Asyiknya Liburan Sehari ke Pulau Pahawang
Sabtu, 07 Jun 2014 10:34 WIB
Anggi Agistia
Jakarta - Akhir pekan adalah saat tepat untuk liburan. Salah satu destinasi yang bisa didatangi adalah Pulau Pahawang di Lampung. Seharian liburan di sana, super seru!Liburan singkat bermodal nekad! Ttu rasanya kata yang pas untuk menggambarkan liburan minggu lalu. Perjalanan kereta hampir 9 jam terbayar oleh pemandangan yang memanjakan mata di Pulau Pahawang.Perjalanan malam menurut saya memang waktu paling menyenangkan untuk memulai liburan, terutama jika perjalanan itu menghabiskan waktu cukup lama. Dari pengalaman kemarin, jadwal kereta api di Sumatera ini memang sedikit berantakan. Mulai dari jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 21.00, kereta baru datang sekitar pukul 22.00. Begitu juga dengan waktu kedatangan yang seharusnya tiba pukul 04.00 kenyataannya baru tiba jam 07.00.Sesampainya di stasiun kami menelepon travel yang sudah kami booking sehari sebelumnya. Teluk Kiluan jadi tujuan kami berlibur pada awalnya. Tapi melihat keadaan yang tidak memungkinkan antara waktu dan jarak tempuh, akhirnya Pulau Pahawang kami pilih sebagai alternatif penggantinya.Waktu tempuh dari stasiun menuju pantai kami habiskan kurang lebih 1 jam lamanya. Di sana kami sudah disambut oleh bapak pemilih perahu lengkap dengan peralatan snorkeling untuk menjelajak 4 spot keindahan bawah lautnya Pahawang. Yey!Rasa mual mulai menyerang dari awal perjalanan karena speedboat yang membawa kami melaju sangat kencang. Spot pertama kami di Tanjung Putus. Spot lainnya kami pergi snorkeling ke Pahawang Kecil, Pahawang Besar dan Batu Mandi. Secara keseluruhan menurut saya pemandangan bawah laut di sini bagus. Air yang biru jernih ditambah karang yang cukup dangkal membuat kami bisa menyaksikan keindahannya dengan lebih jelas. Keindahan bawah laut Pahawang Besar masih menunggu kami dengan tenang. Di sini mata kami masih dimanjakan dengan keindahan karang dan ikan-ikan kecil yang malu-malu keluar masuk karang. Saat kami menaburkan remah kue ke laut, ikan-ikan kecil menyerbu dan berada di antara kaki-kaki kami. Ah, lucunya!Selanjutnya kami ke Batu Mandi. Jadi, Batu Mandi ini semacam batu yang berada di tengah laut dikarenakan air laut yang surut membuat tempat ini terlihat. Adapun dikatakan Batu Mandi karena saat air laut naik batu ini terendam dan tidak terlihat. Nah, konon itulah asal muasal kenapa lokasi ini disebut demikian katanya.Waktu yang semakin sore akhirnya membuat kami harus berbegas untuk segera kembali ke dermaga dan bersiap pulang untuk melakukan city tour seputaran Bandar Lampung.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru