Perjuangan Pulang ke Kampung Halaman Cianjur
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Serunya Kampung Halamanmu

Perjuangan Pulang ke Kampung Halaman Cianjur

Shanty Surawijaya - detikTravel
Kamis, 14 Agu 2014 15:33 WIB
loading...
Shanty Surawijaya
Hijaunya sawah di Cianjur
Main di sawah.
Perjuangan Pulang ke Kampung Halaman Cianjur
Perjuangan Pulang ke Kampung Halaman Cianjur
Jakarta - Cianjur, kota penghasil beras di Jawa Barat ini selalu merindukan untuk dikunjungi. Meskipun, terkadang butuh perjuangan untuk pulang kampung ke sana di saat Lebaran. Cuaca sejuk membuat setiap orang betah berlama-lama.Mudik tahun ini berkesan sekali. Setelah beberapa tahun tidak mudik, kali ini saya, si kecil, dan keluarga bisa mudik bareng di hari pertama Lebaran dengan menggunakan kendaraan bermotor. Meski berbahaya dan cuaca lagi tidak menentu, kita nekat mudik ke Cianjur dengan menggunakan motor.Alhasil, kita beberapa kali kehujanan dan berhenti. Untuk perjalan pergi mudik jalanan sepi dan lancar banget sampai tidak terasa capek. Mungkin yang lain masih sibuk silahturahmi kali ya.Sesampai di Cianjur disambutlah kita dengan udara sejuk, pemandangan indah dan nggak ketinggalan juga senyum, sapa lembut orang Sunda. Tidak lama kita sudah disediakan makan, walaupun menunya sederhana ikan asin, lalap dan sambal. Tapi karena makannya ramai-ramai dan cuaca di sana dingin, jadi terasa nikmat.Kita tidak lama menginap di sana dan rasanya sedih. Ingin berlama-lama berkumpul dengan keluarga di sana, tapi si kecil rewel dan akhirnya kita pulang di siang hari. Tapi sebelumnya pasti foto-foto dulu. Setelah itu baru kita jalan.Jalanan mulai padat merayap, dari Cipanas sampai Bogor macetnya luar biasa. Kita sampai kehujanan di Bogor karena tidak bisa jalan sama sekali dan terjebak di tengah-tengah, yang saya pikirkan si kecil takut sakit karena kehujanan.Saya rela nggak pakai jas hujan untuk menutupi kepala anak saya, dan dengan polosnya anak saya menghempas-hempas tangannya keluar bermain air hujan. Itu menjadi perhatian orang-orang di belakang saya. Mereka bilang, "Ya ampun itu bayi, itu ada baby, anaknya kehujanan Bu."Saya merasa menjadi orang tua yang bodoh. Tapi setelah saya lihat di sekililing saya, ternyata banyak orang tua yang lebih nekat bawa anak-anaknya mudik dengan motor, dengan bawaan yang tidak semestinya. Bener-bener banyak pengorbanan ya buat kita semua mudik ke kampung halaman.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads