Festival Calcotada, Festival Unik dari Catalan
Rabu, 30 Jul 2014 09:30 WIB
Mahesa.krishna
Jakarta - Daerah Catalan di Spanyol tidak hanya terkenal dengan klub Sepakbola Barcelona saja. Ada berbagai hal menarik di sana, baik keindahan arsitektur bangunan ataupun ragam budaya unik. Salah satunya adalah Festival Calcotada, apa itu?Malam tadi, tiba-tiba Profesor saya mengumumkan bahwa di kampungnya akan diadakan Festival Calcotada, festival makan semacam bawang bakar khas Cataluna. Jika yang tertarik ikutan, maka bisa mendaftar dan memberikan kontribusi dana untuk pembelian makanan dan minuman."Wah, menarik sekali! Okay, Professor. I am in!" Saya pun menyanggupinya.Plaza depan rumah profesor disulap menjadi ruang makan raksasa, dimana semua warga sekitar berkumpul. Para pria sibuk menyiapkan makanan yang dibakar. Sedangkan para wanita mempersiapkan perlengkapan makanan dan minuman. Kami pun bersiap di meja yang panjang dengan kapasitas sekitar 20 orang.Untuk makan calcot (sejenis bawang) ini, diperlukan celemek makan, karena akan sangat berantakan. Cara makannya dengan menggunakan tangan kosong, bagian daun bawang yang gosong, ditarik ke bawah dan bagian yang bersih langsung dimakan. Rasanya, hangat, gurih dan khas banget bawangnya. Enak !Selalu akan ada Vino (anggur merah) dalam semua acara pesta, termasuk Festival Calcotada ini. Vinonya enak sekali. Red wine lokal. Halus dan hangat sekali.Cara minum juga spesial, tidak boleh pakai gelas, harus dari botolnya langsung, makanya bentuk wadah anggurnya unik sekali. Setelah makan bawang, ada daging bakar (barbeque) yang gede banget. Ada yang sapi, ada juga yang babi. Tentunya saya pilih yang sapi.Rasanya juga ngga kalah dengan rasa daging bakar di restoran! Yang paling super bikin enak adalah rasa kebersamaannya. Luar biasa sekali rasanya. Kapan nih bisa gabung di Calcotada berikutnya ?












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah