Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi

Lenny Permata Kusuma - detikTravel
Selasa, 06 Agu 2013 11:43 WIB
loading...
Lenny Permata Kusuma
Sudut galeri seni
Rumah joglo untuk pertunjukan seni
Alat pembakaran kopi
Hasil pembakaran kopi yang sudah kering
Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi
Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi
Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi
Mudik ke Bandung, Yuk Berburu Kafe Kopi
Jakarta - Traveler yang mudik ke Bandung takkan bosan karena banyak sekali objek wisata yang bisa didatangi. Kali ini bagi para pecinta kopi, ada dua kafe yang bisa jadi incaran untuk didatangi saat mudik Lebaran tahun ini.Anda pecinta kopi dengan rasa otentik, atau sekedar mencari suasana kafe yang berbeda ? Jika iya, maka Toko Kopi Aroma dan kafe Selasar Kopi akan sayang dilewati saat menyambangi Bandung.Destinasi pertama adalah Selasar Kopi. Tempat ini merupakan kafe yang menjadi satu dengan galeri seni dan budaya, Selasar Sunaryo.Saya mengunjunginya bersama teman-teman. Alasannya, selain karena lokasinya di Dago Atas yang berhawa sejuk, kami yang belum pernah ke sana juga penasaran akan desain bangunan yang unik. Di antaranya, bangunan amphitheater dan rumah joglo. Jika beruntung, terkadang dapat melihat pertunjukan yang digelar di sana.Pilih makanan, saya memesan pisang goreng dengan whipped cream dan beraroma kayu manis yang sedap. Untuk minumnya, iced cappucino menjadi sajian yang menyegarkan.Sembari menunggu pesanan, saya menyempatkan untuk menikmati lukisan dan patung. Instalasi seni ini ada di bagian depan kafe. Esok harinya, saya mencoba mampir ke Toko Kopi Aroma di wilayah Braga yang didominasi bangunan tua. Bahkan toko ini diklaim sudah ada sejak tahun 1930. Ditemani pemilik toko, bapak Widya Pratama, saya ditunjukan cara mempertahankan rasa mereka hingga puluhan tahun. Salah satunya dengan menghilangkan kadar keasaman kopi.Caranya, jenis kopi Robusta disimpan dalam gudang tanpa cahaya hingga 5 tahun. Sementara jenis Arabika disimpan selama 8 tahun.Selain itu, pembakarannya masih menggunakan peralatan tua dengan bahan bakar kayu. Hasilnya, produk mereka memiliki wangi dan rasa yang khas dan aman untuk lambung. Meski bukan berkonsep kafe, tapi produk Toko Kopi Aroma kami bungkus sebagai oleh-oleh.Β 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads