Asyiknya Malam Mingguan di Taman Bungkul, Surabaya
Selasa, 16 Sep 2014 10:16 WIB
rizkichuk
Jakarta - Kota Surabaya sudah mulai dikenal hijau berkat taman-taman kotanya. Para traveler yang weekend ini kebingungan mau ke mana di Surabaya bisa mencoba menghabiskan waktu di Taman Kota. Taman Bungkul jadi destinasi tepat!Solo traveling ke Kota Pahlawan, wajib berkunjung ke Taman Bungkul. Semuanya berawal dari rasa penasaran saya terhadap taman terbaik se-Asia itu. Setelah bertanya seorang warga di depan Balai Kota Surabaya, dari informasinya jarak menuju Taman Bungkul sejauh kurang lebih 10 kilometer. Setelah menikmati senja di Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, saya langsung berjalan menuju ke arah Jalan Raya Darmo.Β Saya berjalan kaki sambil menikmati suasana kala itu. Saya masih bertanya-tanya apakah akan berjalan terus menuju kesana. Tiba-tiba ada line (angkot) berhenti. Saya pun menanyakan kepada supirnya. Lalu naik kendaraan tersebut menuju Taman Bungkul.Β Hanya 10 menit saja saya tiba. Saya mengelilingi taman itu. Sebuah taman yang menurut saya tidak terlalu luas, pohon-pohon rindang, ornamen hiasan, dan lampu penerangan yang semakin mempercantik tempat itu. Banyak tempat duduk tersedia disana. Di bagian tengahnya ada tempat khusus yang sepertinya berfungsi untuk tempat kegiatan formal, karena saya melihat ada tarub dan kursi disana.Lalu di bagian belakang, justru tempat yang ramai dengan pedagang dan warung tenda. Beragam jenis makanan dan barang ada dijual disini. Lalu, ada sebuah musholla dan makam. Saya menyempatkan masuk ke area yang dipagar tersebut untuk sholat maghrib dan istirahat.Saya semakin simpatik karena pertama kalinya saya mengunjungi taman dimana disitu ada makam pula. Makam Mbah Bungkul. Di kawasan makam, suasana tenang dan historis. Sementara di luar sana, suasanya ramai dipenuhi orang-orang.Setelahnya, saya kembali berjalan memutari taman tersebut. Ada fasilitas khusus anak muda yaitu arena skate dan telepon umum. Ada aturan di taman itu, ada plang bergambar yang melarang untuk mengendarai sepeda, menginjak rumput, dan berpacaran. Nyatanya, banyak anak-anak muda yang mojok disana. Ada pula orang yang menjual souvenir dan orang yang berkeliling membawa daftar menu menawarkan minuman.Saya duduk di tengah taman itu. Semakin ramai orang-orang berdatangan. Meskipun tiada teman, keramaian di sana menghapus kesendirian saya. Tepat saja, solo traveling ke Surabaya wajib mengunjungi Taman Bungkul di malam minggu.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru