Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Kampung Halamanmu

Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo

Yogaku Puspita Rini Sagal - detikTravel
Rabu, 06 Agu 2014 15:58 WIB
loading...
Yogaku Puspita Rini Sagal
Hijau sawah mengiringi perjalanan saya
Relief pertempuran antara Subali - Mahesasura dan Lembusura
Pintu masuk Gua Kiskenda
Salah satu stalaktit Gua Kiskenda
Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo
Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo
Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo
Gua Kiskenda dari Kisah Ramayana Ada di Kulonprogo
Jakarta - Kampung halaman di Kulonprogo, punya banyak tempat yang asyik untuk dikunjungi. Gua Kiskenda yang disebutkan dalam kisah Ramayana, ternyata sungguhan ada di Kulonprogo dan bisa didatangi wisatawan.Lebaran telah tiba, saatnya pulang kampung dan menikmati suasana desa yang menyenangkan. Menjelajahi setiap sisi-sisi kampung halaman yang masih sangat kental dengan kesederhanaan merupakan hal menyenangkan yang tidak pernah saya lewatkan. Salah satu hal mengasyikkan yang saya lakukan adalah menjelajahi Kulonprogo, kebetulan desa saya tepat berada di sisi timur Kali Progo, tepatnya di Kecamatan Minggir.Saya dan Kaki Menoreh layaknya kutub utara dan selatan sebuah magnet, tarik menarik. Eksotisme wilayah yang berada di bagian paling barat DI Yogyakarta ini memang tidak bisa diremehkan. Banyak hal tersembunyi yang mungkin tidak pernah orang bayangkan sebelumnya.Saya menghabiskan waktu dua hari untuk menjelajahi beberapa tempat di Kulonprogo ini. Berbeda dengan tempat wisata lain di Yogyakarta, tempat wisata di Kulonprogo tidak sampai membuat macet jalanan. Ini salah satu hal menyenangkan yang wajib saya syukuri.Hari pertama saya dan adik saya memutuskan untuk menemukan Gua Kiskenda. Tempat wisata ini sudah lama ingin saya datangi. Awalnya, saya kira Gua Kiskenda hanyalah nama tempat yang ada di cerita perwayangan Ramayana, tempat Mahesasura dan Lembusura tinggal dan tempat pertempuran antara keduanya melawan Subali. Namun ternyata, Gua Kiskenda adalah secuil keindahan nyata di perut Bukit Menoreh.Goa eksotis ini berada sekitar 16 km dari Kecamatan Minggir, Sleman atau sekitar 37 km dari pusat Kota Yogyakarta. Jika para wisatawan datang dari Kota Yogya, maka kalian hanya harus mengambil jalan lurus ke arah Godean dan ke arah Kentheng. Dari Kentheng, kalian juga masih harus lurus mengikuti papan petunjuk jalan yang sudah ada. Papan petunjuk jalan tersebut akan menghantar kalian sampai ke goa ini.Menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Minggir tidak lantas membuat saya bosan. Setiap kilometer yang saya lalui menyuguhkan pemandangan hijau yang menyegarkan. Hamparan sawah yang luas dan Perbukitan Menoreh yang mirip Buddha tidur itu mampu melepas segala kepenatan yang ada. Kejutan-kejutan yang ada setelah tanjakan demi tanjakan terlewati menjadikan perjalanan saya sempurna. Hingga tak terasa sebuah taman bermain dengan beberapa orang yang sedang bermain-main di sana membuat saya penasaran dengan tempat ini. Ternyata benar, inilah tujuan saya. Gua Kiskenda.Kompleks tempat wisata Gua Kiskenda ini tidak hanya sekedar gua. Di sekitarnya terdapat area bermain anak, bumi perkemahan dan pendopo untuk berkumpul bersama. Untuk masuk ke gua ini, saya hanya harus membayar biaya retribusi sebesar Rp 3.000 per orang dan biaya parkir sebesar Rp 2.000 per motor. Murah kan?Untuk mencapai Gua Kiskenda sendiri, saya harus turun melewati anak tangga yang sudah dibuat rapi dan satu taman bermain. Nanti, akan ada papan petunjuk yang bisa membimbing menuju lokasi. Di kanan kiri pintu masuk gua, terdapat relief cerita perwayangan yang mengisahkan tentang pertempuran Subali dan Sugriwa, serta pintu masuk gua itu sendiri yang bertuliskan "Gua Kiskenda."Tanpa pikir panjang, saya langsung menjelajahi goa itu. Beberapa anak tangga menyambut kedatangan saya. Semakin turun, tangga tersebut semakin licin dan gua semakin gelap. Selanjutnya, untuk melintasi gua ini, pengunjung dapat melewati jalan cor semen yang dilengkapi dengan pegangan yang telah dibuat warga. Jalan ini sangat membantu karena mengingat kondisi gua yang gelap.Beberapa lampu di pasang di dalam gua untuk sedikit membantu para wisatawan menjelajah seluruh isi gua. Setelah masuk ke dalam gua, stalaktit dan stalakmit cantik pun turut menyambut kedatangan saya dan pengunjung lainnya. Stalaktit dan stalakmit ini kebanyakan masih hidup dan masih meneteskan air. Hal inilah yang membuat permukaan gua ini selalu lembab, basah dan licin.Selain memiliki stalaktit dan stalakmit yang mempesona, ternyata gua ini juga merupakan tempat pertapaan. Paling tidak ada 9 titik pertapaan di sepanjang 1,5 km panjang gua. Setiap titik tersebut berusaha saya datangi sebisa saya dan alhasil, hampir seluruh sisi gua berhasil saya tilik.Secara keseluruhan, Gua Kiskenda merupakan salah satu gua terbaik yang pernah saya kunjungi di DIY. Selain memiliki nilai sejarah yang dikaitkan dengan cerita perwayangan Ramayana, gua ini juga memiliki eksotisme tersendiri yang membuat saya berdecak kagum tanpa henti selama penyusuran dilakukan.Setelah puas melakukan penyusuran gua dan menikmati keajaiban perut bumi tersebut, saya segera keluar. Tidak terasa, hampir satu jam saya larut dalam eksotisme gua di cerita Ramayana tersebut. Hingga pada akhinya saya memutuskan untuk pulang.Mengunjungi Gua Kiskenda ternyata bukan pengalaman yang buruk. Ini salah satu ide paling cemerlang di liburan kali ini. Tempatnya yang tak jauh dari rumah, pemandangan yang disajikan ketika menuju k esana, cerita Ramayanan yang kental dan eksotisme stalaktit dan stalakmit yang luar biasa menjadi rangkaian cerita liburan yang menyenangkan. Mau coba?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads