Bali? Bukan, Ini Pura Penataran Agung di Pulau Bangka
Minggu, 07 Sep 2014 14:55 WIB

Darwance Law
Jakarta - Pura dengan arsitektur cantik tidak hanya bisa kita jumpai di pulau Bali saja. Siapa sangka di Pulau Bangka ada pura cantik yang bisa dikunjungi juga oleh para traveler. Namanaya Pura Penataran Agung, cantiknya maksimal!Selain pantai-pantai yang terkenal cantik dengan ciri khas batu-batu granitnya, Pulau Bangka juga menawarkan objek wisata lain untuk dikunjungi para pelancong. Salah satunya adalah wisata religi, seperti masjid-masjid berarsitektur unik, kelenteng yang bertebaran disana, termasuk pula gereja berusia tua. Selain itu, di Pulau Bangka juga terdapat beberapa pura sebagai tempat ibadah umat Hindu.Sekalipun umat Hindu di daerah ini sedikit sekali jumlahnya, namun bukan berarti mereka tak bisa mendirikan tempat ibadah semacam pura. Bahkan, tempat ibadah mereka akhir-akhir ini ramai dikunjungi sejumlah wisatawan yang berlibur ke Pulau Bangka, seperti yang terjadi di Pura Penataran Agung yang terletak di tepi pantai ini.Saya mengetahui perihal pura ini dari sejumlah display picture sejumlah teman di kontak smartphone saya. Mulanya saya mengira teman saya itu sedang berada di Pulau Bali, sehingga saya pun tak bertanya lebih jauh perihal foto dirinya dengan latar belakang sebuah pura itu. Namun, saya menjadi penasaran manakala beberapa hari berikutnya, teman lain juga memasang display picture dengan latar yang sama dengan teman saya sebelumnya.Lantas, saya pun bertanya perihal pura itu. Betapa terkejutnya ketika teman saya itu mengatakan bahwa itu adalah pura yang ada di Pulau Bangka, bukan di Pulau Bali sebagaimana yang saya sangka sebelumnya. Maka, saat pulang ke Pulau Bangka, di sela-sela kesibukan, saya mencuri-curi waktu mencari dimana letak pura itu. Setelah bertanya pada seorang teman yang dulu sempat saya lihat sempat berpose dengan latar belakang pura.Awalnya saya datang seorang diri, mengendarai sepeda motor matik milik Umak (Bahasa Bangka yang artinya Ibu). Dengan sangat mudah saya berhasil menemui pura itu. Hari itu hari Senin, pagi menjelang siang. Pura tampak sepi, hanya ada beberapa orang pekerja yang entah sedang mengerjakan apa tak jauh dari komplek pura.Saya hendak masuk, namun dua ekor anjing berhasil menyiutkan nyali saya. Maklum, pengalaman tak mengenakkan saya dengan hewan itu membuat saya super trauma bila berjumpa dengan mereka. Akhirnya, saya cuma mengambil beberapa foto dari luar pura.Selang beberapa jam kemudian, saya kembali lagi ke pura itu. Kali ini dengan seorang teman, Bowo Prasetyo, yang dulu pun setahu saya pernah memajang fotonya dengan latar belakang pura ini sebagai display picture smartphone-nya. Harapan saya, semoga dengan seorang teman setidaknya ketakutan saya terhadap anjing sedikit berkurang, sekalipun teman saya itu tampaknya tak jauh berbeda dengan saya.Dia takut anjing pula tampaknya, terlihat dari matanya yang sesekali melirik dua ekor anjing yang kali ini sudah berpindah lokasi. Dengan modal nekad melawan rasa takut terhadap anjing, jadilah siang di bawah terik matahri itu saya melihat-lihat keelokan Pura Penataran Agung di Pangkalpinang ini.Pura yang mulai dibangun pada tahun 2009 ini terletak di Jalan Tanjung Bunga arah Pantai Pasirpadi di Pangkalpinang, berdiri diatas tanah seluas 35 are, dikelola Yayasan Bhakti Kerti Hindu Dharma (YBKHD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebuah yayasan yang membawahi kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar lebih dari 1500 warga pemeluk agama Hindu di Bangka. Sebagian besar dari mereka merupakan para transmigran yang datang dari Pulau Bali yang mayoritas pemeluknya beragama Hindu. Hanya saja, yang tinggal di Pulau Bangka hanya sekitar 150 KK, selebihnya yang 250 kk tinggal di Pulau Belitung.Dulu, pemerintah kota Pangkalpinang sebagai pusat pemerintahan Kepulauan Bangka Belitung memang berencana menjadikan kawasan Tanjung Bunga sebagai objek wisata baru dengan membangun kawasan wisata terpadu religi. Pura Penataran Agung ini merupakan bangunan religi pertama berdiri di kawasan ini sekaligus menjadi yang paling banyak dikunjungi wisatawan, terlebih masyarakat Pulau Bangka sendiri yang ingin merasakan sensasi Pulau Bali, tanpa harus datang ke Pulau Dewata itu.Saat bertandang kesana, saya pun sempat melihat para petugas kebersihan dari dinas terkait sedang membersihakan sampah yang selama ini bertebaran di sepanjang jalan menuju Tanjung Bunga. Pohon-pohon cemara laut atau pohon ru yang berbaris rapi menyambut kedatangan kita di Pura Penataran Agung. Anda harus mencoba datang ke sini satu saat nanti traveler!
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta