
Rabu, 25 Mar 2015 13:15 WIB
loading...
Muhammad Catur Nugraha
Awal jalur berupa hutan bambu
Jalurnya masih rapat
Sunrise di Gunung Lembu
Berdiri di atas awan
Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat
Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat
Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat
Gunung Lembu, Pilihan Naik Gunung di Jawa Barat
Jakarta - Gunung Lembu yang terletak di Purwakarta bisa masuk dalam daftar gunung di Jawa Barat yang bisa didaki. Perjalanan yang seru dan pemandangan yang indah menjadikan gunung ini tempat sempurna untuk liburan. Terdapat 2 cara untuk mencapai ke titik awal pendakian gunung ini yaitu naik kereta dan naik bis. Jika kita naik kereta caranya adalah dari Stasiun Jakarta Kota naik Kereta Lokal Purwakarta dengan ongkos yang sangat-sangat murah yakni hanya Rp 3.000.Jam keberangkatannya adalah 09.45, turun di Stasiun Purwakarta, lama perjalanan 2.5-3 jam. Dari Stasiun Purwakarta dilanjutkan dengan mencarter mobil bak terbuka dengan ongkos Rp 250.000, turun di Desa Panyindangan tepatnya di depan kantor desa/pos tani Gunung lembu.Jika naik bus, dari Terminal Kampung Rambutan naik Bus Warga Baru dengan ongkos Rp 20.000, turun di Terminal Ciganea Purwakarta. Dari sana lanjutkan dengan mencarter angkot atau mobil bak terbuka dengan ongkos Rp 150.000-200.000. Turun di Desa Panyindangan tepatnya di depan kantor desa/pos tani Gunung Lembu.Pada 7-8 Februari 2015, saya dan rekan-rekan satu kantor yang mempunyai hobi yang sama bersama Komunitas Backpacker Jakarta melakukan pendakian ke Gunung Lembu. Untuk mencapai Gunung Lembu kami menggunakan opsi yang pertama yaitu naik kereta karena dengan opsi ini biaya perjalanan menjadi jauh lebih murah. Sesampainya di Desa Panyindangan kami melapor diri kepada Pak Lurah untuk melakukan pendakian, kami menyerahkan nama-nama dalam kelompok kami beserta nomor yang bisa dihubungi.Awal pendakian kami melalui jalur yang langsung menanjak, di kanan kiri jalur ini adalah hutan bambu di mana banyak sekali nyamuk yang sangat menganggu perjalanan. Oleh karena itu di awal pendakian sangat disarankan menggunakan lotion anti nyamuk. Setelah melewati rumpun bambu yang lebat kami menemui tempat yang cukup lapang untuk beristirahat setelah itu kami lanjutkan perjalanan di mana jalur kini cukup bersahabat.Di tengah perjalanan hujan turun dengan derasnya disertai dengan petir yang menyambar membuat kami harus berhenti untuk menunggu hujan reda. Sebab setelah hutan maka kita akan melewati sebuah tempat layaknya jembatan di mana kanan kiri adalah jurang dan tempat tersebut sangat terbuka jadi jika dipaksakan terus berjalan dengan kondisi seperti itu sangat membahayakan.Hujan akhirnya reda, kami meneruskan lagi perjalanan melewati "jembatan", di sini harus hati-hati karena jalur menjadi licin selepas hujan dan jurang di kanan kiri. Namun pemandangannya sangat indah di mana kanan kiri mata memandang adalah Waduk Jatiluhur yang sangat luas.Setelah melewati jembatan, kami melewati sebuah petilasan dan terdapat satu makam di depannya, konon petilasan tersebut ialah petilasan Eyang Surya Kencana. Setelah petilasan jalur kembali menanjak dan sangat licin, dibutuhkan webbing untuk memudahkan jalan bagi kami. Akhirnya sampailah kami di sebuah tempat yang cukup lapang untuk mendirikan tenda, kami membangun sekitar 6 tenda untuk menampung kami yang berjumlah 22 orang.Malam hari tak banyak aktifitas yang bisa kami lakukan selain makan malam sebab hujan masih rintik-rintik. Apabila cuaca bagus maka kita bisa melihat kelap-kelip lampu dari karamba yang menyala di malam hari.Pagi hari kami semua menuju sebuah batu pandang tempat di mana untuk menyaksikan Waduk Jatiluhur secara keselurahan. Tidak hanya itu kita juga bisa melihat sunrise, Gunung Parang dan pemandangan indah lainnya. Kami sangat bersyukur karena pagi itu cuaca cukup bersahabat sehingga semuanya terlihat begitu indah.Puas menyaksikan keindahan Waduk Jatiluhur dari ketinggian kami kembali ke bawah dan pulang ke Jakarta membawa sebuah cerita yang indah.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads