Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dream Destination Papua

Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama

Keken_Hamzah - detikTravel
Sabtu, 01 Des 2012 09:55 WIB
loading...
Keken_Hamzah
Para penari laki-laki dari Suku Kamoro
Ribuan warga yang datang dari beberapa daerah di Timika memadati peresmian Santo Stefanus
Gereja Katolik Paroki Santi Stefanus yang diresmikan hari itu
Para putra altar atau misdinar yang hadir siang itu
Warga yang tidak kebagian tempat tetap serius menyaksikan proses peresmian, meskipun dari balik pagar
Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama
Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama
Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama
Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama
Saat Peresmian Gereja, Warga Papua Menari Bersama
Jakarta - Gereja Katolik Paroki Santo Stefanus yang dibangun pada 2008 di Distrik Sempan, Kota Timika, akhirnya diresmikan. Tak hanya pastur dan uskup, ribuan warga Papua menari dan memadati pemberkatan hari itu.Terik matahari 35 derajat celcius menemani perjalanan kami ke Distrik Sampe, 30 menit dari Bandara Mozes Kilangin, Timika. Dari kejauhan terlihat arak-arakan pastur dan uskup yang diiringi oleh tarian adat dari suku Kei dan Kamoro. Rombongan itu berjalan beriringan kurang lebih 300 meter dari Kantor Kecamatan Sampen menuju Gereja Katolik Paroki Santo Stefanus.Saya tertarik untuk melihat prosesi peresmian yang dimulai dengan tarian adat dari Suku Kei dan Kamoro. Para penari ini terdiri dari laki-laki dan perempuan yang mengecat seluruh badan dan wajah mereka dengan kapur, serta mengenakan pakaian berbahan jerami.Meski cahaya matahari begitu menyilaukan, sepertinya tidak mengurangi semangat mereka untuk terus menari. Hentakkan kaki para penari terdengar begitu mantap dan butir-butir keringat pun jatuh dibuatnya. Sebagai umat non Katolik, saya takjub melihat prosesi ini. Baru sekarang saya bisa melihat puluhan misdinar atau putra altar memakai pakaian kebesarannya. Mereka berjalan beriringan membawa tongkat uskup, di belakang para penari.Selanjutnya, para pastor berjalan perlahan sambil membawa alkitab. Yang menarik, ternyata tidak hanya orang lokal saja loh yang ada di barisan ini, tapi beberapa kaum ekspat juga bisa menjadi Pastor di Timika.Dan di barisan paling belakang, telah berdiri seorang uskup Keuskupan Timika, yakni Mgr John Philip Saklil yang siap memimpin misa. Dengan mantap ia berjalan tegap. Dari wajahnya tersirat rona kebijaksanaan.Selain bisa menyaksikan tarian adat Suku Kei dan Kamoro, saya juga bisa melihat beberapa orang dari suku Dani yang berkeliaran memakai Koteka. Rasa hati ingin berfoto bersama, namun apa daya, nyali saya tidak cukup bahkan untuk sekedar menyapa.Sungguh pengalaman seru yang belum pernah saya dapat sebelumnya. Sayangnya, saya tidak dapat melihat prosesi peresmian gereja dari dekat karena warga sudah memenuhi areal tersebut. Padahal, ingin sekali rasanya melihat aula dan altar gereja yang dihias dengan sangat indah. Saking ramainya, beberapa warga yang tidak mendapat tempat terpaksa harus melihat di balik pagar Santo Stefanus. Meskipun begitu, mereka tetap setia mengikuti acara dengan khidmat dan serius hingga acara berakhir.Laki-laki, perempuan, tua maupun muda tumpah ruah di halaman Santo Stefanus untuk mengikuti misa dengan penuh khidmat. Bersama-sama mereka memanjatkan lagu berisi puja dan puji bagi Tuhan sang pencipta. Suasana haru mulai menyelimuti ketika banyak diantara mereka yang menitikkan air mata.Satu hal yang saya amati adalah bahwa melalui gereja, jarak antar suku-suku di Papua memudar dan menyatu sebagai umat Tuhan yang bersaudara. Tidak ada dinding pemisah yang menjadi mengotak-kotakkan suku di Papua dalam beribadat."Dalam beribadat, kami tidak beda-bedakan suku. Siapa saja bisa ikut beribadat di gereja ini karena kita semua satu," ujar Meli, sang pemandu kami di Papua.Dream Destination Papua adalah program yang diselenggarakan oleh detikTravel, myTrans dan PT Freeport Indonesia. Selama 12 hari, 3 pemenang yaitu Keken, Anisa dan Husni akan menjelajah Papua dari Timika, Merauke, sampai Jayapura. Simak terus perjalanan mereka di situs perjalanan kesayangan Anda, detikTravel.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads