Praha, Inilah Mahkota Cantik dari Eropa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Praha, Inilah Mahkota Cantik dari Eropa

Laire Siwi Mentari - detikTravel
Rabu, 31 Okt 2012 15:50 WIB
Jakarta - Β Inilah kisah menjelajah dan menikmati Praha, ibukota Ceko. Angin akhir musim dingin tak menyurutkan niat untuk terus mengagumi keindahan bangunan-bangunan tua di kota berjuluk The Crown ini. Ditambah lagi, hiburan oleh seniman jalanan yang super keren!Rasanya tak ada habisnya menyusuri benua Eropa. Sebagai benua yang mendapat julukan "The Crown" atau "Mahkota", Eropa benar-benar memiliki pesona luar biasa. Tiap negara yang bernaung di dalamnya juga punya daya tarik masing-masing, sesuai dengan kontur alam, budaya, dan sejarahnya.Salah satu negara yang membuat saya tergoda untuk mengunjunginya adalah Ceko. Ibu kota negara Ceko, Praha, selalu menjadi impian destinasi saya sejak dulu. Ketika saya berkesempatan untuk tinggal beberapa bulan di Berlin, tanpa pikir panjang saya langsung memesan tiket kereta menuju Praha.Perjalanan dari Berlin ke Praha saya tempuh selama empat jam dengan pemandangan yang luar biasa. Bukit-bukit, sungai, hutan, dan ngarai sungguh membuat saya terpesona hingga tak terpikirkan sedikit pun untuk tidur di dalam kereta.Β Sampai di Hlavni Nadrazi, stasiun utama Kota Praha, saya menyadari sudah jatuh cinta pada kota itu. Bahasa lokalnya terdengar sangat seksi. Kegembiraan membuncah setelah saya keluar stasiun dan berjalan kaki menyusuri pusat kota.Praha benar-benar langsung menduduki posisi pertama dalam daftar kota-kota terbaik di seluruh dunia versi saya. Keindahan terkonsentrasi pada bangunan-bangunan tua yang tetap terjaga, sungai jernih yang memantulkan cahaya, puncak-puncak bukit, dan seluruh pojok kota yang membuat saya terpesona.Banyak sekali sejarah yang tersimpan di tiap sudutnya. Meski terlihat tua, Praha tetap terlihat bersih, berwarna dan segar. Kesempurnaanya terasa pada setiap detil kota. Kota itu seperti dibangun oleh sekumpulan arsitek terbaik dunia, di mana mereka merancang dengan cara yang istimewa.Angin akhir musim dingin tak membuat saya enggan untuk terus mengagumi keindahannya. Begitupun para seniman jalanan yang terus bersemangat menghibur para pelancong. Musisi, penari kontemporer, pelukis hingga seniman dengan pakaian atraktif yang terkesan magis.Istana dan katedral tua di atas bukit juga membuat saya betah berlama-lama di sana sembari memandangi panorama kota dari ketinggian. Apa lagi sambil mencicipi Pilsner Urquell, bir khas Ceko.Museum of Torture yang terletak tak jauh dari Astronomical Clock di kota tua juga memberi tantangan tersendiri. Museum ini berisi sejarah tentang penyiksaan yang terjadi pada abad pertengahan di Ceko.Ada banyak contoh-contoh alat penyiksaan manusia mulai dari pemenggal kepala, kursi listrik, alat pasung, dan lain-lain. Patung-patung korban penyiksaan juga menambah suasana horor dalam museum tersebut. Namun dengan suasana yang mencekam, kita jadi mengerti bahwa penyiksaan yang dialami para budak di masa itu sungguh mengerikan.Tak hanya wisata sejarah, Praha juga menawarkan wisata sastra. Bagi yang hobi menulis dan membaca seperti saya, ada satu pojok kota yang wajib dikunjungi. Tempatnya tak jauh dari jembatan Karluv Most yang tersohor, yaitu museum Franz Kafka. Di dalamnya terdapat teks-teks asli, barang-barang pribadi dan tentu cerita sejarah hidupnya.Saya berjalan sekitar dua ratus meter dari museum Franz Kafka dan saya menemukan surga kecil di pojok jalan berbatu. Toko buku Shakespeare membuat saya benar-benar enggan meninggalkan kota itu. Ribuan buku berbahasa Inggris dengan harga murah tersusun di rak-rak kayu, seperti di perpustakaan pribadi.Β Perjalanan selama empat hari yang mengagumkan itu memberi saya banyak pengalaman baru. Meski kaki lelah dan sakit karena berjalan kaki, tapi mata dan hati saya seperti dicuci dengan berbagai keindahan. Percayalah, hasil jepretan kamera tak dapat menangkap seluruh keelokan yang terdapat di kota itu, bahkan tidak setengahnya.Foto-foto pun tak dapat merepresentasi perasaan bahagia menyusuri setiap inci jalanan dan perbukitan. Praha benar-benar seperti permata yang bersinar pada Mahkota. Kunjungilah Praha bila ada kesempatan. Saya jamin tak akan ada sesal yang tertinggal.Β  (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads