Susur Candi, Cara Baru Menikmati Yogyakarta
Sabtu, 09 Nov 2013 15:04 WIB
Yogaku Puspita Rini Sagal
Jakarta - Ini cara baru menikmati Yogyakarta bagi para traveler, yakni susur candi. Tak hanya Prambanan, Anda juga bisa datang ke Candi Sambisari dan Candi Ijo yang mungkin belum pernah Anda kunjungi.Kota yang terkenal dengan gudegnya itu selalu punya pesona tersendiri yang sayang jika dilewatkan. Begitu banyak pilihan wisata yang disuguhkan ditempat ini, mulai dari wisata alam, pantai, edukasi, sampai wisata kuliner yang tersaji lengkap tanpa harus merogoh kocek yang dalam.Salah satu pilihan wisata yang harus dicoba adalah kegiatan menyusuri candi-candi yang ada di sekitar wilayah Yogyakarta. Jika kalian adalah pecinta mahakarya manusia, maka kegiatan ini akan cukup menarik untuk dijalani.Beberapa hari lalu, saya dan beberapa orang teman mencoba menyusuri candi-candi tersebut. Sebelumnya kami hanya mengenal tiga candi besar yang ada di sini, tapi ternyata kami menemukan ada banyak candi selain Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Karena letak Candi Borobudur terlalu jauh dari tempat kami tinggal, ditambah lagi kami sudah beberapa kali pergi ke sana, maka kami putuskan untuk tidak berkunjung. Rute yang kami pilih adalah candi-candi sepanjang Jalan Yogyakarta-Solo dan Prambanan-Piyungan.Candi pertama yang kami kunjungi adalah Candi Sambisari. Terletak tidak jauh dari Bandara Adisutjipto. Candi ini memiliki keunikan yang tidak kami temui di candi lainnya.Candi ini berada di bawah tanah. Kompleks candi ini tidak begitu luas, hanya terdiri dari satu candi utama dan tiga buah candi kecil didepannya yang telah runtuh. Hanya dengan biaya masuk sebesar lima ribu rupiah, kami bisa puas berfoto dan menikmati sinar matahari di sana.Setelah puas menikmati Candi Sambisari, kami beralih ke candi lainnya yang masih berada di sekitar Jalan Yogya-Solo. Tepatnya di wilayah Kalasan, kami mampir ke sebuah candi yang sering disebut Candi Kalasan atau Candi Tara.Ini merupakan candi tunggal yang sayang sekali waktu kami berada di sana sedang dipugar, sehingga kami tidak dapat masuk untuk menikmati keelokan batu bersusun itu. Perlu teman-teman ketahui, Candi Tara ini merupakan candi yang dibuat untuk menghormati Dewi Tara. Candi ini juga merupakan candi Buddha tertua di Jogja.Karena sedang dalam masa pemugaran, maka kami hanya sebentar saja berada di sana dan memutuskan untuk melanjutkan kegiatan susur candi kami. Candi ketiga yang kami datangi adalah Candi RatuΒ Boko atau juga di kenal sebagai Istana Ratu Boko.Untuk kali ini kami memang sengaja melewatkan Candi Prambanan karena kami sudah berulang kali kesana. Namun bagi kalian yang belum pernah ke sana, tidak ada salahnya untuk mencoba melihat mahakarya manusia yang menakjubkan itu.Ada dua pilihan sebenarnya, singgah di Prambanan dan membeli tiket terusan ke Ratu Boko seharga Rp 37.000/orang atau membeli tiket masuk terpisah yang tentunya lebih mahal. Namun sekali lagi, kali ini kami memutuskan untuk tidak menengok Prambanan.Tiket seharga Rp 25.000 per orang untuk masuk ke Ratu Boko sudah ditangan. Tunggu apalagi, saatnya kami menikmati eksotisme Yogyakarta di tempat ini. Sore di Ratu Boko memang special karena tempat ini terkenal dengan sunsetnya yang luar biasa indah. Sebelum sunset menyapa kami, tak ada salahnya menjelajahi tempat ini secara keseluruhan.Gerbang Ratu Boko menjadi ikon yang sangat menarik. Setelah melewati gerbang itu, kami melanjutkan penjelajahan ke tempat lain yang berupa kolam-kolam dan pendopo. Tempat ini memang menarik. Berada di ketinggian di mana kita bisa melihat Prambanan dengan jelas dan menikmati Yogya dari atas.Hari itu kami hampir melewatkan senja di Ratu Boko, tapi niat kami berubah seketika ketika ingat ada satu candi lagi yang harus kami lalui, yakni Candi Ijo. Letaknya tidak jauh dari Ratu Boko, sekitar sepuluh menit dari situ.Dengan mengendarai sepeda motor, kami mengikuti petunjuk jalan yang ada. Jalan menanjak terus dan tak berhenti-berhenti. Sampai pada satu titik, kami melihat tulisan Candi Ijo diikuti dengan anak panah.Yang pertama kami lihat adalah komplek candi yang runtuh tepat di bawah tempat kami memarkir kendaraan. Namun, kami penasaran dengan Candi Ijo yang sebenarnya. Anak tangga yang cukup tinggi menyambut kedatangan kami. Kami menaiki tangga itu satu persatu dan ternyata di atas itulah Candi Ijo berdiri.Satu kompleks candi yang terdiri dari satu candi induk dan tiga candi kecil di depannya membuat kami kagum. Yang lebih mengagumkan lagi ketika kami membalikkan badan. Ternyata candi ini terletak di wilayah yang cukup tinggi. Bahkan lebih tinggi dari Ratu Boko.Dari sana, kami dapat menikmati pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto. Benar-benar sempurna.Bentuknya mirip dengan Candi Sambisari. Namun Candi Sambisari berada di bawah tanah, sedangkan Candi Ijo berada di wilayah tinggi dan merupakan candi tertinggi di Jogja. Kami memilih menikmati senja di sana, di tempat yang tinggi dimana kami dapat melihat banyak hal di bawah sana.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama