Menelusuri Jejak Penjajah di Melaka
Fina Hayati - detikTravel
Senin, 06 Mei 2013 10:53 WIB
Jakarta - Malaka, Malacca, atau Melaka adalah kota tua warisan Kerajaan Melayu, Portugis, Belanda, dan Inggris, di Semenanjung Malaysia. Kota yang dulu bagian wilayah Kerajaan Sriwijaya ini, kini menjadi destinasi wisata sejarah favorit wisatawan.Sejak sekolah dulu saya mengira bahwa Melaka adalah bagian dari Indonesia. Ternyata saya salah karena Melaka saat ini adalah bagian dari negara Malaysia.Perjalanan di Malaka saya mulai dari Terminal Melaka Sentral. Setelah sarapan pagi di terminal, saya mencari bus berwarna merah dengan tulisan Panorama Melaka.Harga bus ini hanya 1 Ringgit (Rp 3.200) dan menurut saya cukup murah, mengingat fasilitas tempat duduknya empuk dan AC cukup dingin. Sedikit informasi bahwa Malaka adalah salah satu World Heritage UNESCO.Di sekitar wilayah ini banyak terdapat bangunan bersejarah. Mari kita lihat satu persatu:Christ Church MelakaGereja Protestan tertua yang dibangun pada abad ke-18 ini dulunya bercat putih. Namun, pada tahun 1911 dicat menjadi warna merah. Warna ini menyesuaikan dengan bangunan di sebelahnya yaitu Stadthuys yang juga berwarna merah. Gereja ini sangat bergaya Belanda. Anda lihat saja ke dalamnya.Β StadthuysDalam bahasa Belanda tempat ini berarti Balai Kota. Tidak heran pada sekitar tahun 1650 bangunan ini digunakan oleh Pemerintah Belanda sebagai kantor Governoor dan Deputy Belanda yang berkuasa.A FamosaA Famosa adalah sebuah bangunan yang dijadikan gerbang dari benteng yang didirikan Portugis. Benteng tersebut didirikan setelah pasukan Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d'Alburqueque mendarat dan berhasil mengalahkan Kesultanan Melaka.Benteng ini sangat penting pada masa itu mengingat letak Malaka yang strategis dalam pelayaran dan perdagangan.St Paul ChurchΒ Letaknya tidak jauh dari A Famosa. Sedikit menaiki bukit terdapat St Paul Church, berupa reruntuhan bangunan yang menurut saya memberikan nuansa spooky.Terlebih lagi ketika saya berada di sana, ada seseorang yang sedang memainkan biola di tempat ini. Ternyata di situ juga terdapat ruang bawah tanah yang konon, dahulu dijadikan penjara pada zaman Belanda.Selain bangunan-bangunan tersebut, di wilayah ini juga terdapat beberapa museum seperti Muzium Seni Bina Malaysia, Muzium UMNO, Muzium Islam Melaka, Muzium Setem Melaka, dan Bastion House.Menurut saya, Malaka bisa menjadi salah satu pilihan destinasi ketika berkunjung ke Malaysia. Jaraknya dari Kuala Lumpur juga relatif tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2,5 jam menggunakan bus.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru