Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar

Suryani Amin - detikTravel
Jumat, 22 Agu 2014 10:50 WIB
loading...
Suryani Amin
pemandangan dari bibir pantai Kapopposang
Angel Jobs dengan 17 tahun pengalaman penyelaman
siap untuk petualangan bawah laut Kapopposang
penyelam Scubadubidu dan Oye DIve Makassar
bertiga, siap masuk kekdealaman
Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar
Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar
Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar
Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar
Pulau Kapopposang, Surga Bawah Laut di Dekat Makassar
Jakarta - Siapa sangka di dekat kota Makassar, tepatnya di Pangkep, ada spot dengan pemandangan bawah laut yang indah. Namanya Pulau Kapopposang, cocok untuk snorkeling sampai diving.Buat saya, paling tidak ada dua syarat untuk dive yang berkesan: spot yang bagus dan teman seperjalanan yang menyenangkan. Keduanya terpenuhi dalam trip singkat ke Pulau Kapopposang.Di akhir pekan pertama setelah Lebaran, sekaligus memanfaatkan momen liburan, kali ini saya bergabung bersama 7 teman penyelam Scubadubidu Makassar dan Oye Dive.Pulau Kapopposang merupakan salah satu dari ratusan pulau kecil di jajaran Spermonde Selat Makassar. Terletak di Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan. Dengan titik pemberangkatan dari dermaga Popsa di Pantai Losari, Makassar.Perjalanan dilakukan naik speedboat kurang dari 2 jam. Perjalanan pulang dan kembali ke Makassar dilakukan hari yang sama. Kapopposang merupakan salah satu kawasan konservasi perairran. Pesona bawah airnya cantik dengan pantai landai yang bersih. Β Langit yang cerah, dingin pagi dan ombak yang tenang menyambut. Teman-teman membalut Β diri dengan jaket masing-masing demi menghalau dinginnya udara dari speedboat yang melaju. Tertawa bersama berbagi cerita lucu sedikit Β membantu mengalihkan dingin yang menusuk.Kurang dari dua jam, bibir pantai Β berpasir putih menyambut. Kondisinya masih seperti yang terekam dalam ingatan saat beberapa tahun lalu berada ditempat ini. Setelah Β melakukan stretching dan gear up, bersiap melakukan penyelaman.Peserta trip kali ini istimewa, dari variasi dive log. Dari yang telah belasan tahun berpengalaman melakukan penyelaman, hingga baru saja memulai petualangan bawah lautnya. Sebagian besar merupakan peminat dan pegiat fotografi. Hmm, menyenangkan rasanya berada di tengah komunitas ini.Di penyelaman pertama, meskipun ombak cukup terasa di permukaan, tidak ada arus di bawah. Jadi nyaman, bahkan untuk penyelam pemula sekalipun. Delapan penyelam mulai melakukan penelusuran bawah laut Kapposang. Sebagian turun lebih dari 30 meter dan sebagian lagi mempertahanan kedalaman kurang dari angka tersebut.Obyeknya berupa cliff dan cave kecil. Cliff-nya ideal untuk peminat deep dive. Perubahan suhu yang semakin dingin terasa begitu masuk ke kedalaman. Biotanya berupa ikan kecil berwarna-warni dan beberapa jenis sea fan berbagai ukuran. Di perairan dangkal, sedikit berpasir.Kondisi coral nya sebagian besar masih bagus, dengan warna-warni cerah tertangkap kamera. Namun, beberapa bagiannya menyisakan jejak perilaku penangkapan ikan yang merusak ditandai dengan pecahan karang. Kurang dari lima puluh menit menyusur cliff, kembali ke permukaan.Β Masa surface interval dihabiskan di atas pasir pantai Kapopposang yang bersih. Sebagian memilih berbaring menghadap laut di atas kursi pantai, sebagian lagi sibuk melakukan sesi foto darat sembari terus melepas tawa.Sisi pantai tempat beristirahat persis di depan resort, banyak ditumbuhi pepohohan rindang. Sangat membantu menghindari terik matahari langsung buat kulit yang lokal yang secara genetik tanning alami.Shark point adalah tujuan penyelaman kedua. Ditempuh hanya beberapa menit dari bibir pantai. Sesuai namanya, disini konon jenis shark tertentu kerap menampakkan diri. Dari atas boat, karang nya jelas terlihat dari air laut yang nampak jernih.Hanya tujuh penyelam yang turun. Beberapa teman menyaksikan Moray Eel dan beberapa penyu dalam jarak yang saling berdekatan. Sayangnya, tidak ada hiu yang nampak. Setelah seluruh penyelam kembali ke permukaan, boat kembali diarahkan ke bibir pantai Kapopposang untuk beristirahat makan siang sebelum Β bersiap untuk kembali pulang.Terlalu singkat rasanya trip ini. Masih banyak spot yang belum terselami. Cukup saja untuk mengobati kangen udara laut, suara gelembung udara, hening di kedalaman dan hangatnya matahari. Namun, saya percaya dan bersyukur akan memberi jalan untuk kembali."The voice of the sea speaks to the soul. The touch of the sea is sensuous, enfolding the body in its soft, close embrace.” - Kate Chopin, The Awakening.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads