Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang

Yun Damayanti - detikTravel
Selasa, 05 Feb 2013 10:45 WIB
loading...
Yun Damayanti
Klenteng Tay Kak Sie di Pecinaan, Semarang
Bagian dalam klenteng
warna merah dan patung naga di genteng-genteng klenteng
yuk, ke Semarang!
Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang
Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang
Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang
Jelang Imlek, Enaknya Wisata Keliling Klenteng di Semarang
Jakarta - Sebagai kota yang pernah disinggahi Laksamana dari China, Semarang memiliki kawasan yang kental dengan nuansa oriental. Cobalah mengelilingi kawasan Pecinan di Semarang dan jadikan liburan Imlek Anda lebih seru. Hanya di kawasan Pecinan di kota Semarang ada klenteng di setiap radius 50-100 meter. Ada yang besar dan ada juga yang kecil. Jika sedang berada di Semarang dan mengunjungi Sam Po Kong, ada baiknya blusukan juga ke kawasan pecinan di dekat kota lama.Bagi wisatawan mancanegara lebih memilih berjalan kaki untuk blusukan ke kawasan ini karena bisa sambil menikmati pemandangan sekitar. Pilihan lain mengunjungi kawasan ini adalah dengan menyewa becak. Tarifnya sekitar Rp 50 ribu.Klenteng Tay Kak Sie di Jalan Lombok adalah klenteng paling terkenal di kawasan ini dan telah menjadi itinerary wajib dikunjungi. Klenteng ini dibangun tahun 1746. Bangunannya cukup besar dan turis bisa masuk ke dalam dengan minta izin dahulu kepada penjaga di depannya.Klenteng kedua yang harus dikunjungi adalah klenteng tertua di Semarang yang berada di tengah pasar yaitu Siu Hok Bio. Klenteng kecil ini dibangun sekitar tahun 1546. Sesepuh di klenteng, Citro Mulyono, menjelaskan ciri khas klenteng-klenteng yang ada di kawasan pecinan Semarang adalah ajaran Tridharma, yakni gabungan ajaran Taoisme, Konghucu dan Budha.Klenteng sendiri merupakan bagian dari ajaran Confucius dalam kepercayaan Konghucu. Di setiap klenteng pasti ada dewa yang menjadi tuan rumah dan berada di tengah-tengah klenteng, dan Dewi Kwan Im. Dewa tuan rumah di Siu Hok Bio adalah Dewa Bumi.Yang menarik dari klenteng-klenteng di kawasan ini adalah spesialisasinya. Contohnya klenteng Grajen di Jalan MT Haryono, yang merupakan klenteng khusus untuk meminta obat dan membaca ramalan hidup seseorang.Karena klenteng-klenteng di kawasan Pecinan memang tidak diperuntukkan bagi wisata, peran tukang becak yang mengantar sangat penting. Mereka ini biasanya akan bicara kepada penjaga klenteng sehingga pengunjung yang tidak bermaksud beribadah bisa masuk dan melihatnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads