Naik Sepeda Hujan-hujanan di Putrajaya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gowes Keliling Malaysia

Naik Sepeda Hujan-hujanan di Putrajaya

lia widyaningsih - detikTravel
Senin, 04 Feb 2013 17:30 WIB
Jakarta - Sebagai kota administratif di Malaysia, Putrajaya tak hanya seru dijelajahi dengan berjalan kaki. Bersepeda keliling Putrajaya sambil mampir ke berbagai tempat juga tak boleh dilewatkan saat liburan ke sini.'Beruntung' adalah kata pertama yang ingin saya ucapkan. Rasanya tak percaya bahwa saya menjadi salah satu dari 5 pemenang "Gowes Keliling Malaysia". Tentunya ini jadi kebanggan tersendiri, serta pengalaman yang tak terlupakan.Jumat (25/1/2013) adalah hari pertama keberangkatan saya ke Malaysia. Ini sekaligus jadi momen pertama saya bertemu dengan para pemenang "Gowes Keliling Malaysia" yang lainnya: Wida, Renal, dan Haitami. Saya juga ditemani oleh Marwan dan Rizaldi dari detikTravel dan 3 orang pemenang "Shopping in Malaysia" yaitu Peggy, Hyra dan Dina. Kami pun siap bertualang di Negeri Jiran!Tepat pukul 11.00 waktu setempat (lebih cepat 1 jam dari Jakarta), kami tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Kami pun didampingi pemandu lokal yakni Mr Khairi dan Mr Anisah. Di sini kami berpisah untuk memulai aktivitas masing-masing. Tim "Gowes Keliling Malaysia" bersama Marwan dan Mr Khairi, sementara tim "Shopping in Malaysia" bersama Rizaldi dan Mrs Anisa.Hari pertama di Malaysia kami habiskan dengan bersepeda keliling Putrajaya. Pemberhentian pertama adalah Alamanda Mall, Putrajaya untuk makan siang. Ini adalah satu-satunya mal di Putrajaya. Suasananya cukup ramai, bangunan malnya tidak terlalu besar serta dikelilingi taman dan kolam air mancur. Mal ini adalah tujuan utama muda-mudi Putrajaya untuk bersantai di hari libur.Santapan pertama kami di Malaysia adalah Nasi Lemak dari Rasa Mas Resto. Ini adalah nasi beraroma yang dimasak dengan minyak kelapa, campuran jahe, dan kayu manis. Biasanya Nasi Lemak disajikan dengan lauk berupa telur rebus, sambal teri kacang, timun segar, dan daging bumbu kari yang mirip rendang. Nyam... Sangat nikmat!Usai santap siang, kami menuju Masjid Pink Putrajaya untuk menunaikan kewajiban salat Dzuhur. Masjid berarsitektur menawan, dengan kubah berwarna merah muda ini jadi kebanggaan tersendiri bagi warga Putrajaya. Satu hal yang unik dari masjid ini, setiap pengunjung yang datang khususnya perempuan wajib mengenakan jubah berwarna pink yang tersedia gratis. Memasuki pelataran masjid yang luas dan megah menambah kekaguman saya akan arsitektur bangunan ini.Dari masjid ini, barulah kami bersiap untuk gowes keliling Putrajaya. Sepeda sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara. Kami pun berganti kostum, memakai helm sepeda dan sepatu. Ah, saya terlihat 'sporty' sekali hari itu!Gowes dimulai dari pelataran Masjid Pink. Jalanan di Putrajaya sangat mulus. Deretan gedung-gedung pemerintahan berarsitektur menawan di sepanjang jalan menjadi pemandangan yang menyenangkan. Selain Masjid Pink, di sini juga bisa ditemukan Masjid Besi, Istana Kehakiman, Perdana Putra, Danau Putrajaya, Jembatan Putrajaya dan bangunan lain dengan desain menarik.Tata letak bangunannya sangat rapih, jalanan pun sangat tertib. Sepertinya saya tidak menemui kemacetan di sini. Menariknya, jalan khusus sepeda berada di tengah-tengah jalan utama yang dilintasi kendaraan lain seperti mobil, motor, dan bus.Beberapa jam menggowes sepeda, angin dan gumpalan awan hitam mulai menggelayut di sela-sela perjalanan. Tampaknya cuaca mulai tak bersahabat. Benar saja, tak berapa lama kemudian turunlah hujan disertai petir. Halte bus menjadi tempat kami berteduh. Kami pun menghabiskan waktu dengan foto-foto, 'bengong', sampai utak-atik gadget masing-masing.Hari beranjak sore, dan hujan tak kunjung usai. Akhirnya kami memutuskan untuk mengayuh sepeda di bawah guyuran hujan. Asyiknya bersepeda sambil hujan-hujanan, semakin kencang laju sepeda kita, semakin lebat hujan menerpa. Tak mau ambil risiko, kami pun memutuskan untuk berhenti lagi di halte bus kedua.Setelah menunggu beberapa lama, mobil yang menjemput kami pun datang. Jas hujan dibagikan, kami pun meletakkan segala perlengkapan sepeda termasuk sepatu ke dalam mobil. Inilah kali pertama saya gowes sepeda tanpa alas kaki, alias 'nyeker'!Pelataran Masjid Pink jadi titik start sekaligus finish gowes sepeda hari itu. Dengan kulit kaki dan tangan yang mulai membiru karena dingin, berakhirlah acara gowes di Putrajaya. Rasanya menyenangkan! Walaupun terganggu karena hujan, tak menyurutkan semangat kami untuk terus bersepeda.Selanjutnya, kami bertolak ke Kuala Lumpur untuk check-in hotel. Sky Express Hotel menjadi tempat kami melepas lelah selama di Malaysia. Letaknya strategis serta mudah menjangkau banyak tempat.Setelah 1 jam beristirahat, tibalah waktunya makan malam. 9 Anggota rombongan ditambah 2 pemandu lokal siap bersantap malam. Menu kali ini adalah... Nasi Padang! Bolehlah kita bangga, kuliner asli Indonesia disukai oleh warga negara lain. Nasi padang yang kami santap di Resto Puti Bungsu ini adalah yang terenak dari semua resto masakan Padang di Kuala Lumpur. Panoramanya pun terbaik, yakni langsung ke Menara Kembar Petronas yang bersinar di malam hari.Akhirnya, berakhir sudah kegiatan hari pertama saya di Malaysia. Senang, seru dan puas rasanya bisa bersepeda keliling Putrajaya. Bagi Anda yang berencana liburan ke Malaysia, gowes sepeda terlalu sayang untuk dilewatkan. Hari kedua akan dihabiskan dengan gowes ke Botanical Garden Shah Alam. Ikuti terus ya serunya "Gowes Keliling Malaysia"! (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads