Explore Indonesia: Banyuwangi
Bersahabat dengan Monyet di Alas Purwo, Banyuwangi
Merza Gamal - detikTravel
Kamis, 26 Jun 2014 14:30 WIB
Jakarta - Jika bertualang ke Banyuwangi, pastikan Anda datang ke Taman Nasional Alas Purwo yang luas. Ada hutan bakau di Resor Grajagan dengan monyet-monyet yang kalem dan bersahabat, tidak nakal seperti di Bali.Pada hari Sabtu, tanggal 21 Juni 2014 yang lalu, Tim Family detikTravel Explore Indonesia mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari pusat kota Banyuwangi. Sesampainya di Dusun Blok Solo, Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo, kami istirahat sejenak, membeli minuman di warung-warung yang banyak terdapat di sana.Setelah itu kami langsung berjalan kaki menuju pelabuhan Blok Bedul di atas jembatan yang terdapat di antara tanaman bakau (mangrove). Kami menumpang perahu gondang-gandung menyusuri Sungai Segoro Anakan yang lebar dan dalam hingga ke Kere yang sempit dan dangkal.Setelah berhenti sejenak di Kere kami berbalik arah kembali menyusuri Segoro Anakan menuju Resor Grajagan. Saat gondang-gandong menepi ke dermaga, langsung terlihat pos penjagaan Resor Grajagan. Kita dapat melihat para nelayan dengan sepedanya yang memuat hasil tangkapannya menunggu perahu, ada gondang-gandung untuk menumpang pulang ke Blok Bedul.Naik ke daratan kita akan menyaksikan banyak monyet yang duduk, berdiri, dan ada pula yang berlari. Hal yang menarik dari monyet-monyet di resor Grajagan adalah mereka tidak nakal seperti monyet-monyet di daerah lain, sehingga kita tidak perlu khawatir dengan tas atau kamera kita yang akan mereka sambar seperti di tempat lain.Terus berjalan ke dalam Grajagan, kita akan menyaksikan formasi hutan tanaman yang merupakan salah satu formasi vegetasi di Taman Nasional Alas Purwo. Berbagai tanaman hutan produksi terdapat di sini, antara lain tanaman jati, mahoni, johar, dan beberapa jenis lain.Setelah puas berfoto-foto di Resor Grajagan, kami pun kembali ke dermaga untuk balik ke Blok Bedul tempat mobil kami diparkir yang akan membawa kami kembali ke Banyuwangi kota. Bersama gondang-gandung yang kami, ikut nelayan menumpang bersama sepedanya.Dari Blok Bedul, kami kembali ke Banyuwangi karena malamnya akan menghadiri Malam Budaya di Desa Wisata Kemiren. Tapi sebelumnya, kami mampir dulu di warung 'Tengah Sawah' menikmati kuliner khas Banyuwangi Ayam Pedas yang memang sungguh pedas luar biasa.Suatu pengalaman yang menakjubkan bisa melihat sisi lain dari Banyuwangi. Sisi dimana Banyuwangi juga menjadi rumah bagi satwa liar yaitu monyet-monyet yang cukup jinak di resor Grajagan, Alas Purwo. Semoga mereka tetap lestari.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru