Wussh! Naik KTX, Kereta Peluru Korea
Farah Soraya - detikTravel
Senin, 11 Nov 2013 11:11 WIB
Jakarta - Liburan ke Korsel tentu harus mencoba semua yang ada di sana, mulai dari kuliner hingga berbagai transportasi unik dan keren. Cobalah kereta peluru KTX, dan rasakan perjalanan cepat tanpa guncangan."Ke Seoul naik KTX saja, cari pengalaman. Jangan naik pesawat lagi," demikian saran ayah, saat saya mencari transportasi kembali ke Seoul dari Pulau Jeju dari itinerary saya.Penasaran, saya mencari tahu kenapa KTX bisa begitu istimewa dan harus dicoba. Selain karena tidak ada (belum ada lebih tepatnya) di Indonesia, kereta ini disinyalir kelajuannya melebihi Shinkansen, kereta cepat di Jepang.Korea Train eXpress (KTX) merupakan kereta dengan kecepatan tinggi yang menggunakan teknologi dari Prancis, TGV. Laju maksimum kereta disinyalir bisa mencapai 320 km/jam, bila dibandingkan dengan Shinkansen, yang maksimum laju hanya 305 km/jam.Namun kecepatan rataβrata maksimum KTX saat perjalanan hanyalah sekitar 300 km/jam. Kereta ini mempunyai dua jalur, yaitu Gyeongbu Line, dengan perjalanan dari Seoul ke Busan dan sebaliknya, dan Honam Line, dengan jalur dari Seoul ke Gwangju dan sebaliknya.Rute yang saya gunakan adalah dari Busan ke Seoul. Satu bulan sebelumnya saya sudah memesan tiket secara online di situs kereta Korea info.korail.com.Menurut saya ini jauh lebih memudahkan dan melegakan karena tidak perlu takut kehabisan tiket. Harga tiket KTX 54.400 Won (Rp 584 ribu) untuk kelas ekonomi dan 80.300 Won (Rp 862 ribu) untuk kelas eksekutif.Gyeongbu Line Route: Seoul (Yongsan) - Gwangmyeong - Cheonan, Asan - Daejeon - East Daegu - Milyang - Gupo - Busan. Dari GimhaeDomestic Airport, saya harus menggunakan Busan Light Rail sebelum mencapai stasiun subway Busan untuk melanjutkan perjalanan mencapai Busan Station.Kendala bahasa dan pertama kalinya menggunakan subway di Korea membuat saya bingung untuk transit dan menyambung di mana. Sehingga saya baru sampai loket KTX di Seoul Station pada pukul 18.30 waktu Korea, sedangkan kereta saya juga pada pukul 18.30 waktu setempat.Sehingga saya harus membeli lagi tiket KTX untuk perjalanan pada pukul 19.00. Untungnya Korail menggunakan sistem refund untuk beberapa kondisi.Pelajaran pertama untuk saya, berilah jeda waktu sekitar 3 jam dari di gerbang arrival Busan sampai ke depature Seoul. Jangan kurang dari 2 jam, sehingga seandainya nyasar atau belum kenal medan, Anda masih punya banyak waktu.Untuk stasiun KTX, kita turun di Stasiun Busan lalu harus keluar terlebih dahulu ke Busan Station jalur KTXnya, jadi KTX bukan berada di Stasiun Subway Busan. Di sini, selain tersedia kereta KTX, juga ada kereta Mugunghwa, Saemaeul, Nuriro, dan lainnya.Semua kereta tersebut mempunyai rute Busan-Seoul, namun waktu tempuhnya lebih lama, sekitar lima jam. Padahal harga tiketnya hampir sama dengan KTX.Karena tidak mau ketinggalan lagi, saya berlari ke Line 9 untuk langsung menuju keretanya. Di dalam kereta, bangkunya berbaris 2-2. Beberapa bangku tersebut berhadapan. KTX sangat panjang, saya yang mendapat bangku di Car (gerbong) 11 harus berjalan cukup jauh.Saat masuk ke dalam kereta, saya agak ragu saya berada di kelas Ekonomi atau Eksekutif. Standar bangkunya seperti bangku pesawat, nyaman dan lega. Di setiap dua bangku terdapat televisi yang menayangkan acara lokal.Jangan lupa di sudut kiri layar juga tampak kelajuan keretanya. Setiap mau berhenti di stasiun tertentu akan diberitahukan melalui televisi tersebut.Saat kereta mulai melaju, perjalanan terasa menenangkan dan menyenangkan. Menenangkan, karena tidak terasa kereta tersebut melaju lebih dari 250 km/jam, lembut, hampir tanpa getaran. Selain itu, menyenangkan karena penumpang dimanjakan oleh pemandangan alam Busan yang mempunyai gunung dan bukit yang menghampar.Pukul 19.00 waktu Korea, tetapi langit Korea Selatan masih terang. Pertengahan September, musim masih berada di antara musim semi dan gugur. Perjalanan Busan ke Seoul yangΒ berjarak sekitar 300 km hanya ditempuh kurang dari 3 jam.Suasana di gerbong saya terlihat lengang, banyak bangku kosong. Mungkin karena masyarakat Korea jarang menggunakan moda transportasi ini untuk perjalanan sehariβhari, karena harganya sudah seperti tiket pesawat.Hari itu, kebanyakan penumpang berasal dari kalangan profesional, yang memakai jas dan menggeret koper. Tidak ada yang seperti saya, mengangkat keril, memakai kaos dan celana pendek saja.Pukul 21.51 waktu Korea, KTX sudah sampai di Seoul. Kami naik melalui ekskalator dan mulai menghadapi kekaguman baru, stasiun yang seperti bandara.Menggunakan moda transportasi KTX adalah salah satu pilihan untuk mencari pengalaman menggunakan kereta cepat dengan fasilitas ekonomi berstandar first class. Bagi yang berencana menuju Seoul dari Busan atau sebaliknya bisa mencoba transportasi ini.Sekarang saatnya saya bernarsis ria di depan Seoul Station!Sedikit tips untuk para traveler:1. KTX, walau kita membeli tiket ekonomi, banyak fasilitas yang bisa kita nikmati di dalam kereta. Di gerbong tertentu terdapat vending machine, toilet, bahkan perpustakaan.2. Ada bus limosin dari Gimhae Airport, Busan pada pukul 17.20 waktu Korea, dengan jarak tempuh sekitar 1 jam.3. Jika ada pramugari yang menawarkan snack, itu untuk Anda beli, ya dan bukan gratis.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru