Lebaran yang Segar di Air Terjun Grojogan Sewu
Kamis, 08 Agu 2013 17:47 WIB
Pencinta Rasul
Jakarta - Jika Anda Lebaran di Solo, wajib mampir ke Kabupaten Karanganyar. Di sana terdapat tempat wisata indah, yakni air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, lereng Gunung Lawu. Usai bersilaturahmi, segarkan diri Anda di sini!Tempat tersebut kira-kira berjarak 1,5 jam perjalanan (50 Km) ke sebelah Timur Kota Solo. Di Tawangmangu sebenarnya banyak dijumpai tempat wisata lainnya seperti Candi Sukuh, Candi Cetho, air terjun Jumog, dll. Namun yang paling banyak dikunjungi dan paling popular adalah air terjun Grojogan Sewu. Air terjun Grojogan Sewu terletak di sebuah hutan wisata yang masih asri dan alami.Bulan lalu, saya bersama teman kampus mengadakan ekspedisi ke sana dengan mengendarai sepeda motor. Dari Solo kami membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Namun, bagi Anda yang tidak memakai motor, saya sarankan naik bus dari Solo. Sekedar informasi, bus umum yang tujuan ke sana setiap hari sekitar 40 kali frekuensinya dan ternyata tidak ada yang menggunakan AC. Namun tenang saja, udara di daerah sana sejuk dan dingin sehingga tidak perlu AC lagi.Jalan menuju Terminal Tawangmangu sangat banyak kelokan tajam dan curam dengan di samping kanan-kiri jalan tersebut banyak yang berupa jurang dan atau areal persawahan yang terlihat hijau dan subur. Kami langsung menuju sebuah pasar tradisional yang ada di depan pasar utama, yang ternyata sudah menjadi pasar yang semi modern dan lebih tertata teratur.Kemudian kami berada di pintu masuk Grojogan Sewu. Jarak pintu loket dengan jalan raya utama sekitar 200 meter dan tidak ada petunjuk jalan atau plang pengumuman di jalan raya yang memberi tahu bahwa belokan jalan itu adalah belokan jalan menuju Objek Wisata. Setelah sampai di sana segera kami membeli tiket masuk dan mulai menuruni anak tangga yang banyak menuju ke tempat air terjun. Selain hawanya yang sejuk dan pepohonan yang masih alami, di sana juga dijumpai kera jinak yang sangat banyak.Harap berhati-hati bila membawa barang-barang dan makanan supaya tidak diambil, dicuri atau direbut oleh kera-kera tersebut. Kera-kera di sana tidak seagresif kera-kera di Hutan Palasangeh, Bali. Kalau kera di Sangeh, Bali itu sampai berani mengambil kacamata namun untuk kera di Tawangmangu ini tidak sampai seperti itu. Menuruni anak tangga yang banyak tersebut ternyata membuat kaki pegal juga, namun jangan khawatir, karena banyak tempat istirahat semacam gubuk di beberapa tempat untuk beristirahat sejenak bila capek.Setelah menuruni sekitar 200 anak tangga maka tibalah di tempat air terjun-nya. Di sekitar air terjun tersebut banyak terdapat penjual sate baik sate kelinci maupun sate ayam. Sate yang paling khas di sana adalah sate kelinci, oleh karena itu, akan lebih enak memakan sate kelinci. Sate tersebut disajikan dengan lontong. Sebelum mendekat ke air terjun, kami beristirahat dahulu untuk sekedar mengurangi capek setelah menuruni ratusan anak tangga sambil makan sate kelinci yang menghadap ke air terjun.Sambil makan, terlihat keindahan alam yang sangat indah dan dinamis dengan komposisi serasi berupa air terjun setinggi sekitar 80 meter yang memacarkan air berturutan tanpa henti, pohon-pohon besar dengan hijau daun alami, batu-batuan besar yang merupakan asli batu-batu gunung yang terserak secara alami, kera-kera yang bergerak ke sana-kemari mencari makanan, dan ditambah udara yang segar dan bersih membuat capek terasa hilang.Dari tempat tersebut juga dapat terlihat kolam renang untuk anak dan kolam renang untuk dewasa. Kolam renang anak terletak di tempat yang agak tinggi sedangkan kolam renang dewasa terletak di samping sungai. Untuk memakai kolam renang anak sepertinya gratis namun untuk kolam renang dewasa sepertinya harus membayar lagi. Kenyang dengan sate kelinci dan capek sudah mulai hilang, kami mulai mendekat ke air terjun dan melihat para pengujung lain bermain air di bawah air terjun. Setelah beberapa lama, kami segera kembali.Perjalanan naik ratusan anak tangga juga tak kalah serunya dengan perjalanan menuruni tangga. Setelah itu, kami istirahat dan salat. Ekspedisi ini pun berakhir dengan menyenangkan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru