Begini Menantangnya Jalan Kaki dari Sukabumi ke Ujung Kulon
Syaid Maulana - detikTravel
Minggu, 07 Jul 2013 14:30 WIB
Jakarta - Untuk traveler yang menyukai tantangan, Ujung Kulon bisa jadi destinasi yang wajib dikunjungi. Melalui Sukabumi, Anda bisa menjangkaunya dengan berjalan kaki selama 9 hari. Seperti inilah keseruannya.Hari pertama penyusuran pantai, debur ombak pantai selatan terdengar bagai nyanyian alam yang mendayu-dayu. Nyanyian yang terdengar penuh dengan irama dan nada yang begitu syahdu.Petualangan baru saja dimulai. Selama 8 hari ke depan berbagai medan pantai akan dilalui. Selama itu juga fisik dan mental akan diuji.Perjalanan dimulai dari Muara Cilangkahan, Sukabumi. Inilah titik awal penyusuran dan akan berakhir di Tanjung Alang-alang, Ujung Kulon. Jika dihitung, total perjalanan kami mencapai 150 km dan memerlukan waktu sekitar 9 hari berjalan kaki.Kira-kira seperti itulah perencanaan yang saya dan kawan-kawan buat. Perencanaan ini telah dibuat hampir 1 tahun untuk melakukan perjalanan ini.Ada banyak persiapan yang dilakukan, mulai dari skill, fisik, dana, perizinan dll. Semua direncanakan sedemikian rupa, hingga akhirnya kami berada dihari ini, hari pertama penyusuran pantai atau Ekspedisi Segara Kidul V.Medan awal masih tampak biasa. Di sini, kami menemukan medan pantai berupa pasir hitam yang datar. Beberapa tidal flat atau karang datar yang memecah gelombang di kejauhan juga terlihat.Terik mentari membakar tubuh yang sudah mulai letih. Hanya ada garis pantai di depan mata, tampak panjang dan berliku, entah kapan berakhirnya situasi seperti ini.Rasanya kaki sudah enggan untuk melangkah, ditambah dengan pergelangan kaki sebelah kiri yang mulai terasa nyeri. Ini diakibatkan medan pantai yang miring, sehingga beban tubuh dan peralatan secara otomatis bertumpu pada satu kaki.Namun, semuanya terbayar dengan apa yang ada di depan mata. Ombak pantai selatan yang terkenal dengan gelombang tinggi, serta batu karang yang menghadang setiap terjangan ombak yang hendak mencapai tepian, jadi hiburan tersendiri.Biru cakrawala berpadu dengan birunya lautan. Keduanya menjadi sebuah kesatuan yang harmonis, serasi, seimbang dan penuh makna.Medan yang bervariasi setelah masuk ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan berbagai petualangan. Mulai dari hutan bakau, hutan belantara, rawa, tebing serta perbukitan menjadi hiburan tersendiri ketika sudah bosan dengan suasana pantaiTraveler yang datang juga sesekali harus berenang menyeberang muara yang sangat lebar. Airnya mempunyai arus bawah yang cukup deras, mampu memacu adrenalin.Anda juga terkadang harus merayap pada sisi dinding karang. Bukan tanpa sebab, ini karena jalur di garis pantai tidak memungkinkan untuk di lalui. Ada ombak yang sangat besar begitu kuat menghantam ke tepian.Ketika pasang, kami terpaksa untuk mencari jalan keluar lain. Saya dan teman-teman terpaksa memotong sudut kompas masuk ke dalam hutan yang cukup lebar.Berada di sana membuat kami kesulitan untuk melakukan orientasi atau membidik sudut kompas. Penyebabnya karena terlihat hanya tanah datar serta hutan yang cukup lebat. Tak jarang kami sempat beberapa kali kehilangan orientasi ketika melewati medan hutan rimba.Rasa letih kembali menggoda untuk bermalas-malasan. Sementara fisik sudah mulai menurun drastis karena perjalanan yang begitu panjang serta menempuh medan yang cukup berat. Namun ketika tiba waktu untuk istirahat, senja di ufuk barat menampakkan pesonanya.Kehadirannya diiringi dengan tarian gelombang yang menghantam tegarnya karang yang sudah mulai terkikis karena gempuran gelombangnya. Inilah pemandangan yang menenangkan jiwa. Mampu mengembalikan semangat raga yang mulai pudar.Perjalanan berakhir di Tanjung Alang-alang. Hanya ada pasir putih serta daerah yang gersang di sana. Tidak ada sumber air tawar di sekitarnya. Mungkin masuk ke dalam hutan sejauh 3 km dari garis pantai, Anda baru akan menemukan air tawar.Kilauan pasir putih yang terkena teriknya mentari mampu membuat pandangan menjadi kabur. Kaca mata hitam pun menjadi solusi. Sementara itu, kaki sudah terseok-seok menyelesaikan perjalanan ini.Air kubangan berwarna merah dan mempunyai rasa payau pun akhirnya masuk perlahan melalui kerongkongan untuk menghilangkan rasa dahaga, menghindari serangan maut dehidrasi. Kehadirannya cukup membuat kembali pulih tenaga. Meskipun pada akhirnya hanya rasa haus yang kembali menghampiri karena payaunya air tidak mampu mengusir rasa dahaga.Akhirnya, perjalanan berakhir sesuai dengan perencanaan, Ujung Kulon. Pesona nusantara di Pulau Jawa.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah