Sunrise di Gunung Ijen, Saat Mentari Hangatkan Banyuwangi
Jumat, 25 Apr 2014 15:32 WIB
rizkichuk
Jakarta - Akhir pekan adalah waktu yang pas untuk berburu sunrise di puncak gunung. Yang patut dicoba kali ini adalah sunrise di puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Wisatawan juga bisa melihat api biru Ijen yang terkenal.Pakaian berlapis, jaket, kupluk, dan sarung tangan sudah dipakai. Semuanya siap. Pukul 02.00 WIB dini hari kami berangkat dari penginapan menuju pos Paltuding.Sesampainya di sana, ada banyak sekali kendaraan terparkir rapi. Kebetulan waktu itu hari minggu. Begitu turun dari elf, kami mulai berjalan dengan membawa minuman dan senter. Di pos tersebut, jarak menuju puncak Ijen kurang lebih 3 km. Suasana gelap namun dipenuhi orang-orang.Jalan menuju Ijen adalah tanah berpasir. Beberapa ratus meter pertama, konturnya landai. Jalur dipenuhi orang-orang segala usia. Anak muda, anak kecil, bahkan orang tua. Cahaya senter menerangi jalan yang kami lalui.Tak lama, kontur jalan makin menanjak. Sesekali saya dan rombongan berhenti sejenak dan minum karena merasa lelah, sambil melihat bintang, sorotan senter, dan mendengar gerak langkah kaki orang-orang di sana. Banyak bintang bertaburan di langit, melengkapi momen kala itu.Sampailah kami di Pos Bunder, dan masih 1 km lagi menuju Ijen. Kami semakin bersemangat. Untungnya udara di sana masih taraf normal dinginnya, bahkan saya merasa hangat dengan berlapis pakaian yang saya pakai.Jalanan di atas justru malah datar, dan kadang ada sedikit tanjakan. Pemandangannya pun makin indah. Lampu menyala berwana kuning jingga di bawah sana. Ada satu bintang kejora, dengan gunung di sebelahnya.Akhirnya kami tiba di puncak Ijen. Wah, seperti pasar saja. Dimana-mana dipenuhi banyak orang entah darimana saja. Sama seperti saya, pastinya mereka punya tujuan mengunjungi tempat ini. Pastinya untuk melihat api biru di Kawah Ijen.Api biru tampak di bawah sana, tepat di atas kawah. Terlihat kecil sekali dari atas. Beberapa orang menuju tempat terdekat untuk melihat api tersebut. Saya heran mengapa orang bisa menuju kesana, padahal jalannya menurun dan kondisinya mungkin jalan setapak.Menurut saya berbahaya, karena saya melihat ada larangan untuk menuju ke bawah sana. Karena ada batas untuk tempat kita menikmati api biru tersebut.Langit mulai cerah. Rona matahari mulai menunjukkan eksistensinya. Saya menuju puncak untuk memburu sunrise pagi itu. Berjalan sampai melewati bukit yang berada di arah timur. Semakin cepat, semakin cerah.Mulai mempertanyakan dimana spot terbaik menikmati sunrise. Melewati semak-semak, akhirnya saya tiba di tempat tersebut. Tempat dimana bisa melihat matahari sepenuhnya tanpa tertutup bukit yang saya lewati tadi.Di timur sana, cahaya Surya menyala menyinari garis pantai dan Taman Nasional Baluran di bawah sana. Kawah berwarna hijau di mulut Ijen luas membentang seperti danau. Indahnya!












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh