Petualangan Seru ke Derawan Lewat Jalur Darat
Senin, 09 Jun 2014 10:55 WIB

Mardiyanto Sardi
Jakarta - Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur ibaratnya cahaya yang mengundang traveler untuk datang. Jika naik pesawat, Anda bisa mencapainya lewat Balikpapan atau Berau. Tapi kalau mau hemat, lewat jalur darat juga bisa!Pulau Derawan merupakan salah satu pulau dengan taman lautnya yang sangat menakjubkan setelah Raja Ampat. Di pulau ini kita bisa menemukan berbagai biota laut yang mulai langka dan mulai jarang kita temui di pulau lain.Inilah salah satu bukti nyata bahwa keindahan di seluruh belahan bumi tidak begitu saja ada dan tercipta (kebetulan) tanpa penciptaan yang sempurna oleh Allah.Pada hari ini, saya akan coba membagikan atau mempublikasikan pengalaman saya yang begitu luar biasa di penghujung tahun 2013 menuju Pulau Derawan. Dengan harapan semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat dan berguna sebagai bahan referensi Anda menuju Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau suatu saat nanti.Perjalanan menuju Pulau Derawan sengaja saya lakukan melalui jalur darat. Alasan saya memilih jalur darat adalah karena saya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, saya ingin sekali melihat pemandangan dan ingin sekali menikmatinya.Dalam bepergian ke suatu tempat wisata, saya tidak hanya menikmati tempat tujuannya saja. Karena pemandangan selama perjalanan merupakan kunci dari keberhasilan kita untuk menikmati tujuan akhir kita.Dari daerah Kembang Janggut (Lokasi tempat saya bekerja) saya melakukan perjalan menuju Kota Samarinda, tepatnya menuju Terminal Lempake. Perlu Anda ingat, bahwa tujuan pertama kita dalam melakukan perjalanan menuju Pulau Derawan adalah Kabupaten Berau.Tranportasi darat menuju berau hanya terdapat pada terminal ini, dan ada 2 alternatif pilihan transportasi menuju Berau, yaitu bus dan travel (Avanza, Xenia, dan lain-lain) tetapi terkadang bus tidak dapat di berangkatkan karena bus hanya berangkat jika seluruh bangku telah terisi penumpang.Menurut referensi perjalanan menuju Berau yang saya dapat dari berbagai sumber, perjalanan menuju ke sana memakan waktu 24 jam via jalur darat. Yang menjadi tantangan adalah, perjalanan menuju Berau bisa memakan waktu 3 hari karena banyak ditemui jalan rusak, berlubang, dan berlumpur disaat hujan tiba.Referensi terpenting yang mungkin Anda butuhkan adalah biaya. Di sini saya akan memaparkan biaya yang akan Anda keluarkan untuk melakukan perjalanan menuju Pulau Derawan.Di Terminal Lempake saya memilih transportasi travel, sangat mudah mencari transportasi ini. Karena di terminal ini sudah banyak calo yang menjadi crew dari berbagai travel menuju Berau.Tarif yang dikeluarkan untuk travel ini terbagi menjadi dua. Tarif pertama Rp 300 ribu (reguler) dan tarif kedua Rp 350 ribu (duduk di depan/samping driver).Saya sengaja memilih kursi di depan atau menggunakan tarif kedua. Karena seperti yang saya paparkan di awal, bahwa saya ingin sukses menikmati pemandangan perjalanan menuju Pulau Derawan.Ada satu hal penting yang perlu anda perhatikan, yaitu biasanya calo atau crew travel meminta uang Rp 50 ribu sebagai tanda jadi.Setelah kita membayar itu, kita bisa kembali lagi ke rumah atau tempat stay kita di Samarinda (travel akan menjemput penumpang), jadi kita tidak perlu repot membawa barang bawaan pada saat ingin melakukan perjalanan ke terminal. Kita akan membayar sisa tarif angkutan di bagian administrasi travel sebelum berangkat nanti.Perjalanan menuju Kabupaten Berau saya mulai pukul 16.00 WITA (waktu keberangkatan fleksibel/tergantung kesiapan seluruh penumpang). Biasanya travel akan beristirahat di sekitar Bontang (19.30 WITA).Setelah makan malam kami melanjutkan perjalanan menuju Wahau, selama perjalanan ini kita akan melintasi hutan dan jalan yang cukup rusak.Sekitar pukul 02.00 WITA (3 jam sebelum Wahau) kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah warung makan yang menjadi langganan travel kami. Di warung makan itu disediakan tempat tidur, bantal, dan sebagainya.Tetapi jika Anda alergi terhadap nyamuk, saya sarankan kepada Anda untuk membawa obat anti nyamuk. Karena warung ini terletak di atas lembah yang dikelilingi berbagai macam pohon.Sekitar pukul 05.00 WITA kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan dan sarapan pagi. Perjalanan kami mulai lagi pukul 06.00 WITA menuju Wahau, dan tiba di Wahau pada pukul 09.00 pagi.Jalan di sekitar Wahau sudah sangat bagus, karena baru ada pengaspalan, sehingga kami bisa lebih santai menikmati perjalanan ini. Pada pukul 10.00 WITA kami beristirahat di sebuah warung makan dan melanjutkan kembali perjalanan pada pukul 11.00 WITA.Setelah lama menikmati perjalanan, akhirnya pada pukul 1.:00 WITA. Tepatnya tanggal 31 Desember 2013, saya sampai di Kabupaten Berau. Saya sangat bersyukur karena mendapatkan keselamatan dari Allah sehingga saya berhasil mencapai tempat ini.Dari travel saya tidak turun untuk mencari angkutan menuju Tanjung Batu di Terminal Tanjung Redeb (terminal Berau). Karena saya mendapat referensi dari supir travel bahwa ada seorang ibu yang akan menuju Tanjung Batu.Pada pukul 16.00 WITA, dengan menggunakan travel saya melakukan perjalanan menuju Tanjung Batu dengan jarak sekitar 2 jam perjalanan bersama seorang ibu yang akan pindah karena tuntutan pekerjaan suaminya.Kondisi jalanan yang saya tempuh selama perjalanan pada jarak sekitar 1 jam kita akan menempuh jalan rusak, dan 1 jam perjalanan lagi jalan mulus. Terlihat sangat jelas meskipun hari sudah mendekati gelap, tak ada seorang pun yang berkendara di jalan tersebut.Melihat kondisi tersebut, muncullah pertannyaan dalam benak saya, bahwa "apakah Tanjung Batu yang merupakan akses terakhir menuju Pulau Derawan akan sesepi ini?"Hari semakin gelap, dan tanpa terasa sampailah saya di Pelabuhan Tanjung Batu pada pukul 18.00 WITA. Tidak banyak basa-basi, saya langsung mencari tahu keberadaan speedboat penyeberangan ke Pulau Derawan.Sekali lagi saya sangat bersyukur, ternyata speedboat penyeberangan ke Pulau Derawan masih banyak. Padahal seharusnya sejak pukul 17.00 WITA tadi sudah habis.Alasannya adalah karena malam ini adalah malam pergantian tahun. Jadi banyak orang-orang baik turis lokal maupun asing yang ingin merayakannya secara spesial, yaitu di Pulau Derawan.Setelah memastikan bahwa speedboat penyebrangan masih beroperasi, saya tidak lupa juga memastikan tarifnya. Untuk sewa khusus speedboat dikenakan tarif Rp 300 ribu, sedangkan untuk reguler Rp 70 ribu.Jika kita memilih tarif reguler tentunya kita harus menunggu penumpang lainnya. Sambil menunggu penumpang lain, saya merasa tak sabar ingin sampai ke pulau itu, karena di hadapan saya dan di depan mata saya Pulau Derawan terlihat jelas walaupun hanya diterangi cahaya bulan.Subhanallah, tak henti-hentinya saya ucapkan saat perjalanan speedboat saya dimulai. Aroma laut dan aroma pulau yang begitu wangi sudah sangat jelas tercium di hidung saya, dan bahkan rasanya hingga dalam darah saya pun ikut merasakannya.Tarian ombak yang begitu lembut, ikan-ikan kecil yang menyala-nyala dalam gelap. Serta milyaran bintang yang membuat saya kembali bertanya "Apakah surga juga akan seperti ini?"Melihat dan merasakan itu semua rasanya saya ingin sekali menangis. Karena merasa sangat bahagia seperti seseorang yang baru bertemu kekasihnya setelah ratusan tahun terpisah.Tepat pukul 19.00 WITA, 31 Desember 2013, Pulau yang saya tuju sejak 30 Desember kemarin mulai terlihat jelas. Suara mesin Speedboat pun semakin melemah dan hal inilah yang membuat saya yakin bahwa saya telah tiba! Ya saya tiba di Derawan.
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Cerita Tiara Andini Menolak Tukar Kursi sama 'Menteri' di Pesawat Garuda