Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba

Isyana Gusdiannisa - detikTravel
Rabu, 17 Des 2014 15:05 WIB
loading...
Isyana Gusdiannisa
Di atas tebing Pantai Mandorak
Sunset dari atas tebing Pantai Mandorak
Pemandangan yang terlihat dimulai saat mata terbuka
Sudut keindahan lain Pantai Mandorak.jpg
saya dan 2 host super kocak bin usil - Vicky & Densu
Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Serunya Jadi Co-Host My Trip My Adventure Ke Sumba
Jakarta - Indonesia punya destinasi wisata yang berlimpah, seperti Pulau Sumba di NTT contohnya. Apalagi, kalau berkesempatan jalan-jalan keliling pulau ini dengan jadi Co-Host program My Trip My Adventure. Banyak pengalaman seru!Sore itu, saya baru aja menginjakkan kaki di kamar. Setelah sekian kalinya, saya menerima telpon dari nomor yang tidak dikenal hari ini. Kali ini ternyata bukan dari pihak asuransi, tetapi salah satu kru Trans TV yang mengabarkan ke saya, kalau saya akhirnya terpilih jadi pemenang ke Sumba.Sepertinya perlu saya perjelas: Saya Menang CO-HOST MY TRIP MY ADVENTURE ke Sumba! Yes! Rasanya sudah ingin teriak sambil salto di tempat saja. Tetapi saya memilih untuk menahan diri, daripada nanti malah dianggep tidak waras dan batal jadi pemenang.Setelah berbagai 'ujian' yang saya hadapi sebelumnya, tantangan selanjutnya adalah izin cuti 3 hari saat H-3 keberangkatan, yang butuh usaha luar biasa. Dengan bantuan doa dari Mama dan teman-teman, akhirnya saya dapet izin juga. It feels like an early surprise birthday gift for me. Awesome!Hari yang ditunggu-tunggu dengan cerah ceria tapi gugup pun datang juga. H+1 Setelah ulang tahun, berangkatlah saya pagi-pagi buta ke Bandara Soetta. Saya berangkat bareng PIC dari Advan dengan flight Jakarta-Bali pukul 05.00 WIB. Dari Bali, kami melanjutkan perjalanan pukul 12.00 Wita, full team dengan kru Trans Tv, termasuk 2 host MTMA, Vicky Nitinegoro dan Denny Sumargo.Akhirnya, setelah perjalanan panjang, sampailah kami di Sumba Barat. Suasananya mengingatkan saya saat saya datang ke Dili, Timor Leste, 3 tahun lalu. Well, mereka berdua masih terhitung tetangga juga sih, jadi wajar.Tujuan pertama kami adalah Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya. Dari airport ke pantai ini cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan nyaris tanpa macet, berjarak sekitar 42 Km dari Tambolaka, Ibukota kabupaten Sumba Barat Daya.Rombongan kami melewati jalan berkelok-kelok di atas bukit, naik dan turun sampai akhirnya di suatu daerah yang semakin jarang terdapat rumah penduduk ataupun kendaraan bermotor, jauh dari kota dan keramaian, kanan kiri dipenuhi dengan ilalang dan tanpa lampu jalan.Lebih banyak penduduk lokal yang berjalan kaki sambil menuntun Kerbaunya pulang dan berhenti untuk memandangi mobil kami yang lewat. Sampai akhirnya kami tiba di salah satu tebing tinggi Pantai Mandorak. Tempat yang terkenal dengan pemandangan sunset-nya yang super. Dan terbukti, di sini keren banget sunsetnya, totally!Menikmati sunset dengan suara ombak air pasang yang bertabrakan dengan bebatuan dan tebing-tebing di sepanjang pantai, airnya yang jernih biru kehijauan, pasir putih, langit yang terasa luas dan tebing yang cantik. What a wonderful sight! Pantai Mandorak seperti surga kecil tak terjamah di balik tebing.Akhirnya malam pertama kami tinggal di salah satu rumah warga asing anggota foundation asing yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Rumahnya merupakan bangunan dengan konsep rumah adat dengan beberapa modifikasi, menghadap ke arah laut dengan teras kayu tanpa atap.Ternyata pemandangan dahsyat tidak hanya saat sunset, pemandangan malamnya pun juga tidak kalah memikat. Saya seperti berdiri dengan teropong bintang tak terlihat. Langitnya jernih, bintang-bintang bermunculan semakin jelas memenuhi seluruh lembaran langit malam. Percaya deh, ini kece banget!Malam ini, Saya seperti bangsa Na'vi yang hidup dalam film Avatar. Tidur berselimutkan bintang di langit lepas ternyata indah juga. Kami tidur di atas hammock yang ternyata nyaman juga buat tidur nyenyak hingga pagi menjelang.Pagi hari kedua kami mulai dengan berburu gurita. Wah, baru mendengar namanya saja sudah bikin lapar. Dengan perahu nelayan, kami berangkat melaut dan mulai berburu gurita. Hmm.. Pagi-pagi ombaknya sudah besar saja, keras menerjang, khas pantai selatan. Perahu kru Trans TV sampai sempat terbalik beberapa kali.Toh, akhirnya kami pun ikut serta nyebur ke laut dengan para nelayan untuk berburu gurita. Sudah kesekian kalinya, tapi lagi-lagi saya kena dikerjain Deny Sumargo dan Vicky. Tidak tahu saya yang terlalu gampang dikerjain, atau mereka yang sudah kompak dan terlatih untuk mengusili orang. Saya mau saja gitu disuruh ikutan kumur-kumur air laut. Katanya biar menyatu dengan laut, jadi tidak mabuk laut. Saya tertipu!Anyway, air lautnya memang bersih, dingin dan segar banget pokoknya. Begitu air lautnya menyentuh kulit, pasti bawaannya langsung pengen menyeburkan diri. Di bagian ini nyaris tidak ada terumbu karang, memang tidak cocok untuk snorkeling, tapi ini memudahkan para nelayan untuk berburu gurita yang hanya dengan modal google dan tombak, serta tentunya kemampuan menyelam.Oh iya, google alias kacamata renang yang dipakai nelayan asli sini tidak ada duanya loh, karena handmade alias dibuat sendiri, sesuai dengan ukuran mata dan kepala mereka masing-masing. Cool sekali! Akhirnya, dengan bantuan nelayan, dari 2 gurita yang terlihat, kami berhasil menangkap 1 gurita.Yeah! perburuan pun selesai, kami kembali ke tepian pantai. Joe salah satu pemilik penginapan, akhirnya memasakkan gurita yang kami dapat untuk makan siang. Nikmat sekali...
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads