Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga

Anggi Agistia - detikTravel
Rabu, 07 Agu 2013 14:20 WIB
loading...
Anggi Agistia
Kampung Naga
Kampung Naga
Kampung Naga
Kampung Naga
Kampung Naga
Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga
Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga
Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga
Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga
Mudik Lewat Tasikmalaya, Mampir Dulu ke Kampung Naga
Jakarta - Kalau Anda mudik ke timur Jawa dan melewati Tasikmalaya, coba singgah sejenak di Kampung Naga. Ini adalah kampung tradisional yang sampai sekarang masih terjaga keasliannya.Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB, saya Β terbangun dan mendapati diri sudah berada di tengah parkiran di antara bus pariwisata. Wah, ternyata saya sudah sampai di Kampung Naga. Jalanan yang curam dan berkelok membuat saya terbangun beberapa kali sebelumnya. Aliran sungai dan pesawahan hijau memanjakan mata sepanjang perjalanan, sampai akhirnya mobil berbelok ke sebuah pelataran parkir dengan Tugu Kujang Pusaka yang berdiri megah.Selamat datang di Kampung Naga!Saya telah sering mendengar tentang Kampung Naga dari kedua orangtua saya yang pernah kemari. Ini adalah sebuah desa yang masih memegang teguh adat istiadat serta mempertahankan kebudayaan yang lestari dari para leluhurnya. Tak hanya bangunan rumah, tapi juga tradisi dan gaya hidup mereka.Dari informasi yang saya dapatkan dari pemandu, Kampung Naga terletak berbatasan dengan sebuah hutan keramat. Di hutan itu terdapat makam para leluhur masyarakat Kampung Naga. Lokasi Kampung Naga sekitar 30 menit berjalan kaki menuruni tangga. Usai menuruni tangga, kita akan melihat hamparan sawah dan aliran Sungai Ciwulan yang katanya berasal dari Gunung Cikuray.Ratusan anak tangga ini harus dilalui kalau mau menuju Kampung Naga, tak ada akses lain apalagi menggunakan kendaraan bermotor. Jalan kaki adalah satu-satunya cara untuk mencapai desa ini. Namun saat melewatinya, sajian pemandangan alam menjadi bukti keagungan Tuhan. Luar biasa indahnya!Kami menyusuri jalan setapak di pinggir sungai, dan undakan sawah di sebelah kanan. Bangunan-bangunan di Kampung Naga mulai terlihat. Baik itu rumah, masjid, atau bangunan lain hampir serupa bentuknya. Semuanya terbuat dari bambu dilapisi jerami. Pekarangan antara satu rumah dan rumah lain jaraknya sangat dekat. Seperti kawasan padat penduduk kalau di perkotaan. Bedanya, di sini sangat bersih dan rapi!Salah satu ciri rumah di Kampung Naga adalah terdapatnya kolam ikan di depannya. Kamar mandinya juga sangat khas. Di tengah desa, tepatnya di seberang masjid, terdapat bangunan yang biasa dijadikan tempat pertemuan masyarakat di sana. Oh ya, ada juga toko suvenir yang menjual hasil kerajinan tangan.Usai berkeliling, saya bersama adik dan mama berjalan-jalan di sekitar desa sambil jajan es kelapa muda. Harganya murah, Rp 3.000 saja. Kebetulan saya orang Sunda, saya tak canggung menyapa dan bertanya pada penduduk setempat menggunakan bahasa Sunda. Penduduk di sana sangat ramah dan selalu melempar senyum saat kami berpapasan.Kami pun kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan. Berat rasanya kaki saya, meninggalkan batas Kampung Naga. Kami kembali menyusuri tepian sungai yang mengapit sisi timur kampung ini, memandangi luasnya pesawahan hijau dan pohon yang rimbun dari arah selatan. Kami pun kembali menyusuri tangga yang kian menanjak.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads