Pulau Tidung Butuh Cinta Dari Wisatawan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Tidung Butuh Cinta Dari Wisatawan

Dede Firmansyah Albanjary - detikTravel
Kamis, 03 Okt 2013 18:05 WIB
Jakarta - Pulau Tidung menjadi terkenal karena Jembatan Cinta-nya. Namun banyak kerusakan di beberapa sudut pulau, karena begitu banyak pengunjung dan kurangnya perawatan. Pulau ini butuh cinta dari pengunjung untuk menjaganya.Pulau Tidung dengan Jembatan Cinta menjadi objek yang membuat saya penasaran. Untuk pertama kali menginjakkan kaki di sana serasa menjadi orang asing. Tapi Tidung butuh perhatian, infrastruktur harus diperbaiki!Panorama pantai sekaligus menyajikan keunikan pulau, adalah representasi dari Pulau Tidung. Pulau yang merupakan bagian dari Kepulauan Seribu ini cocok bagi semua kalangan usia, khususnya kalangan muda, untuk mengeksplor tempat wisata yang bisa menjadi rekomendasi.Cuci mata tidak hanya dilakukan di mal-mal, tetapi juga bisa di Pulau tidung. Hal ini terlihat dari karakteristik Pulau Tidung, antara lain suasana desa, pemandangan lepas ke laut luas, pemanfaatan pantai sebagai refreshing, dan berbagai wahana air yang ditawarkan seperti snorkeling dan banana boat.Yang terkenal dari Pulau Tidung adalah spot Jembatan Cinta. Konon di jembatan ini, jika berdoa jodoh, maka akan terkabul. Soal percaya atau tidak, hal ini kembali pada pribadi masing-masing ya.Tapi kalau tidak salah, katanya untuk si cowok harus terjun dari jembatan itu. Yang pasti dari jembatan ini kita bisa melihat pemandangan laut dari ketinggian sekitar 5 meter dari permukaan pantai. Lumayan memberikan kepuasan untuk para fotografer.Jembatan Cinta menghubungkan Pulau Tidung besar dengan Pulau Tidung kecil. Adanya Pulau Tidung kecil dihubungkan dengan jembatan kayu sepanjang kurang lebih 200 meter. Kayu-kayu kokoh ini ditujukan untuk para pengunjung yang ingin menikmati pemandangan di Pulau Tidung kecil.Sayangnya, kondisi jembatan kini mulai rapuh. Banyak bagian dari jembatan yang terlihat sudah tua, sebagiannya bolong-bolong karena banyak kayu yang sudah lapuk.Meski sedikit terlihat sudah ada perbaikan dengan penggantian kayu di sebagian jalan, tetapi tidak semuanya diperbaiki. Sehingga wisatawan dituntut untuk berhati-hati saat berjalan, dan mata harus tertuju pada jalanan.Namun demikian, sepanjang jembatan tidak pernah saya lewatkan untuk berfoto, karena latar belakang di sini lumayan keren. Di sepanjang jembatan kita bisa melihat pemandangan karang dan berbagai ikan laut yang berenang ke sana ke mari.Saking jernihnya, mereka bisa dilihat dengan mata telanjang. Lalu saya sampai di Pulau Tidung kecil. Herannya di sini terlihat seperti hutan yang di tengah-tengahnya ada jalan menuju ke suatu tempat. Apakah itu?Rasa penasaran mempercepat langkah saya. Tibalah saya di tengah-tengah. Terlihat ada 1 bangunan rumah yang saya duga adalah rumah pusat informasi. Tidak ada yang bisa dipastikan karena di sana tidak ada orang kecuali ada satu warung di sana.Barulah di warung tersebut, kami bisa melepas lelah dari sekian jauhnya perjalanan melewati jembatan. Suguhan kelapa muda menjadi pelepas dahaga kami. Sayangnya, kelapa mudanya tidak banyak, sehingga kami harus berbagi rasa bersama teman-teman.Di sini ternyata ada juga ada pantai, namun berbeda dengan pantai di Tidung Besar. Di sini pasir tersedia di bibir pantainya. Meskipun tidak ada ombak dan mungkin tidak bisa dikatakan luas, tetapi cocok buat bercengkrama sambil bermain pasir di sini.Puncaknya, berjalan-jalan di Pulau Tidung tiada lain untuk menyantap masakan makanan laut yang begitu menggiurkan. Jamuan barbeque menjadi pilihan utama di saat lapar dan dalam suasana dingin.Lebih klopnya bersantap di pinggir pantai bersama teman-teman. Sedikit yang saya sesalkan, kenapa tak saya tanya ikan apa yang saya makan, padahal kemungkinan lain kali di saat liburan lagi ke berbagai pantai, jamuan ikan ini bisa saya rekomendasikan.Pulau tidung memberikan momen indah bersama teman-teman. Kau, Pulang Tidung, telah mengambil memori saya sebagian. Jagalah memori kami untuk kunjungan lain kali. Semoga Pulau Tidung lebih diperhatikan pemerintah lagi. Bagi d'Traveler berkunjunglah ke Tidung! Bravo Tidung! (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads