Kemegahan Istana Maimun yang Mengagumkan
Senin, 21 Okt 2013 13:50 WIB
Ali Muakhir
Jakarta - Sumatera Utara terkenal dengan wisata alam Danau Toba dan kuliner Duriannya yang menggiurkan. Namun tidak lengkap bila traveler tidak menengok kemegahan Istana Maimun yang mengagumkan di Medan.Istana Maimun, adalah salah satu istana paling megah pada zaman kesultanan. Terletak di Kota Medan, Istana Maimun hingga kini masih terlihat megah dan terawat. Merinding kagum rasanya, saat saya dapat menjelajah isinya.Salah satu istana yang sejak dulu ingin saya datangi adalah Istana Maimun. Oleh karena itu, begitu sempat mendatangi Medan beberapa waktu lalu, tidak saya sia-siakan.Istana Maimun terdiri dari dua lantai dengan ketinggian 14,40 meter, yang dibagi menjadi tiga bagian. Bangunan utama, sayap kiri, dan sayap kanan.Pada bangunan utama terdiri dari ruang-ruang yang semua didominasi oleh warna kuning. Tidak terkecuali ruangan di mana berdiri dengan kokoh Singgasana Sultan. Ruang tengah dengan luas 412 meter persegi tersebut biasa disebut balairung.Balairung digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau agenda tradisional lainnya termasuk acara-acara keislaman. Balairung juga digunakan sebagai tempat Sultan menerima sanak saudara dan keluarga di hari libur Islam.Di ruang utama tersebut pula, saat ini tersimpan foto keluarga, perabotan rumah tangga seperti bokor, gelas, dan alat rumah tangga lainnya serta senjata tua peninggalan kesultanan yang disimpan dalam etalase kaca.Istana Maimun memiliki kurang lebih 30 ruangan. Ini belum termasuk kamar mandi, gudang, dapur, dan penjara di lantai bawah.Pada singgasana Sultan ada sebuah lampu kristal yang menerangi singgasana, bentuknya terpengaruh budaya Eropa. Pengaruh yang sama muncul pada perabotan istana seperti kursi, meja, toilet, lemari, dan pintu menuju balairung.Pengaruh budaya Eropa ternyata tidak hanya pada perabotan, tetapi juga pada dasar bangunan istana. Bahkan, beberapa bahan bangunan diimpor dari Eropa, misalnya ubin lantai, marmer, dan teraso.Pola arsitektur dari daratan Eropa seperti Belanda mempengaruhi desain pintu dan jendela yang tinggi dan lebar, begitu pun gaya Spanyol. Pengaruh Belanda juga terlihat pada prasasti marmer di depan tangga yang ditulis dengan huruf Latin dalam bahasa Belanda.Selain budaya Eropa, budaya Islam juga sangat berpengaruh, terutama pada bentuk kurva atau fasad di beberapa bagian atap istana. Kurva yang berbentuk kapal terbalik yang dikenal dengan Persia Curve, sering dijumpai pada bangunan di kawasan Timur Tengah, Turki, dan India.Bangunan tersebut menandakan pada zaman dahulu, sebenarnya sudah terjadi hubungan yang harmonis antara Eropa dengan kaum Muslim di Indonesia. Mereka saling mengisi satu sama lain. Walau kesultanan tetap menjaga keislaman kawasannya.Istana Maimun dibangun oleh Sultan Makmun Ar Rasyid Perkasa Alamsyah dengan seorang arsitek berkebangsaan Italia pada tahun 1888. Waktu pengerjaannya menghabiskan sekitar 3 tahun dengan menghabiskan biaya kurang lebih 1 juta gulden. Istana diresmikan tanggal 18 Mei 1891.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru