Dream Destination Papua
Monumen McArthur, Tempat yang Tepat Untuk Menyatu dengan Alam
Selasa, 04 Des 2012 11:01 WIB
Keken_Hamzah
Jakarta - Sejuknya suasana di sekitar Monumen McArthur membuat banyak orang tergoda untuk berwisata. Namun tidak hanya itu, anak-anak di Sentani juga menjadikannya sebagai tempat yang pas untuk belajar mengenal alam dan Sang Pencipta.Rasa penasaran muncul ketika melihat banyak anak kecil datang ke monumen McArthur bersama-sama, kemudian mereka berkumpul, bernyanyi dan beribadah bersama. Β Ternyata, anak-anak ini bergabung dalam kelas kepanduan Pathfinder yang dibuat oleh Gereja Masehi Advent, Jayapura sejak tahun 1900-an. Jika boleh dibilang, sekolah kepanduan ini sama dengan aktivitas Pramuka yang selama ini kita kenal.Menurut salah satu mentor Pathfinder, Septinus Wambrau, setiap Sabtu sore mereka berkumpul dan beribadah bersama dengan dipimpin oleh seorang master leader.Β "Master leader itu mentor yang khusus melatih anak-anak. Mereka adalah orang-orang yang telah mengikuti kelas kepanduan ini sampai tahap tertinggi," ujar Septinus.Kelas kepanduan ini memang terdiri dari beberapa tahapan yang didasarkan pada umur anggotanya. Ada kelas petualang bagi anak berumur 5-13 tahun dan kelas Pathfinder bagi anak yang berumur di atas 13 tahun."Anak-anak baru bisa masuk kelas Pathfinder jika sudah masuk kelas 1 SMP" kata Evy naibaho, salah satu master leader di Pathfinder. Β Tahap tertinggi menjadi master leader hanya dapat diperoleh ketika seseorang telah mengikuti kelas perintis, kelas penjelajah dan kelas penyidik. Pada tahap itulah, seseorang dianggap mampu untuk menjadi mentor untuk membagi ilmunya kepada yang lain.Β Saya melihat banyak hal yang mereka pelajari di kelas kepanduan ini. Selain mendapat pengetahuan seputar kerohanian, anak-anak ini juga diajarkan bagaimana mencintai alam dan hidup seimbang bersama alam."Kami coba berikan pemahaman tentang bagaimana menjaga dan merawat alam. Jadi mereka tidak akan sembarangan dalam memperlakukan lingkungan," ujar Regina, salah satu master leader yang hadir saat itu.Selain itu, anak-anak di Pathfinder memiliki banyak aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritualitas, mental, dan fisik mereka. Pathfinder secara rutin mengadakan perkemahan di setiap libur panjang sekolah, kegiatan tracking dan hacking sebagai sarana belajar tiap anggotanya.Yang paling sederhana, hampir di setiap pertemuan, anak-anak ini mendapat tugas untuk menghapalkan beberapa ayat Alkitab. Jelas, hal ini dimaksudkan agar anak-anak ini lebih religius."Saya ingin anak-anak memahami konsep alam sebagai ciptaan Tuhan yang patut untuk dijaga. Jadi saya melatih mereka untuk bisa survive secara mental maupun fisik. Caranya ya dengan hidup langsung berdampingan dengan alam itu sendiri" ujar pimpinan tertinggi kelas kepanduan ini, Rowley.Semangat yang terpancar dari wajah anak-anak ini rasanya turut menular ke dalam diri saya. Betapa sejenak saya merasa malu karena di usia saya yang terpaut jauh dengan mereka, saya belum berbuat sesuatu yang berarti untuk alam dan lingkungan. Tapi tidak apa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan?Dream Destination Papua adalah program yang diselenggarakan oleh detikTravel, myTrans dan PT Freeport Indonesia. Selama 12 hari, 3 pemenang yaitu Keken, Anisa dan Husni akan menjelajah Papua dari Timika, Merauke, sampai Jayapura. Simak terus perjalanan mereka di situs perjalanan kesayangan Anda, detikTravel.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama