Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang

teten_jamaludin - detikTravel
Jumat, 04 Okt 2013 18:27 WIB
loading...
teten_jamaludin
Indah
Berenang
Hilir Mudik
Mancing
Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang
Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang
Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang
Sunset dan Hilir Mudik Pesawat di Pantai Marun Semarang
Jakarta - Akhir pekan ini, cobalah datang ke Pantai Marun di Semarang Barat. Traveler bisa menikmati pantai serta hilir mudik pesawat di Bandara Ahmad Yani yang berada di sebelahnya.Pantai Marun memiliki pesona yang indah. Namun pantai yang berlokasi tidak jauh dari Bandara Ahmad Yani ini masih kurang dikenal. Pantai Marun baru terdengar akhir-akhir ini di telinga saya. Itu pun setelah saya mengikuti suatu seminar tentang teknik memotret.Sebelumnya, sewaktu kuliah selama empat tahun, saya tak pernah mendengar pantai ini. Mungkin karena saya yang kurang informasi.Pantai Marun berada di wilayah Semarang Barat, tidak jauh dari Bandara International Ahmad Yani. Jaraknya sekitar 7 km dari rumah saya atausekitar 11 km dari Simpang Lima.Menuju ke Pantai Marun sangatlah mudah. Meluncurlah ke arah bandara. Kendaraan roda dua gratis masuk bandara. Setelah masuk, pergilah sebelah barat bandara. Di sana ada plang kecil.Kemudian Anda belok kiri mengikuti jalan, lalu lurus sampai mentok. Sebelum rel kereta api Anda belok kanan dan tinggal menyusuri jalantersebut.Di samping kiri jalan ada jalur sungai, yang belakangan diketahui sungai itu mengarah ke pantai. Panjang jalur sungai itu sekitar 2,5-3 km, samping kanan kompleks bandara.Kondisi jalannya memang kurang bagus, belum diaspal. Sehingga debu-debu berterbangan. Bila kita berpapasan dengan kendaraan lain atau disalip kendaraan dari belakang, debu itu beterbangan.Jadi kalau naik kendaraan roda dua, sebaiknya Anda memakai masker. Di samping itu, kondisi jalannya juga bergelombang, ketika melintas,perasaan khawatir selip menyertai perjalanan saya.Selain itu, yang menjadi kekhawatiran lain adalah ban kempis. Pasalnya, keadaan disekitar sepi, tidak ada pemukiman atau penduduk di sana, apalagi tukang tambal ban.Sebelumnya, saya pernah ke sini pada saat musim hujan. Setelah hujan reda, jalannya berlumpur tebal. Ban menjadi penuh lumpur, serta melajutidak seimbang.Karena kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya niat ke Pantai Marun kala itu batal. Mendekati pantai, sungai yang berada di samping kirijalan ukurannya semakin lebar. Sementara di samping kanan tambak-tambak. Orang-orang nampak sedang asyik memancing.Sampai di pantai, ada tugu bertuliskan, 'Pantai Marun'. Tidak gratis untuk masuk ke pantai ini. Salah seorang penjaga mencegat setiapkendaraan yang masuk.Lalu dia mengeluarkan tiket. Kendaraan roda dua dikenakan tarif parkir sebesar Rp 5.000. Sayangnya saya tidak menanyakan tarif untukkendaraan roda empat.Pantainya tidak terlalu luas. Sebelah timur terhalang oleh pepohonan, sementara sebelah barat ada tembok dari besi yang dipasang berdiri. Besi ini menjorok ke pantai. Ini berfungsi sebagai saluran air sungai dari darat yang mengalir ke laut. Selain itu juga untuk pemecah ombak.Pantai ini sepertinya surga bagi orang yang pacaran. Pasangan muda-mudi duduk bermanis-manis di atas besi itu. Ada juga yang berpelukan, menikmati deburan ombak-ombak sambil berbincang ngalor-ngidul.Mereka tak menghiraukan orang yang ada di sekitarnya, sekalipun misalnya saat saya lewat. Pemecah ombak yang ada di seberangnya, kebanyakan digunakan wisatawan untuk memancing.Airnya kurang bersih. Ada ranting-ranting yang hilir mudik terbawa ombak ke bibir pantai. Sampai-sampah plastik juga bertebaran. Meski begitu, ada juga orang-orang yang mau berenang, baik anak-anak maupun orang dewasa.Bagi saya, ada dua momen yang cukup bagus yang dimiliki pantai ini. Momen pertama adalah, ketika pesawat lalu-lalang, baik yang akan mendarat maupun yang akan lepas landas di Bandara Ahmad Yani.Momen kedua adalah bisa menyaksikan sunset. Kita bisa menikmati matahari yang akan tenggelam. Hampir setiap pengunjung mengabadikan momen itu dengan kamera masing-masing.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads