Mudik ke Blitar, Tak Pernah Bosan Ziarah ke Makam Soekarno
Ike Astriningtyas - detikTravel
Jumat, 02 Agu 2013 10:50 WIB
Jakarta - Β Saat pulang kampung ke Blitar, pasti traveler tak pernah bosan menyambangi makam Sang Proklamator, Soekarno. Tak hanya itu, kota kecil ini banyak pula menyimpan destinasi lain yang juga seru."Blitar nyimpen awune sang noto,Β Majapahit ning Candi Penataran,Blitar nyimpen layone Bung Karno,Proklamator lan presiden kang kapisan"Momen pulang kampung selalu ditunggu-tunggu para traveler yang merantau di kota-kota besar. Beberapa baris lirik lagu "Blitar kang Kawentar" setidaknya mampu mendeskripsikan apa saja yang ada di kota terkecil kedua di Jawa Timur tersebut. Blitar, meskipun memiliki wilayah yang cukup sempit, ternyata banyak menyimpan objek wisata sejarah maupun alam.Anda juga harus mengunjungi Istana Gebang dan Candi Penataran. Sedangkan Makam Bung Karno merupakan salah satu situs sejarah yang tidak pernah sepi dari pengunjung. Kedatangan mereka bukan hanya bermaksud untuk berziarah, tetapi juga mengenal sosok presiden pertama RI secara lebih dekat.Foto, buku, video, patung dan berbagai benda lain yang pernah menemani Putra Sang Fajar ini masih tersimpan rapi di museum. Letak museum itu ada di sebelah selatan makam.Bergeser sedikit beberapa kilometer ke arah selatan. Ada Istana Gebang yang masih kokoh berdiri hingga kini. Tempat ini menawarkan sensasi lain untuk 'menyelami' sosok Bung Karno.Selain foto, lukisan, dan pernak-pernik hiasan, kursi, tempat tidur yang digunakan beliau dahulu kala, ternyata masih terjaga dengan baik. Meskipun pada beberapa tahun lalu menjadi sengketa pengelolaan antara Dinas Pariwisata Kota Blitar dan ahli waris.Β Selanjutnya bergerak ke arah utara. Selama 20 menit perjalanan, Anda akan menjumpai situs sejarah lain berupa candi. Candi itu adalah Candi Penataran, terletak di Desa Nglegok, Kabupaten Blitar.Β Candi Penataran ini diyakini sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit masih terawat dengan baik. Terbukti dengan keberadaan sebuah prasasti yang sudah tak teraba lagi aksaranya.Pohon maja yang berbuah beberapa biji itu pun turut menjadi saksi. Konon, pohon maja yang memiliki buah mirip melon berbentuk bulat dan berwarna hijau rasanya amat pahit sehingga dari sinilah nama Majapahit tercetus.Β Sesempit apapun wilayah Blitar secara administratif, ada suatu ucapan. "Ora mokal Blitar dadi kembang lambe, ora mokal akeh sing podho nyatakne".Β Β
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah