Berkunjung ke Kota Masa Kecil Personel Westlife
Senin, 10 Jun 2013 09:50 WIB
Primastutidewi
Jakarta - Sligo, kota yang terletak di barat laut Irlandia bisa membius traveler dengan berbagai objek wisatanya. Mulai dari wisata alam hingga mengunjungi situs megalitikum, kota tempat masa kecil para personel boyband Westlife ini sungguh menggoda.Awal Mei 2012, ketika berangkat ke Dublin, Irlandia tidak pernah terlintas dibenakku untuk mengunjungi Sligo. Kemudian salah seorang temanku bertanya apakah Sligo dekat dengan Dublin?Aku jelaskan padanya lama perjalanan sekitar 3 hingga 5 jam dari Dublin. Kutanya kembali kenapa dia bertanya begitu? Temanku, Chitra berkata teringat personil Westlife. Aku jadi teringat juga kalau personilnya: Shane, Mark dan Kian menghabiskan masa kecilnya di Sligo.Aku segera membuka agenda keseharianku, siapa tahu ada waktu luang mengunjungi Sligo sebelum menuju Spanyol. Akhirnya kutemukan waktunya. 3 hari 2 malam ditambah perjalanan, kurasa cukup untuk mengunjungi Sligo. Aku mulai browsing hotel di Sligo dan menemukan 2 hotel istimewa.Yang satu berupa sebuah resort dengan view danau. Aku sampai speechless saking bagusnya. Hotel yang satu lagi ada di tengah kota, jarak dari satu hotel ke hotel lainnya sekitar 1,5 jam berkendara. Langsung saja aku pesan & siap berangkat. Karena perjalanan lumayan jauh, aku memilih menggunakan Jaguar agar bisa menikmati pemandangan dengan leluasa.Pagi hari sekitar pukul 08.00 waktu setempat aku sudah bangun menyiapkan semua keperluan dan berangkat. Lalu seperti biasa tugasku mengabadikan objek menarik selama perjalanan. Sementara patnerku mengemudi & membawa kami selamat sampai tujuan.Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan yang serba hijau.Sapi, domba, rumah-rumah tertata bersih dan rapi. Lahan pertanian, bukit-bukit batu, danau, bahkan rumah beratap ilalang juga kutemukan di sini, cantiknya! Untuk menemukan hotel di pinggir danau ini bukan perkara mudah. GPS kebanggan lupa pula ku-update.Akhirnya penunjuk jalan ajaibku ini tidak tahu harus membawaku ke mana. Kalau di Indonesia aku tinggal berhenti dan bertanya βPermisi, maaf Pak tahu alamat ini nggak ya?β. Sialnya budaya itu tidak berlaku di tempat ini. Tak seorang pun terlihat. Mereka lebih suka berdiam diri di bawah selimut atau di depan perapian menghangatkan tubuh.Kami terus mengemudikan mobil sampai akhirnya 2 backpacker mengacungkan jempol minta tumpangan. Kami angkut mereka. Ternyata mereka juga akan menuju tempat yang sama. Tuhan menyelamatkan kami lewat 2 backpacker yang kami tak tahu dari mana asalnya.Hari Pertama di SligoKami tiba sekitar pukul 4 sore. Setelah meletakkan barang di hotel dan istirahat sekitar 1 jam, kami siap mengelilingi Sligo. Matahari hari ini akan tenggelam pukul 21.00 waktu setempat. Kami masih punya waktu sekitar 4 jam. Kami kemudian langsung tancap gas dengan tujuan sore ini mengeksplor Sligo semaksimal mungkin.Mulai dari danau alami, perkebunan, pedesaan, pantai, hingga menyusuri lorong-lorong kota. Kami sangat suka berjalan kaki. Sehingga mobil kami gunakan hanya untuk perjalanan jauh yang tidak mungkin ditempuh berjalan kaki. Tiap kali tiba di satu tempat, hal pertama yang kami lakukan adalah mencari area parkir mobil yang aman.Sisanya kami berjalan kaki selama berjam-jam menikmati pesona Sligo sambil kedinginan. Kami mengunjungi Enniscrone Pitch & Putt, melihat keindahan padang golf, pantai. Tak terasa sudah pukul 20.00 waktu setempat. Kami lapar & memutuskan berhenti di Mcdermotts Bar & Restaurant. Makan malam yang mungkin tak akan pernah aku lupakan sepanjang hidup.Aku menyukai makanan di restoran ini. Sampai sekarang kalau membayangkan menunya, air liurku mengalir deras, hahaha. Saat itu pas Piala euro, kami pun menghabiskan malam sambil menonton piala Euro di restoran tersebut. Kami berkenalan dengan beberapa orang Sligo yang akhirnya menjadi teman kami. Kami tiba di hotel sekitar pukul 02.00 waktu setempat.Hari Kedua di SligoKami bangun pukul 09.00 waktu setempat. Cuaca cerah, lalu kami sarapan dan aku mencoba keluar hotel sebentar. Buru-buru aku masuk lagi karena dingin. Ternyata cuacanya menipu. Matahari muncul, tapi tetap saja suhunya 10 derajat celcius. Sebenarnya aku tak kaget lagi, musim salju di Irlandia itu sangat dingin. Musim semi juga dingin, musin gugur pun setia tetap dingin.Musim panas juga tak kalah dinginnya. Jika ingin ke luar rumah, persiapkan jaket dan sepatu. Kami langsung packing dan check out dari hotel. Kamera, snack sudah siap. Meluncurlah kami dengan mobil istimewa yang sudah menunggu semalaman di parkiran. Kami langsung menuju perkebunan.Aku berkata pada Chitra bahwa ingin sekali melihat cara orang Irlandia menggulung rumput menggunakan mesin, tentu saja aku ditertawakan, tapi aku tak peduli. Di Indonesia, aku belum pernah lihat sih. Dari sana, kami menuju danau yang view nya dapat kami lihat dari resor. Seperti biasa, kami berfoto dulu di sana. Lalu kami menuju Carrowmore Megalithic Cemetery.Aku bersikeras ingin mengunjungi tempat ini karena pernah melihat salah satu program TV di Indonesia. Saat itu mereka menayangkan tempat tempat yang wajib dikunjungi karena keajaiban dan keunikan alamnya. Nah! Salah satunya adalah Carrowmore. Setelah rasa penasaran terpenuhi, kami menuju Kota Sligo dan menghabiskan sisa hari ini untuk mengeksplor kota.Setelah check in, kami berjalan kaki sekitat 3 jam, menikmati aura Sligo. Makan malam kali ini kami memilih Sligo restoran yang udah berdiri ratusan tahun lalu. Menu yang kupilih adalah tuna karena di daerah ini terkenal dengan tunanya.Hari ketiga di SligoKami harus pulang ke Dublin hari ini. Kami bangun pagi karena rute perjalanan pulang yang kami pilih tidak sama dengan rute berangkat. Meski memakan waktu lebih lama 2 jam, kami tetap memilih jalur ini dengan tujuan melihat sisi lain dari Sligo.Kami makan di Irish Restaurant yang khusus menyediakan sarapan. Aku mencoba irish vegetarian breakfast. Ternyata aku tidak salah pilih. Setelah sarapan kami kembali ke hotel, packing dan check out. Petualangan pulang menunggu kami.Kami memulai perjalanan dengan mengandalkan GPS. Pilihan kamiΒ memilih jalur yang tidak biasa sungguh pilihan yang sangat keren banget. Tiba-tiba saja perjalanan kami menanjak semakin tinggi dan berada di antara pegunungan hijau yang sangat dingin, bersih dan asri. Kami sungguh menikmati perjalanan ini.Kami sempat berhenti di beberapa danau untuk mengambil gambar foto dan video. Rasanya puncak dari liburan ke Sligo adalah hari ke 3 ini. Sepanjang perjalanan kami sangat gembira. 6 jam perjalanan menjadi tidak terasa. Saat mendekati Dublin hujan turun lagi di musim panas ini, selamat datang di kota hujan.Β Ya Allah, saya tidak keberatan turun hujan malam ini karena liburan ku ke Sligo sudah berakhir. Sampai di Dublin, teman-teman sudah menunggu di pub tempat biasa kami nonton Piala Euro. Sampai jumpa lagi Sligo.












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang