Berkunjung Rumah Djiaw Sie Kiong, Saksi Peristiwa Rengasdengklok
Hosea Aryo Bimo WN - detikTravel
Selasa, 27 Agu 2013 10:50 WIB
Jakarta - Berwisata sambil menelusuri perjalanan sejarah Indonesia adalah hal yang menarik untuk dilakukan. Berlibur ke Rengasdengklok, traveler bisa mengunjungi rumah yang menjadi saksi bisu peristiwa Rengasdengklok di Jawa Barat.Apakah ada yang tahu hubungan antara Proklamasi Kemerdekaan RI dengan rumah Djiaw Sie Kiong? Oke, mungkin perlu saya ubah pertanyaannya. Apakah ada yang tahu hubungan Proklamasi Kemerdekaan RI dengan Rengasdengklok?Bagus, pasti banyak yang akan mengatakan bahwa Soekarno dan Hatta 'diamankan' oleh golongan muda ke Rengasdengklok untuk membahas percepatan Proklamasi Kemerdekaan RI. Mereka ditempatkan di rumah Djiaw Sie Kiong atau yang lebih akrab disapa Babah Kiong.Dulu, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Rapat dan keperluan menginap juga akan dilakukan di Tangsi Militer PETA, yang kebetulan berada di Rengasdengklok. Dipilihlah sebuah rumah sipil sebagai tempat penginapan. Rumah Babah Kiong merupakan rumah terdekat dari Tangsi PETA.Babah Kiong yang merupakan seorang petani ini tidak banyak mengetahui siapa yang datang menginap. Yang Babah Kiong tahu, itu adalah tokoh penting. Malamnya, hampir sebanyak lebih dari 30 orang datang bertamu. Sehingga Babah Kiong merelakan seekor ayamnya dijadikan bahan makanan bagi tamu yang datang.Saat ini, rumah tersebut masih utuh seperti sediakala. Jalan menuju ke sana juga tidak jauh berbeda. Rumah ini sekarang dijaga oleh keturunan Djiaw Sie Kiong.Babah Kiong selalu berpesan agar rumah itu tetap dijaga dan setiap tamu dilayani sebaik-baiknya. Tidak jarang Tante Lin, salah satu cucu dari Djiaw Sie Kiong menjelaskan pada para tamu mengenai sejarah rumah tersebut.Selain itu dia juga mengutarakan bagaimana bangganya Djiaw Sie Kiong serta keluarganya bisa berkontribusi untuk Indonesia. Mereka bahkan lebih suka disebut orang Indonesia dibandingkan Tionghoa.Hal ini menyisakan sebuah kenyataan pahit yaitu sulitnya pelestarian serta hampir tidak adanya perhatian. Meski Tugu Kebulatan tekad berdiri di tempat tangsi PETA, di bawah perlindungan Balai Bandung, namun rumah Babah Kiong berada di bawah Balai Cagar Budaya Serang.Jadi, banyak pekerjaan rumah untuk kita semua untuk melestarikan peninggalan sejarah, bukan?
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru